Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Apa Itu Job Insecurity

Apakah anda pernah mendengar soal job insecurity? Job insecurity tentunya ditemui dalam dunia kerja dan mungkin dialami oleh sebagian besar orang yang sedang bekerja. Lalu apakah itu yang dimaksud dengan Job insecurity?
Ketidakamanan kerja (job insecurity) merupakan ketidakberdayaan seseorang atau perasaan kehilangan kekuasaan untuk mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam kondisi atau situasi kerja yang terancam. Ketidakamanan kerja dikonseptualisasikan sebagai ketidakpastian dan kurangnya kontrol dari kelanjutan masa depan pekerjaan karyawan. (Kekesi dan Collins, 2014).
Konsep job insecurity dikemukakan oleh Greenhalgh dan Rosenblatt (1984),
sebagai ketidakberdayaan seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam kondisi kerja yang terancam. Berdasarkan konsep tersebut Ashford et al (2001) menyatakan bahwa job insecurity mencerminkan serangkaian pandangan individu tentang kemungkinan timbulnya peristiwa negatif pada pekerjaan. Perubahan negatif yang terjadi pada aspek pekerjaan dan
mengancam keseluruhan pekerjaan, membuat keyakinan atau komitmen organisasional karyawan menjadi lemah dan terjadi
penolakan atas nilai dan tujuan organisasi.

Aspek-Aspek Job Insecurity
Menurut Rowntree (2005) beberapa aspek dari job insecurity antara lain:

1. Ketakutan akan kehilangan pekerjaan dan diliputi rasa cemas serta khawatir.
Ancaman kehilangan pekerjaan merupakan suatu hal yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaannya.
2. Ketakutan akan kehilangan status sosial di masyarakat.
Seseorang yang merasa terancam tentang pekerjaanya akan merasa cemas dan khawatir bahwa dia akan
kehilangan hak dan kewajibannya dalam pekerjaan dan masyrakat. Misalnya seperti kedudukan,
kekayaan, dan pendidikan.
3. Rasa tidak mampu.
Rasa tidak mampu yang dimiliki oleh karyawan dalam mengatasi dan mencegah munculnya ancaman yang
berpengaruh terhadap kelangsungan pekerjaanya, bisa menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya job insecurity.

Greenhalgh dan Rosenblatt (dalam Ashford dkk, 1989) menjelaskan beberapa faktor penyebab dari job insecurity antara lain:
1. Kondisi lingkungan dan organisasi
Kondisi lingkungan dan organisasi bisa dijelaskan oleh beberapa aspek seperti: komunikasi organisasional dan perubahan organisasional dengan dilakukannya downsizing, restrukturisasi, dan merger oleh perusahaan.
2. karakteristik individual dan jabatan pekerja
Bisa terdiri dari: usia,gender, senioritas, pendidikan, posisi di perusahaan, latar belakang budaya, status, sosial ekonomi, dan pengalaman kerja.
3. karakteristik personal pekerja.
Karakteristik personal pekerja dapat mempengaruhi job insecurity misalnya: locus of control, self esteem, dan perasaan optimis maupun pesimis.

Dampak dari Job Insecurity
1. Stres
Job insecurity dapat menyebabkan rasa takut, kehilangan kemampuan, kecemasan. Pada akhirnya jika dibiarkan terus menerus akan menimbulkan stress pada karyawan
2. Keinginan Untuk Mencari Pekerjaan Baru
Ketika karyawan merasa terancam di lingkungan kerja tersebut dan ia merasa tidak nyaman, besar kemungkinan untuk dia bisa mencari pekerjaan baru lagi.
3. Komitmen Yang Menghilang Terhadap Perusahaan
Job insecurity bisa disebabkan karena adanya perubahan di dala, perusahaan, Jika perubahan ini membuat tidak nyaman karyawan, maka hal ini akan membuat karyawan kehilangan kepercayaan kepada perusahaan sehingga komitmen mereka juga akan menurun.
4. Kepuasan Kerja Yang Rendah
Kepuasan kerja yang rendah ini disebabkan karena adanya job insecurity. Karyawan yang merasa terancam dengan keberlanjutan masa depan mereka di perusahaan akan otomatis mempengaruhi kinerja dan kepuasaan kerja mereka.
5. Motivasi Kerja
Perubahan yang dilakukan oleh perusahaan akan membuat dampak negative atau positif bagi karyawan. Bagi mereka yang merasa perubahan di perusahaan menyebabkan dampak negative, tentu saja akan mempengaruhi motivasi mereka dalam bekerja di perusahaan.

Itu adalah penjelasan singkat mengenai Job Insecurity. Job Insecurity dapat menyerang siapa saja. Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan mental anda terutama ketika bekerja, karena pikiran yang sehat akan bisa menghasilkan produktivitas yang lebih baik lagi. Harapannya setelah membaca artikel ini anda dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai job insecurity.
Semoga artikel ini membantu!

Referensi:
Audina, V., & Kusmayadi, T. (2018). Pengaruh Job Insecurity Dan Job Stress Terhadap Turnover Intention. JSMA (Jurnal Sains Manajemen dan Akuntansi), 10(1), 85-101.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *