Mengapa kita mau melakukan sesuatu? Apa yang menjadi motivasi kita sehingga kita mau melakukan suatu hal?
Semuanya pasti karena motivasi. Motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi yang berasal dari luar atau sering disebut ekstrinsik dan motivasi yang berasal dari dalam atau yang disebut intrinsik. Penelitian yang berjudul Using intrinsic and extrinsic motivation in continuing professional education telah menemukan bahwa setiap jenis motivasi (intrinsik dan ekstrinsik) memiliki efek yang berbeda-beda pada individu dalam meraih tujuannya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya.
Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah ketika kita termotivasi untuk melakukan suatu kebiasaan atau suatu kegiatan karena ingin mendapatkan reward atau hadiah selain itu juga untuk menghindari punishment atau hukuman. Anda akan melakukan hal tersebut bukan karena menikmatinya atau memberikan perasaan puas tetapi karena anda memiliki ekspektasi untuk mendapatkan sesuatu (reward) dan sekedar untuk menghindari hukuman yang bersifat tidak menyenangkan.
Motivasi Intrinsik
Berkebalikan dengan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah ketika anda terlibat dalam suatu hal karena merasa bahwa hal atau kegiatan tersebut bermanfaat bagi anda. Anda melakukan suatu hal benar-benar karena keinginan anda sendiri dan tidak berpikir mengenai reward yang didapatkan, karena menurut anda kegiatan atau hal itu sendirilah yang merupakan reward.
Contoh
- Motivasi Ekstrinsik
- Mengikuti perlombaan untuk mendapatkan hadiah.
- Belajar dengan keras untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.
- Membersihkan rumah karena takut dimarahi orangtua.
- Motivasi Intrinsik
- Berpartisipasi dalam olahraga tertentu atau bergabung dengan klub olahraga karena merasa aktivitas tersebut menyenangkan.
- Membersihkan rumah karena kesadaran diri dan memang anda suka membereskan rumah.
- Belajar suatu pelajaran yang memang anda sukai.
Mana yang Terbaik?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa motivasi ekstrinsik dan intrinsik memiliki perbedaan. Motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri individu sedangkan motivasi intrinsik tumbuh atau berasal dari dalam diri individu. Sebuah penelitian pernah dilakukan pada tahun 2008. Anak-anak yang menjadi partisipan dalam penelitian tersebut diberikan hadiah karena telah bermain dengan mainan yang mereka pilih tetapi kemudian mereka menjadi kurang tertarik pada mainan yang telah mereka pilih tersebut setelah diberikan reward atau hadiah. motivasi ekstrinsik tidak berarti buruk, tetapi motivasi ekstrinsik bisa diaplikasikan pada kegiatan atau hal-hal tertentu saja yang memang membutuhkan individu untuk memenuhi sebuah tugas atu tanggung jawab yang menurut mereka tidak menyenangkan. Manfaat reward bagi individu adalah sebagai berikut:
- Menjadi tolak ukur bagi individu maupun orang lain ketika mereka berhasil mendapat reward berarti kemampuan atau performa tertentu telah diraih.
- Menstimulasi individu untuk berpartisipasi atau melakukan aktivitas yang tidak mereka sukai atau tidak memiliki ketertarikan didalamnya.
- Memotivasi individu untuk belajar skill baru, sehingga mereka bis ameningkatkan nilai dalam diri.
Lalu, situasi dan kondisi seperti apa yang perlu dihindari dalam menerapkan motivasi ekstrinsik? Contohnya bisa seperti situasi dibawah ini:
- individu telah menemukan aktivitas yang menurut mereka menyenangkan dan mereka bisa menikmatinya tanpa harus ada reward
- Menawarkan reward berarti secara tidak langsung membuat situasi atau aktivitas yang sebelumnya menyenangkan menjadi sebuah pekerjaan.
Peneliti telah menemukan tiga kesimpulan terkait dengan motivasi ekstrinsik dan kaitannya dengan motivasi intrinsik:
Motivasi intrinsik bisa memudar atau berkurang ketika reward diberikan saat individu berhasil melengkapi tes atau hanya menyelesaikan tugas kecil.
Jika orangtua memilih untuk memberikan reward pada setiap pencapaian yang dilakukan anak, sekalipun itu tugas yang sederhana maka anak tersebut akan lebih ter motivasi secara ekstrinsik dibanding instrinsik kedepannya.
Pujian bisa meningkatkan motivasi internal
Memberikan pujian terhadap apa yang dilakukan orang lain atau memberikan tanggapan yang baik dapat meningkatkan motivasi internal individu.
Reward tidak terduga tidak akan mengurangi motivasi intrinsik.
Berbeda jika reward diberikan secara konsisten, hal itu akan mengurangi motivasi intrinsik sedangkan jika reward diberikan secara tiba-tiba atau tidak dalam jangka waktu yang bisa ditebak, hal itu tidak akan mengurangi motivasi intrinsik individu.
Motivasi Intrinsik maupun Ekstrinsik keduanya sama-sama berperan penting dalam kesuksesan individu untuk mencapai tujuannya. Semuanya tergantung bagaimana individu menerapkan masing-masing dari motivasi tersebut. Reward memang diperlukan untuk membuat individu merasa lebih percaya diri atas kemampuannya, tetapi jangan sampai karena reward yang diberikan secara terus menerus individu menjadi kehilangan motivasi intrinsiknya.
Semoga artikel ini membantu!
Referensi:
https://www.verywellmind.com/differences-between-extrinsic-and-intrinsic-motivation-2795384