Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenali Gangguan Makan “Bulimia Nervosa”

Apakah kalian pernah mendengar tentang Bulimia Nervosa?
Bulimia Nervosa merupakan salah satu jenis gangguan makan yang ditandai dengan kondisi, ketika individu mengkonsumsi makanan hal itu dapat berlangsung dengan cepat dan banyak (makan di luar porsi normal) namun, setelah selesai makan akan segera dimuntahkan kembali dengan tujuan sebagai kompensasi. Mereka dapat mengkonsumsi kurang lebih 20.000 kalori dalam 8 jam. Individu dengan Bulimia paham jika mereka mengalami Bulimia, namun mereka kesulitan untuk mengontrol pola makannya. Mereka sering makan secara berlebihan dan kemudian mengeluarkannya kembali dengan berbagai cara, misalnya memakai obat pencahar atau memuntahkannya.
Berbeda dengan Anoreksia, penderita Bulimia bisa mempertahankan berat badan normal sesuai usianya. Tetapi seperti orang-orang dengan Anoreksia, mereka juga takut dengan pertambahan berat badan.

Gejala Bulimia Nervosa
Menurut DSM-5, gejala umum bulimia nervosa meliputi:
1. Episode yang terus berulang, ditandai dengan makan dalam periode waktu tertentu misal dua jam
dengan jumlah makanan yang jauh lebih besar daripada porsi normal pada umumnya.
2. Tidak bisa mengontrol diri terhadap perilaku makan dan apa yang dimakan
Perilaku kompensasi berulang untuk mencegah penambahan berat badan, seperti memuntahkan makanan, 3. Penggunaan obat pencahar, olahraga berlebihan.
4. Radang kronis dan sakit tenggorokan
5. Pembengkakan kelenjar di leher dan di bawah rahang
6. Email gigi yang memudar dan gigi yang sensitif serta membusuk akibat terus menerus terpapar asam
dari perut.
7. Gangguan refluks asam (gastroesophageal reflux disorder, atau GERD) Gangguan usus
8. Iritasi usus karena penggunaan obat pencahar yang berlebihan
9. Masalah ginjal
10.Dehidrasi berat dari pembersihan cairan

Bulimia dibagi menjadi 3 kategori yaitu, ringan, sedang, berat. Semua kategori ditentukkan berdasarkan seberapa sering kompensasi dilakukan.

Penyebab
1. Budaya, bahwa memiliki berat badan kurus adalah sebuah standar yang harus dipenuhi
2. Genetis, keluarga dengan pengidap Bulimia lebih mudah mewariskannya kepada generasi selanjutnya.
3. Stres, yang disebabkan perubahan lingkungan dan kesulitan adaptasi.
4. Kepribadian, Penderita Bulimia seringkali memiliki pandangan rendah terhadap diri mereka sendiri.
Penyembuhan
1. Terapi Perilaku Kognitif
2. Terapi Interpersonal
3. Pemberian Anti Depresan (melalui pengawasan dokter)
4. Melakukan Konsultasi Nutrisi

Referensi:
American Psychiatric Association, A. (1980). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (Vol. 3). Washington, DC: American Psychiatric Association.

Bell, C., Bulik, C., Clayton, P., Crow, S., Davis, D. M., DeMaso, D. R., … & Wonderlich, S. (2000). Practice guideline for the treatment of patients with eating disorders (revision). American Psychiatric Association Work Group on Eating Disorders. The American journal of psychiatry, 157(1 Suppl).

https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/bulimia-nervosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *