Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Penyebab Kecanduan Game Online

Game di era sekarang sangat populer di kalangan masyarakat. Banyak gamers bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Gamers tidak hanyak berkompetisi di ajang e-sport, melainkan juga melakukan aktivitas lainnya seperti streaming sambal bermain game, membuat video atau konten-konten tentang game di sosial media atau bahkan menawarkan jasa untuk memainkan akun orang lain untuk meningkatkan kualitas. Game dibuat untuk menjadi sarana hiburan bagi penggunanya. Game dimainkan di waktu-waktu senggang. Namun tidak sedikit juga yang memainkan game hingga lupa waktu dan lupa lingkugan sekitar.

Banyak dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari bermain game online. Beberapa diantaranya seperti gangguan pengelihatan, lupa makan, lupa waktu, menurunkan produktivitas seseorang, meningkatkan risiko stres dan bahkan membahayakan orang lain. Kasus seorang anak berusia 11 tahun di Sukabumi  (Jawa Barat) yang menganiaya temannya hingga temannya mengalami patah tulang telah terjadi akibat kalah bermain game online. Alasan anak berusia 11 tahun tersebut menganiaya temannya lantaran tidak terima karena kalah bermain game online.

Perlu diketahui apa yang menjadi alasan atau faktor penyebab seseorang dapat kecanduan bermain game online. Beberapa faktor penyebab seseorang dapat mengalami kecanduan game online diantaranya:

  1. Rasa bosan; kebosanan membuat seseorang lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game. Keseringan bermain game akan membuat seseorang lebih mudah untuk mengalami kecanduan game.
  2. Kurangnya kontrol diri; seseorang yang belum dapat menentukan prioritas kegiatan akan cenderung lebih mudah menghabiskan waktu dengan bermain game sehingga meningkatkan risiko kecanduan serta kurang dapat mengantisipasi dampak negatif yang ditimbulkan dari kecanduan game.
  3. Lingkungan pertemanan; seseorang dapat saja terpengaruh dari lingkungan pertemanannya yang sama-sama senang bermain game. Hal ini tentu meningkatkan risiko seseorang menjadi kecanduan game.
  4. Kemampuan sosial rendah; individu yang kurang baik dalam bersosialisasi ataupun menjalin hubungan dengan orang lain cenderung memilih game sebagai aktivitas untuk mengisi hari-hari.
  5. Perkembangan game; game-game baru yang selalu bermunculan menawarkan seseorang untuk mencoba dan menghabiskan waktu bersama game. Hadiah-hadiah atau events tertentu dalam sebuah game membuat seseorang termotivasi untuk terus memainkan game. Hal ini tentu akan meningkatkan risiko terjadinya kecanduan game jika individu kurang mampu mengontrol dirinya.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang faktor-faktor yang menyebabkan seseorang dapat kecanduan game online. Game sebaiknya dimainkan secara bijak sehingga kita dapat mendapatkan manfaat dari game. Jika dirasa game sudah memberikan dampak negatif yang besar bagi diri ataupun orang lain, jangan diabaikan. Cari pertolongan profesional atau orang lain jika tidak dapat menangani permasalahan seputar kecanduan game. Semoga bermanfaat.

 

 

 

References:

  1. (2021). Dipicu kalah main game online, bocah di Sukabumi aniaya teman hingga alami patah tulang. Diakses: https://www.tribunnews.com/regional/2021/10/06/dipicu-kalah-main-game-online-bocah-di-sukabumi-aniaya-teman-hingga-alami-patah-tulang.
  2. Andita, T. (2019). 5 Penyebab seseorang kecanduan game berbasis online. Diakses: https://www.brilio.net/creator/5-penyebab-seseorang-kecanduan-game-berbasis-online-f95a4b.html.
  3. Masya, H., & Candra, A. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gangguan kecanduan game online pada peserta didik kelas X di Madrasah Aliyah Al Furqon Prabumulih Tahun Pelajaran 2015/2016. KONSELI, 3(2), 103-108.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *