Pernahkah anda bermimpi kalau anda menikah dengan seseorang yang sangat anda cintai? Apakah kemudian anda menceritakan mimpi tersebut dengan orang tersebut atau mungkin anda bertanya-tanya apa maksud dari mimpi tersebut? Fenomena mimpi ternyata memang menarik perhatian banyak orang, termasuk para psikolog. Berikut beberapa teori yang membahas tentang mimpi;
1. Pendekatan Psikodinamik Freud
Freud merupakan orang yang menaruh perhatian lebih pada fenomena mimpi, karena menurut ia mimpi merupakan cara untuk memasuki alam bawah sadar kita. Freud meyakini bahwa mimpi merupakan simbol dari harapan-harapan yang tidak kita sadari dan simbol analisis mimpi dapat menyingkap hasrat terpendam kita. Freud membedakan antara isi termanifestasi dan isi laten. Isi termanifestasi adalah isi permukaan dari mimpi, mengandung simbol-simbol mimpi yang menyembunyikan arti mimpi yang sebernya, sedangkan isi laten adalah isi yang tidak disadar dan merupakan arti dari mimpi yang sesungguhnya. Mimpi pada umumnya melibatkan kegiatan sehari-hari atau kehidupan sadar kita. Jika mimpi umumnya melibatkan kegiatan biasa apa yang dimaksud dengan mimpi? Teori kognitif akan menjelaskan permasalahan ini.
2. Teori Kognitif
Teori kognitif tentang mimpi menyatakan bahwa mimpi dapat dipahami dengan menerapkan konsep kognitif yang sama yang digunakan untuk mempelajari pikiran pada kondisi terjaga. Bermimpi melibatkan pemrosesan informasi dan memori. Teori kognitif mengenai mimpi secara meyakinkan berpendapat bahwa mimpi seharusnya dipandang sebagai sejenis stimulasi mental yang berisi sangat mirip dengan pikiran sadar kita. Tema-tema yang ada di mimpi juga sering kali mirip dengan kehidupan sadar.
3. Teori Aktivasi-Sintesis
Menurut toeri aktivasi-sintesis, mimpi terjadi ketika korteks serebrum memadukan sinyal neural yang dihasilkan dari aktivitas pada bagian otak yang lebih rendah. Mimpi dihasilkan dari usaha otak untuk menemukan logika dalam aktivitas otak yang acak ketika tidur. Menurut teori ini mimpi berasal dari stimulus internal yang tidak terealisasi dalam perilaku riil. Misal ada mobill ambulance yang melewati rumah anda, maka anda mungkin anda akan bermimpi tentang situasi darurat. Toeri ini menjelaskan mengapa banyak orang menggabungkan suara alarm di pagi hari dengan mimpi.
Namun, teori-toeri tersebut juga masih mendapat kritikan dan masih berkembang sampai saat ini.
Sumber Gambar :
Googleimage.com
Referensi :
King, L. A. (2016). Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Salemba Humanika