Kalian pasti tidak asing dengan kutipan ” Peraturan dibuat untuk dilanggar “. Jika kalian setuju dengan kutipan tersebut, tanda nya kalian mengalami ‘Reverse psychology’. Sebelum itu, apa sih ‘Reverse psychology’ itu? Fenomena ini merupakan salahsatu teknik manupulasi yang sering digunakan dimana seseorang secara sadar tetap melakukan hal yang sebaiknya tidak dilakukan (berperilaku terbalik). Beberapa hal ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu sedang menggunakan reverse psychology.
- Sengaja mengatakan hal yang terlalu negatif dengan tujuan ingin melihat reaksi.
- Kalian merasa seseorang ingin kalian menuruti perkataan nya tetapi mereka tidak membuat permintaan langsung.
- Kalian merasa seseorang terus menerus mengatakan atau meminta hal yang sama sehingga, kalian memilih untuk tidak melakukan nya.
- Mereka memiliki lebih banyak keuntungan jika Anda melakukan kebalikan dari apa yang mereka sarankan.
- Perkataan mereka tidak konsisten dengan perkataan mereka sebelumnya.
Nah, karena teknik ini paling banyak dilakukan, apa aja sih dampak yang ditimbulkan dari reverse psychology ini?
- Dampak positif nya ialah orangtua bisa melarang anaknya untuk mengonsumsi sayuran sehingga, rasa penasaran anak muncul hingga anak akan mencoba mengonsumsi sayuran dengan sendirinya. Selain itu, teknik ini bisa membantu seseorang termasuk guru agar tahu bagaimana cara menghadapi murid yang tidak menaati peraturan.
- Dampak negatif dari teknik ini tentunya menghasilkan banyak pembohong dan pelanggar peraturan.
Jadi, gimana nih apakah kalian juga sering menggunakan reverse psychology? 🙂
Referensi:
Macdonald, Geoff & Nail, Paul & Harper, Jesse. (2011). Do people use reverse psychology? An exploration of strategic self-anticonformity. Social Influence. 6. 1-14. 10.1080/15534510.2010.517282.