Apakah sobat Psike aktif dalam berorganisasi? Apakah organisasi yang sobat ikuti merupakan pilihan yang tepat bagi sobat? Apakah sobat merelakan waktu, tenaga, dan pikiran sobat untuk organisasi yang sobat ikuti? Dalam berorganisasi, seseorang akan memiliki suatu kewajiban yang harus dijalankan sebagai bagian dari organisasi. Organisasi tidak hanya mencakup seperti forum, komunitas, UKM, atau BEM di kampus. Melainkan, organisasi juga mancakup suatu perusahaan atau kantor.
Kinerja suatu organisasi akan mengeluarkan suatu outcome atau hasil baik itu berupa produk, jasa, ataupun yang sifatnya subjektif seperti kepuasan, stres, atau kebahagiaan. Salah satu bentuk dari kepuasan kerja yang didapat oleh anggota dalam sebuah organisasi adalah Organizational Citizenship Behaviour (OCB). OCB merupakan kebebasan berperilaku (di luar kewajiban) individu yang dapat meningkatkan kinerja suatu organisasi. Suatu organisasi yang efektif memiliki anggota yang rela melakukan sesuatu diluar kewajiban kerjanya untuk memajukan organisasi [1].
Perilaku anggota yang berada dalam suatu organisasi yang memiliki OCB seperti rela menolong rekan kerjanya, setia pada organisasi, sportif atau jujur, patuh, inisiatif, dan mampu mengembangkan diri dalam organisasi [2]. Perilaku yang dilakukan individu merupakan keputusannya sendiri dan bukan kewajiban dari pekerjaannya. Sebagai contoh, anggota A pada suatu organisasi yang rela lembur kerja demi organisasinya, meski lembur tersebut sebenarnya dapat dilakukan saat bekerja keesokan harinya.
Timbulnya Organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam suatu organisasi tentu akan memberikan dampak positif bagi organisasi. Dampak positif yang dapat muncul akibat dari OCB seperti [3,4] :
- Meningkatkan kinerja dan performa organisasi
- Meningkatkan kesuksesan organisasi
- Meningkatkan pengalaman karyawan
- Mengurangi keinginan turnover atau pindah kerja
Di samping dampak positif, tentu saja akan ada dampak negatif yang dapat muncul dari fenomena OCB di suatu organisasi. Dampak negatif yang dapat muncul seperti kelelahan emosional dan muncul konflik antara kehidupan di rumah dan di pekerjaan [5].
Sikap yang dapat diambil dari adanya sisi positif dan negative ini, anggota suatu organisasi dapat menimbang kembali perilaku di pekerjaan dan di rumah sehingga mampu mengimbangi atau tidak berat sebelah. Menentukan prioritas dan manajemen waktu menjadi salah satu faktor guna mencapai keseimbangan dan kestabilan emosi dan tanggung jawab di rumah dan di pekerjaan.
References:
- Robbins, S. P., & Timothy, A. J. (2017). Organizational behavior – Seventeenth edition. PEARSON.
- Podsakoff, P. (2000). Organizational Citizenship Behaviors: A Critical Review of the Theoretical and Empirical Literature and Suggestions for Future Research. Journal of Management, 26(3), pp.513-563.
- Podsakoff, N. P., Blume, B. D., Whiting, S. W., & Podsakoff, P. M. (2009). Individual- and organizational-level consequences of organizational citizenship behaviors: A meta-analysis. Journal of Applied Psychology, 94(1), 122-141.
- Organ, D. W., Podsakoff, P. M., & MacKenzie S. P. (2006). Organizational citizenship behavior: Its nature, antecedents, and consequences. Sage Publications.
- Deery, S., Rayton, B., Walsh, J. & Kinnie, N. (2016). The Costs of Exhibiting Organizational Citizenship Behavior. Human Resource Management. doi: 10.1002/hrm.21815.