“Pengaruh Sosial Media terhadap Kesehatan Mental di Era Modern”
Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Individu yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidupnya khususnya saat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang akan ditemui sepanjang hidup seseorang dengan menggunakan kemampuan pengolahan stres.
Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah keluhan yang hanya diperoleh dari garis keturunan. Tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.
Indonesia membutuhkan metode layanan kesehatan mental yang mampu menjangkau masyarakat luas dengan kondisi geografis yang menantang dan populasi penduduk yang besar. Kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak dengan adanya situasi pembatasan fisik di masa pandemi yang dihadapi saat ini. Meningkatnya jumlah kasus kesehatan mental dan keterbatasan ketersediaan sumber daya profesional yang ada tidak cukup memenuhi kebutuhan pelayanan, sehingga menimbulkan kesenjangan kesehatan mental.
Pelayanan kesehatan mental di Indonesia memiliki tantangan yang cukup besar. Dalam kondisi normal, negara ini memiliki struktur geografis pulau dan jumlah penduduk yang menyebar, serta keberadaan sumber daya tenaga kesehatan yang berperan dalam kesehatan mental masih sangat minim dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.
Menurut pasal 1 UU No. 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat baik fisik, mental dan spiritual. Namun, dalam kenyataannya masih banyak masyarakat hanya paham mengenai tentang sehat dalam arti fisik saja bukan dari ketiga hal tersebut dengan arti lain bahwa kesehatan mental juga harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik.
Pada era modern ini, seperti kita ketahui bahwa mereka hidup di tengah perkembangan teknologi dan menyebabkan candu dimana mereka bukan hanya bersosialisasi secara langsung melainkan bersosialisasi di dunia maya atau media sosial. Dampak perkembangan teknologi tentunya mendapatkan berbagai respon, positifnya generasi milenial ini bahkan seluruh kelompok umur dapat mengakses informasi dengan mudah, bertambahnya jejararing pertemanan, dan berkomunikasi dengan mudah.
Pada sisi lain, kehidupan dunia maya ini bisa menjadi masalah apabila penggunanya tidak mengkontrol emosi dan pengetahuan yang baik. Kesehatan mental yang baik dapat menyadari potensi yang mereka miliki, meningkatkan kemampuan, dan dapat mengatasi tekanan hidup dengan baik. Media sosial memiliki dampak negatif pada remaja termasuk risiko penyakit mental. National Institute of Mental Health melaporkan bahwa penggunaan media sosial dapat meningkatkan risiko gangguan mental pada remaja usia 18–25 tahun.
Saat ini, media sosial kerap dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko depresi dan gangguan kecemasan. Kaitan antara depresi dan media sosial tidak hanya seputar tekanan sosial untuk membagikan atau mengikuti berita terkini. Munculnya kondisi kejiwaan yang satu ini juga disebabkan oleh kecenderungan pengguna sosial media membandingkan dirinya dengan keberhasilan yang dicapai orang lain. Saat melihat teman atau kerabat yang memiliki pekerjaan yang bagus, pasangan yang baik, serta rumah yang indah, pasti harusnya merasa turut berbahagia. Namun tidak jarang, rasa iri yang dapat memicu depresi, justru muncul. Bahkan perasaan ini memicu keinginan bunuh diri, ketika melihat pencapaian yang dimiliki oleh seseorang, tidak sebanding dengan teman-teman di sosial media.
Banyak peneliti yang menemukan dampak dari penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental, namun peneliti belum menemukan secara spesifik penelitian terkait pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan sosial, oleh karena itu peneliti bertujuan untuk mencari pengaruh secara simultan antara penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan sosial di era modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait dampak penggunaan media sosial di era modern ini sehingga nantinya diharapkan masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi resiko yang muncul terutama dari dampak negatif yang ditimbulkan.
Referensi : https://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13535