Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Problematic Social Media Use yang Mengancam Kesehatan Mental

Fenomena penggunaan media sosial sudah mulai meningkat seiring berkembangnya beragam fitur internet yang semakin memudahkan manusia dalam beraktivitas. Tumbuhnya banyak perusahaan start up menjadikan semakin banyaknya aplikasi-aplikasi yang memanjakan manusia, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Peningkatan penggunaan media sosial mulai terlihat sejak berkembangnya media sosial Facebook di tahun 2000-an, diikuti Messenger, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Hal ini menjadikan manusia semakin berfokus pada aktivitas mereka di media sosial. Segala hal yang berlebihan tentunya tidak baik, termasuk penggunaan media sosial. Dalam psikologi, jika penggunaan media sosial terlalu sering maka akan berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini disebut juga dengan Problematic Social Media Use. Lalu, seperti apa psikologi menjelaskan fenomena ini? Mari kita simak bersama!

Definisi Problematic Social Media Use

Prolematic Social Media Use atau disingkat PSMU ditandai dengan keasyikan, dorongan, atau perilaku yang berlebihan atau tidak terkontrol dengan baik terkait penggunaan media sosial yang menyebabkan gangguan. Penggunaan Media Sosial Bermasalah (selanjutnya PSMU) telah dikaitkan dengan gejala seperti kecanduan dan fitur khusus Internet (misalnya, preferensi untuk interaksi sosial online dan terkoneksi yang terus menerus yang ditemukan menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana Penggunaan Media Sosial Dapat Dikatakan Problematic?

Penggunaan media sosial menjadi bermasalah ketika menyebabkan penderitaan bagi pengguna, termasuk gangguan fungsi sosial dan emosional, dan kesejahteraan subjektif yang lebih rendah.

PSMU dicirikan oleh kekhawatiran yang berlebihan jika tidak mengakses media sosial, didorong oleh motivasi yang kuat untuk menggunakan media sosial, dan mencurahkan begitu banyak waktu dan usaha untuk menggunakan media sosial sehingga mengganggu kegiatan sosial lainnya, seperti studi/pekerjaan, hubungan interpersonal, dan kesehatan serta kesejahteraan psikologis.

Apakah Kamu Termasuk Kecanduan Media Sosial?

Coba perhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah kamu menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan media sosial atau berencana menggunakan media sosial?
  2. Apakah kamu merasa terdorong untuk menggunakan media sosial lebih dan terus menerus?
  3. Apakah kamu menggunakan media sosial untuk melupakan masalah pribadi?
  4. Apakah kamu sering mencoba mengurangi penggunaan media sosial tapi tidak ada hasil?
  5. Apakah kamu menjadi gelisah atau bermasalah jika tidak menggunakan media sosial?
  6. Apakah kamu terlalu sering menggunakan media sosial sehingga berdampak negatif pada pekerjaan atau pendidikanmu?

Jika keseluruhan jawaban dari pertanyaan di atas adalah “ya”, maka kamu sudah termasuk kecanduan dalam menggunakan media sosial.

Faktor Penyebab PSMU

PSMU dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Takut tertinggal atau FOMO
  • Tak mendapat dukungan sosial dari keluarga
  • Fungsi keluarga yang rendah, seperti kurangnya kehangatan dalam keluarga
  • Dukungan sosial yang rendah dari teman sebaya
  • Gender dan usia, anak perempuan dianggap lebih mudah mengalami PSMU, sedangkan anak laki-laki lebih mudah kecanduan internet gaming.

Dampak Negatif PSMU

PSMU telah ditemukan memberikan beberapa dampak negatif, diantaranya:

  • Dampak pada hubungan interpersonal,
  • Rendahnya keterlibatan dalam lingkungan sosial,
  • Menurunnya prestasi akademik
  • Gejala depresi dan kecemasan
  • Kesulitan dalam mengontrol emosi
  • Harga diri yang rendah
  • Gangguan makan
  • Rasa terisolasi dari lingkungan
  • Kualitas tidur yang rendah
  • Kepuasan hidup yang rendah

Bagaimana Cara Mengurangi Kecanduan Media Sosial?

  1. Hapus aplikasi media sosial dari smartphone. Walau kamu masih dapat mengaksesnya dari komputer pribadi, menjauhkannya dari ponsel dapat membantumu mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di media sosial secara keseluruhan.
  2. Matikan ponselmu selama bekerja, sekolah, makan, dan kegiatan rekreasi. Kamu juga dapat mengatur notifikasi media sosial agar tidak muncul.
  3. Aktifkan digital well-being pada smartphone untuk mengatur batas waktu yang dihabiskan dalam bermain media sosial.
  4. Lakukan hobi baru yang tidak terkait dengan media sosial, internet, dan gadget, seperti olahraga, bermain musik, menyanyi, memasak, dan banyak lagi.
  5. Saat bertemu teman atau orang lain, jangan mengaktifkan ponsel.

Itu dia fakta serta tips dalam bermain media sosial. Semoga kita semakin bijak dalam menggunakan media sosial.

Referensi:

Cherney, K. (2020). What is social media addiction? Retrieved from https://www.healthline.com/health/social-media-addiction.

Grlfflths, M. D. (2019). The rise and rise problematic social media use. Retrived from https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-excess/201901/the-rise-and-rise-problematic-social-media-use.

Marino, C., Gini, G., Angelini, F., Vieno, A., & Spada, M. M. (2020). Social norms and e-motions in problematic social media use among adolescents. Addictive Behaviors Reports, 11, 100250.

Paakkari, L., Tynjälä, J., Lahti, H., Ojala, K., & Lyyra, N. (2021). Problematic Social Media Use and Health among Adolescents. International journal of environmental research and public health, 18(4), 1885. https://doi.org/10.3390/ijerph18041885

Shensa, A., Escobar-Viera, C. G., Sidani, J. E., Bowman, N. D., Marshal, M. P., & Primack, B. A. (2017). Problematic social media use and depressive symptoms among US young adults: A nationally-representative study. Social science & medicine, 182, 150-157.

Weinstein, A., Dorani, D., Elhadif, R., Bukovza, Y., Yarmulnik, A., & Dannon, P. (2015). Internet addiction is associated with social anxiety in young adults. Annals of clinical psychiatry, 27(1), 4-9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *