Tahukah kamu kalau eye contact atau kontak mata dapat menandakan cinta, kebencian, kecerdasan, ketakutan, bujukan, sarkasme, bahkan kebohongan?
Saat ini sebagian besar anak muda terutama di Indonesia sedang tergila-gila dengan Hallyu Wave. Banyak penyanyi maupun aktor dari Korea yang menjadi idola anak-anak muda. Ada banyak alasan mengapa oppa-oppa asal Negeri Ginseng tersebut begitu digilai anak muda Indonesia. Mulai dari lagu, akting, dance, dan tidak lupa wajah tampannya. Para penggemar yang hanya berkesempatan menatap dari layar kaca saja sudah berbunga-bunga, apalagi mereka yang berkesempatan untuk bertemu langsung seperti saat ada fansign ataupun fanmeet. Konon katanya mereka yang pernah berinteraksi secara langsung sebagain besar akan dibuat mleyot dengan tatapan manis dari oppa-oppa ini. Tatapan matanya itu loh…
Mata jelas memiliki dampak yang sangat besar sehingga kontak mata dapat memberikan efek yang ajaib pada orang lain. Eits tentu saja kita tidak bisa begitu saja menatap mata semua orang secara intens, seperti tersenyum kontak mata mengirimkan segala macam sinyal tergantung pada konten dan konteks. Nah berikut ada 10 hal yang harus kamu ketahui tentang kontak mata:
1.Jumlah Kontak Mata yang Normal
Jumlah kontak mata langsung yang normal tergantung pada situasinya. Misalnya, orang biasanya melakukan kontak mata lebih langsung saat berbicara satu lawan satu daripada dalam kelompok. Dalam kelompok, orang cenderung melihat langsung ke orang lain selama sekitar 3-5 detik, tetapi ketika satu lawan satu dapat meningkat menjadi 7-10 detik sebelum berpaling pada orang lain. Ada juga persentase waktu yang dihabiskan untuk melihat seseorang, dibandingkan dengan berpaling dari mereka, yaitu sekitar 30 – 60%. Biasanya akan lebih banyak ketika kita mendengarkan dibandingkan ketika berbicara. Jika kurang dari itu mungkin kamu tidak menunjukkan minat yang cukup, jika lebih mungkin kamu berlebihan.
2. Kontak Mata yang Dalam untuk Cinta
Ketika seseorang menatap dalam pada kita tanpa konteks, sulit untuk mengetahui apakah mereka mencintai atau justru ingin membunuh. Kontak mata yang lama menunjukkan perasaan yang intens, tetapi hal ini tergantung dari konteksnya. Pasangan yang melakukan kontak mata mendalam satu sama lain saat makan malam dengan penerangan lilin dan taburan bunga mawar merah kecil kemungkinan akan saling membunuh. Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang sedang jatuh cinta cenderung melakukan kontak mata yang dalam lebih lama daripada mereka yang tidak.
3. Terlalu Banyak Kontak Mata
Dalam konteks yang berbeda kontak mata yang lama dari seorang kekasih yang penuh harapan bisa berubah menjadi tatapan yang menyeramkan. Kontak mata dapat dianggap menyeramkan atau bahkan agresif tergantung pada budaya. Misalnya orang Jepang yang menghindari kontak mata menganggapnya sebagai tanda hormat, sedangkan orang Barat mungkin menafsirkannya sebagai licik atau tidak dapat dipercaya.
4. Kontak Mata Tanda Kepercayaan Diri, Kepemimpinan, dan Agresi
Meskipun ada perbedaan budaya, tidak bisa dipungkiri kalau orang membuat penilaian tentang orang lain berdasarkan kontak mata. Orang Barat biasanya melihat mereka yang melakukan kontak mata lebih percaya diri. Mereka juga cenderung mengasosiasikan kontak mata dengan kemampuan kepemimpinan yang lebih kuat, agresi dan kekuatan yang lebih besar (Brooks et al., 19785). Selain itu, mereka terlihat kurang cemas dan lebih cerdas. Memang mereka yang memiliki harga diri lebih tinggi dan lebih berkuasalah yang lebih cenderung melakukan kontak mata (Vandromme et al., 2009).
5. Menggunakan Kontak Mata untuk Membujuk
Mungkin sebagian karena semua karakteristik positif dikaitkan dengan orang-orang yang menjaga kontak mata sehingga kita menganggap mereka lebih persuasif. Penelitian yang dilakukan oleh Guegeun dan Jacob (2010) yang menemukan bahwa orang lebih cenderung setuju dengan survei pemasaran jika dilihat langsung. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua situasi. Ada kalanya kontak mata langsung justru membuat orang skeptis.
6. Kontak Mata dan Berbohong
Pepatah lama mengatakan kita dapat mengetahui seseorang berbohong karena mereka menghindari kontak mata. Namun, penelitian psikologis telah menemukan bahwa menghindari kontak mata tidak selalu menjadi tanda berbohong. Pendapat yang salah ini juga yang membuat orang justru melakukan kontak mata saat mereka berbohong, karena takut jika menghindari kontak mata akan ketahuan berbohong.
7. Memandang Jauh Menandakan Sarkasme
Sementara hubungan antara kontak mata dan kebohongan penuh dengan kesulitan, satu penelitian menemukan hubungan yang jelas antara kontak mata dengan sarkasme. Penelitian yang dilakukan oleh Williams et al (2009) menemukan bahwa saat membuat pernyataan sarkastik, orang lebih cenderung memalingkan muka dari pasangan percakapan mereka daripada ketika mereka berbicara secara tulus. Ini adalah petunjuk bahwa menatap langsung ke seseorang menandakan ketulusan.
8. Kontak Mata Agar Terlihat Lebih Pintar
Mempertahankan kontak mata saat berbicara adalah salah satu cara termudah untuk tampil lebih pintar (Murphy, 2007). Mempertahankan kontak mata saat berbicara dinilai sebagai penampilan yang cerdas. Tes kecerdasan juga mengungkapkan bahwa orang yang mempertahankan kontak mata sebenarnya lebih pintar. Me
9. Kontak Mata vs Sinyal Verbal
Kekuatan sinyal nonverbal seperti kontak mata pada umumnya ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang mengadu sinyal verbal dengan sinyal nonverbal. Mata kita terkadang tidak hanya mengirimkan sinyal yang lebih kuat dari apa yang kita katakan, tetapi juga dapat memberikan informasi yang sama dengan seluruh bagian wajah kita.
10. Aksi Bola Mata
Ada sedikit keraguan bahwa ketika kita mampu mempertahankan kontak mata yang tepat dalam situasi yang tepat sangat penting untuk membuat kesan terbaik pada orang lain. Kebanyakan orang dapat melakukannya dengan sedikit meningkatkan gerakan kontak mata mereka. Jika terlalu lama menatap mata orang lain akan terlihat menyeramkan. Oleh karena itu mengalihkan pandangan pada objek lain dapat menjadi pilihan yang tepat.
Referensi:
Dean, J. (2021, August 30). Eye Contact: 10 Things To Know. PsyBlog. https://www.spring.org.uk/2021/08/eye-contact.php