Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Merasa kesepian saat Pandemi? Yuk cari tahu cara mengatasi nya!


Tidak terasa pandemi ini telah berlangsung selama satu setengah tahun. Hal tersebut membuat kita harus tinggal di rumah dan menjaga kebersihan serta kesehatan diri kita. Aktivitas yang biasa kita banyak lakukan di luar rumah, saat ini harus kita lakukan di dalam rumah. Bekerja dan belajar pun dilakukan dari rumah, yang biasa kita sebut dengan Work From Home (WFH) atau School From Home (SFH). Selain itu, interaksi secara langsung dengan orang lain dan melakukan aktivitas bersama juga menjadi sangat terbatas sehingga seringkali membuat kita merasa kesepian.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh komunitas pencegahan bunuh diri remaja di Indonesia bernama ‘Into The Light’ yang bekerja sama dengan Change.org Indonesia, menyatakan bahwa 98% partisipan merasa kesepian dalam 1 bulan terakhir. Hal tersebut menunjukkan bahwa pandemi ini sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang dan dibutuhkan cara yang baik untuk mengatasi perasaan kesepian tersebut.

Kesepian atau loneliness adalah suatu kondisi tidak menyenangkan yang disebabkan karena kurangnya hubungan sosial dengan sesorang. Perasaan kesepian tersebut melibatkan faktor sosial maupun emosional. Dengan kurangnya interaksi sosial dan keterikatan secara emosional dengan seseorang dapat membuat kita merasa kesepian. Terlebih, karena kita banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga kita cenderung mencari hiburan dengan cara bermain game online, mengakses sosial media dan menonton film. Kita memilih untuk melakukan aktivitas sendiri karena orang lain atau teman kita pun belum tentu memiliki waktu luang yang sama dengan kita. Meskipun interaksi dapat dilakukan secara online, seseorang tetap dapat merasa kesepian. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehadiran seseorang secara nyata memiliki peran penting sehingga kondisi pandemi saat ini memberikan dampak yang besar pada kesehatan mental kita.

Seseorang yang merasa kesepian biasa nya memiliki ciri-ciri, seperti memiliki masalah tidur, memiliki banyak teman di dunia maya daripada di dunia nyata dan merasa tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Karena pandemi ini, kita cenderung merasa bosan dengan keadaan yang ada di dalam rumah dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara online. Dampak dari perasaan kesepian bagi kesehatan mental, yaitu menurunnya imunitas tubuh, dapat mengarah pada depresi, kurangnya minat terhadap hal yang digemari. Kesehatan fisik sangat berkaitan dengan kesehatan mental kita, maka dari itu kita harus menjaga kesehatan baik fisik maupun mental kita. Dengan kita menjaga kesehatan fisik dan mental, kita dapat memberi dampak positif baik pada diri maupun orang-orang di sekitar kita dengan cara membagikan aura positif yang muncul dari dalam diri kita.

 

  • Cara untuk Mengatasi Perasaan Kesepian selama Pandemi, antara lain:

1. Tetap menjaga komunikasi dengan teman-teman

Kita dapat berbagi cerita mengenai berbagai hal kepada teman kita, misalnya apa yang dirasakan selama kuliah online, bertanya mengenai kabar selama pandemi, berbagi masalah yang sedang dihadapi dan saling berbagi informasi. Berkomunikasi dengan teman kita akan lebih terasa nyaman apabila melalui video call, karena kita dapat merasakan kehadiran mereka meskipun hanya secara virtual.

 

2. Melakukan kegiatan baru

Kita dapat menghabiskan waktu di rumah dengan cara melakukan kegiatan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, sehingga hal tersebut menjadi tantangan sekaligus hal baru bagi kita. Misalnya, menanam tumbuhan, belajar memasak, melukis, mendekorasi kamar. Hal tersebut dapat membuat kita menjadi produktif dan tentunya memperluas keterampilan kita.

 

3. Mengikuti lomba yang diadakan secara online

Untuk menambah pengalaman dan keterampilan, kita dapat mencoba untuk mengikuti berbagai lomba yang diadakan secara online. Dengan begitu, kita tetap dapat mengasah kreativitas, mendapat ilmu baru dan mengetahui tingkat kemampuan kita dalam bidang lomba tersebut.

 

4. Membuat konten di sosial media

Kita dapat mencoba membuat konten yang sesuai dengan minat kita. Misalnya, konten memasak, konten fashion, konten bermusik, konten berbagi cerita atau pemikiran melalui podcast. Kita dapat berbagi apa yang kita rasakan melalui berbagai platform sosial media, agar kita merasa tidak sendiri dan dapat menjadi manfaat bagi orang lain.

 

5. Mengajak anggota keluarga beraktivitas bersama

Kita dapat mengajak saudara maupun orangtua untuk berkumpul bersama. Misalnya, bermain bersama, berdiskusi terkait suatu topik, memasak bersama. Selain itu, kita juga dapat kumpul dengan keluarga jauh dengan mengadakan acara virtual meeting dan melakukan aktivitas bersama yang dapat meningkatkan perasaan positif. Hal ini dapat memperkuat tali persaudaraan dan mengurangi perasaan kesepian.

 

 

Referensi

Kompas.com. (2021, 13 Agustus). Kesehatan Mental di Indonesia Selama Pandemi, Hasil Survei Ungkap Mayoritas Masyarakat Merasa Kesepian. Diakses pada 6 Oktober 2021, dari https://www.kompas.com/parapuan/read/532837175/kesehatan-mental-di-indonesia-selama-pandemi-hasil-survei-ungkap-mayoritas-masyarakat-merasa-kesepian

Tilburg, T.G.V. PhD, Steinmetz, S. PhD & Stolte, E. PhD. (2020). Loneliness and Mental Health During the COVID-19 Pandemic: A Study Among Dutch Older Adults. The Journals of Gerontology: Series B, 76 (7), 249 – 255. DOI: https://doi.org/10.1093/geronb/gbaa111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *