Saat ini, penggunaan internet dan media sosial sudah menjadi bagian dalam hidup sehari-hari. Hampir seluruh aktivitas dan kegiatan manusia menggunakan internet untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Namun, penggunaan internet yang berlebihan membuat individu hanya fokus pada gadget dan mengabaikan lingkungan di sekitarnya. Apakah fenomena ini sudah lumrah di kalangan masyarakat? Bagaimana psikologi memandang fenomena ini?
Definisi Phubbing
Dalam psikologi, istilah ini disebut dengan phubbing yang merupakan gabungan dari kata “phone” dan “snubbing” yang berarti seseorang yang lebih memilih fokus pada telepon daripada memperhatikan orang di sekitarnya. Istilah ini juga digunakan dalam fenomena penyalahgunaan smartphone yang berkembang dalam situasi sosial. Seseorang yang mengabaikan lingkungan demi gadget disebut dengan phubber dan orang yang diabaikan disebut dengan phubbee.
Dampak Phubbing Bagi Phubbee
Perilaku phubbing menciptakan reaksi negatif dan kesal dari phubbee, seperti:
- Menganggap kualitas interaksi mereka buruk
- Kurang puas dengan interaksi mereka
- Tidak mempercayai orang yang menjadi lawan interaksi mereka
- Merasa kurang dekat dengan lawan interaksi karena kehadiran smartphone
- Kecemburuan
Dampak Phubbing Bagi Phubber
Menurut penelitian, Phubbing adalah ancaman bagi empat kebutuhan mendasar. Kebutuhan inti tersebut adalah:
- Rasa memiliki (belongingness) karena seorang phubber yang lebih memilih smartphonenya daripada berinteraksi dengan orang sekitarnya sehingga ia akan dijauhi.
- Harga diri, karena phubbee yang menganggap tidak dihargai.
- Keberadaan yang berarti, seorang phubber akan sulit menghargai kehadiran seseorang karena lebih memperhatikan ponselnya.
- Kontrol, karena seorang phubber kesulitan dalam mengontrol penggunaan internet.
Bagaimana tanda seseorang merupakan phubber?
- Ketika dihadapkan dengan dua percakapan, yaitu percakapan di ponsel dan percakapan dengan orang secara langsung, ia akan lebih memperhatikan orang di teleponnya sekalipun itu tidak terlalu penting.
- Membawa-bawa ponsel kemanapun bahkan ketika makan malam. Hadirnya smartphone juga sudah menjadi pertanda renggangnya interaksi
- Tidak bisa melakukan aktivitas tanpa ponsel.
Cara untuk Mengurangi Perilaku Phubbing
Lalu, bagaimana cara untuk mengurangi perilaku phubbing? Berikut ini tips jika kamu merasa telah menjadi seorang phubber:
- Perhatikan terlebih dahulu orang yang berbicara di hadapanmu. Jika ponselmu tidak terlalu darurat, maka lebih baik kamu perhatikan dulu orang yang berbicara langsung denganmu.
- Tinggalkan ponsel untuk beberapa waktu dan beraktivitas seperti biasa, hal ini akan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
- Coba untuk memposisikan diri sebagai phubbee, jika kehadiranmu tidak dihargai, bagaimana rasanya? Tentu akan menyakitkan bukan?
- Buat jadwal dalam menggunakan media sosial.
Itulah sekilas informasi mengenai phubbing. Semoga kita tetap aware dengan lingkungan sekitar kita ya!
Referensi :
Chotpitayasunondh, V., & Douglas, K. M. (2018). The effects of “phubbing” on social interaction. Journal of Applied Social Psychology, 48(6), 304-316. https://doi.org/10.1111/jasp.12506
Holland, K. (2018). How to identify and manage phubbing. Retrieved from https://www.healthline.com/health/phubbing