Manusia adalah mahkluk sosial. Kita tidak dapat hidup sendirian dan akan selalu membutuhkan orang lain, tetapi manusia juga membutuhkan waktunya sendiri untuk bisa mengekspresikan diri. Memiliki waktu sendirian erupakan hal yang penting bagi kita, karena dengan memiliki waktu sendiri kita bisa memprioritaskan kegiatan dan melakukan hobi yang ingin kita lakukan, melakukan kegiatan yang kita sukai penting untuk kesehatan mental kita.
Berinteraksi dengan banyak orang tentunya akan membawa banyak keuntungan bagi kita, relasi lebih luas, hubungan yang positif,memiliki support system yang dapat membantu ketika dalam kondisi susah dan senang. Pandemi Covid 19 telah membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan kita. Banyak orang berjuang dengan rasa kesedihan, stres, bahkan kesepian. Pandemi Covid 19 membuat kita terus menerus berada di dalam rumah untuk waktu yang cukup lama, mungkin kita berada dalam rumah bersama teman sekamar, keluarga. Tentu saja karena karena berada dalam satu tempat dengan orang lain cukup lama, akan membuat kita kekurangan waktu untuk diri sendiri.
Pentingnya Memiliki Waktu Sendiri
Memiliki ruang sendiri merupakan hal yang diperlukan bagi kita, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan ketika memiliki waktu yang cukup untuk sendirian:
– Eksplorasi Diri
– Meningkatkan Kreativitas
– Meningkatkan Energi Social yang sebelumnya telah digunakan untuk bersosialisasi
1.Eksplorasi Diri
Ketika memiliki ruang sendiri yang cukup, kita bisa mengeksplorasi hal-hal yang ingin kita lakukan secara bebas tanpa adanya gangguan dari orang lain. Misalnya kita bisa mencoba hobi baru, melakukan riset yang mungkin menarik perhatian kita, dan mengekspresikan diri juga bisa dilakukan ketika sendirian.
2.Meningkatkan Kreativitas
Waktu sendiri memberikan kesempatan pikiran kita untuk mengeksplorasi hal-hal baru dan ini akan membuat kita berpikir secara kreatif. Kita tidak perlu memikirkan interaksi dengan orang lain, sehingga bisa lebih fokus untuk memunculkan ide-ide baru yang berasal dari kegiatan yang sedang dieksplorasi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Nature Communications pada tahun 2020 memberikan penjelasan bahwa ketika memiliki waktu sendirian dari lingkungan sosial, akan meningkatkan otak manusia dalam segi kreativitas dan imajinasi
3.Meningkatkan Energi Sosial
Berada dalam kesendirian seringkali dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat negatif, tetapi hal ini berbeda dengan penelitian yang telah ditemukan bahwa individu yang hidup sendirian memiliki kehisupan sosial yang lebih baik dan energi sosial yang lebih baik pula daripada dengan mereka yang tnggal secara bersama dalam kurun waktu yang cukup lama.
Kesulitan Dalam Memiliki Waktu Sendiri
Beberapa orang mungkin memiliki kesulitan dalam memiliki waktunya sendiri, mungkin sebagian dari mereka karena telah terbiasa tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama sehingga akan kesulitan jika mulai hidup sendiri atau memiliki waktu sendiri lebih lama. Berikut adalah beberapa alasan yang bisa mendasari mengapa orang lain kadang kesulitan untuk hidup sendiri:
•Tidak Pernah Sendirian
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, beberapa orang mungkin terbiasa hidup dikelilingi oleh orang lain dalam kurun waktu yang lama. Ketika memutuskan untuk sendirian dalam waktu yang cukup lama dari biasanya akan membuat mereka merasa tidak terhubung dengan orang lain.
•Membuat Pikiran Menjadi Stres
Pada beberapa kondisi, menjadi sendirian mungkin akan menyebabkan munculnya perasaan stres dan cemas.
•Stigma Sosial
Kita hidup di negara yang menjunjung nilai kolektivisme. Beberapa mungkin akan memiliki pikiran bahwa ketika seseorang memutuskan untuk sendiri atau memiliki lebih banyak waktu sendiri kadang akan dikaitkan dengan perilaku antisosial atau penolakan sosial. Sehingga hal ini akan membuat beberapa orang yang ingin memiliki waktu sendiri kesulitan.
Kesendirian Dan Kesepian
Kesendiran dan kesepian adalah dua hal yang berbeda, namun orang lain seringkali salah dalam mempersepsikan dua kondisi tersebut. Penelitian yang dipublikasikan oleh Perspect Psychol Sci dengan judul Loneliness and Social Isolation As Risk Factors for Mortality: a meta-analytic review menjelaskan Kesepian dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental yang kurang baik, sehingga bisa menyebabkan resiko depresi, obesitas, tekanan darah tinggi, serta kecemasan. Pada kemungkinan terburuk tentu saja dapat menyebabkan kematian. Pada kesendirian memiliki keterkaitan seperti menemukan kebebasan, inspirasi, kesejahteraan fisik dan mental.
Tanda-tanda Jika Kalian Butuh Waktu Sendiri
Berikut adalah beberapa tanda ketika kalian membutuhkan waktu untuk sendirian sejenak:
-Mudah tersinggung dengan hal-hal yang bersifat sederhana
-Kehilangan minat untuk melakukan kegiatan bersama orang lain
-Kesulitan dalam berkonsentrasi
-Menjadi cemas ketika menghabiskan waktu dengan orang lain.
Jika kalian sudah merasakan tanda-tanda di atas artinya kalian membutuhkan waktu sejenak untuk sendirian. Ketika memiliki waktu yang cukup untuk sendiri, tubuh dan mental aka bisa berfungsi dengan baik kembali sebagaimana mestinya.
Beberapa Tips Yang Bisa Diterapkan
Ketika kalian sudah memutuskan untuk menyediakan waktu bagi diri sendiri selama beberapa saat, mungkin beberapa hal di bawah ini dapat kalian lakukan:
•Memilih Waktu Yang Tepat
Susunlah rencana kalian ketika akan melakukan me timei, akan lebih baik untuk menyelesaikan beberapa tanggung jawab yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menghabiskan waktu sendirian. Pilih tanggal yang tepat dimana kalian tidak memiliki rencana lain bersama orang lain selain untuk diri sendiri.
•Matikan Semua Jenis Sosial Media
Untuk menghindari gangguan, kalian bisa mematikan sosial media atau gadget dalam beberapa waktu, ini penting dilakukan karena agar kalian bisa fokus pada diri sendiri dan melakukan kegiatan yang memang kalian minati.
•Merencanakan Sesuatu
Tidak semua orang nyaman menghabiskan waktu seorang diri, jadikan kesendirian kalian untuk bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti membaca, melakukan kegemaran.
•Olahraga Ringan
Olahraga ringan akan membuat kalian merasa lebih segar dan membuat kondisi tubuh juga lebih baik. Kalian bisa berolahraga dengan berjalan kaki menikmati pemandangan luar, atau melakukan yoga.
Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menghabiskan waktu di kala sendiri, silahkan buat rencana me time kalian sebaik mungkin sehingga akan berdampak positif pada diri sendiri kedepannya.
Semoga artikel ini membantu!
Referensi:
1.Bowker JC, Stotsky MT, Etkin RG. How BIS/BAS and psycho-behavioral variables distinguish between social withdrawal subtypes during emerging adulthood. Pers Individ Diff. 2017;119:283-288. doi:10.1016/j.paid.2017.07.043
2.Spreng RN, Dimas E, Mwilambwe-Tshilobo L, et al. The default network of the human brain is associated with perceived social isolation. Nat Commun. 2020;11(1):6393. doi:10.1038/s41467-020-20039-w
3.Klineberg E. Going Solo: The Extraordinary Rise and Surprising Appeal of Living Alone. Penguin; 2013.
4.Wilson TD, Reinhard DA, Westgate EC, et al. Just think: The challenges of the disengaged mind. Science. 2014;345(6192):75-77. doi:10.1126/science.1250830
5.Ratner RK, Hamilton RW. Inhibited from bowling alone. J Consum Res. 2015;(42)2:266-283. doi:10.1093/jcr/ucv012
6.University of Maryland’s Robert H. Smith School of Business. Tips for overcoming alone time still caused by COVID-19, via Maryland Smith expert. PRNewswire. Published June 8, 2020.
7.Nguyen TT, Weinstein N, Ryan R. Who enjoys solitude? Autonomous functioning (but not introversion) predicts self-determined motivation (but not preference) for solitude. PsyArXiv. 2018. doi:10.31234/osf.io/sjcwg
8.Cigna. New Cigna study reveals loneliness at epidemic levels in America. Published May 2018.
9.Holt-Lunstad J, Smith TB, Baker M, Harris T, Stephenson D. Loneliness and social isolation as risk factors for mortality: a meta-analytic review. Perspect Psychol Sci. 2015;10(2):227-237. doi:10.1177/1745691614568352
10.Birditt KS, Manalel JA, Sommers H, Luong G, Fingerman KL. Better off alone: daily solitude is associated with lower negative affect in more conflictual social networks. Pruchno R, ed. The Gerontologist. 2019;59(6):1152-1161. doi:10.1093/geront/gny060
11.Thomas V, Balzer Carr B, Azmitia M, Whittaker S. Alone and online: understanding the relationships between social media, solitude, and psychological adjustment. Psychology of Popular Media. 2021;10(2):201-211. doi:10.1037/ppm0000287
12.Ewert A, Chang Y. Levels of nature and stress response. Behav Sci (Basel). 2018;8(5). doi:10.3390/bs8050049
13.Rodriguez M, Bellet BW, McNally RJ. Reframing time spent alone: reappraisal buffers the emotional effects of isolation. Cognit Ther Res. 2020:1-16. doi:10.1007/s10608-020-10128-x
14.https://www.verywellmind.com/how-important-is-alone-time-for-mental-health-5184607