Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Personal Branding

Halo Sobat Psike! Bagi kamu yang sedang atau pernah memiliki pengalaman di dunia kerja, kamu pasti pernah mengikuti wawancara dan ditanya tentang kelebihanmu saat wawancara tersebut. Terkadang, para HR juga akan menanyakan apa sesuatu dari dalam diri yang membuat perusahaan harus merekrutmu ke dalam bagian dari perusahaan tersebut. Tentunya kamu akan menceritakan hal-hal yang spesial pada dirimu yang membuatmu berbeda dari orang lain agar para HR terkesan dan ingin merekrutmu, bukan? Kali ini, psike akan membahas tentang personal branding, dan bagaimana individu menciptakan personal branding dalam dirinya.

Definisi

Tidak lain tidak bukan, kita harus mengetahui terlebih dahulu dari personal branding. Apa sih yang dimaksud dengan personal branding?

Personal brand adalah gambaran dan persepsi yang tercipta di benak orang ketika melihat atau mendengar nama seseorang. Personal brand yang diinginkan dapat secara efektif mengomunikasikan nilai unik individu, dan membedakannya dari pesaingnya. Sedangkan personal branding merupakan perilaku yang dilakukan orang tersebut saat menunjukkan dirinya. Secara kasar, personal branding merupakan cara seseorang dalam “menjual” dirinya dalam bentuk kualifikasi pribadi, seperti keterampilan, kompetensi, pengalaman, atau keahlian. Penampilan yang menarik merupakan personal branding.

Tidak hanya memberi tahu tentang kualifikasi yang dimiliki, tetapi juga bagaimana cara individu mengomunikasikan dan memersuasifkan dirinya termasuk ke dalam personal branding.

Kunci Penentu Personal Brand yang Berhasil

Bagi para praktisi yang menjadi objek dalam personal branding, ada beberapa faktor kunci yang akan menentukan apakah personal brand itu meyakinkan:

1. Predictability

Personal brand seseorang akan berhasil apabila ia mampu mematahkan prediksi dari objek yang menerima personal branding. Hal tersebut berarti ia dapat membuat mereka terkesan atau bahkan terkejut.

2. Consistency

Dalam memasarkan kualifikasi, mungkin ada beberapa individu yang melebih-lebihkan kemampuannya agar menjadi poin plus bagi para HR. Hal ini tentunya tidak berdampak baik apabila hal yang dilebih-lebihkan tersebut ternyata menyimpang dari kemampuan yang sebenarnya dan menunjukkan ketidakmampuan individu dalam berkonsisten terhadap apa yang disampaikan.

3. Familiarity

Kepercayaan dibangun dari waktu ke waktu. Personal brand dapat dikatakan berhasil apabila ia mampu mempertahankan citra dirinya, karena hal itu akan dianggap sebagai nilai diri yang sesungguhnya. Maka dari itu, dalam menciptakan personal brand, seseorang harus menjadi diri sendiri terlebih dahulu.

4. Longetivity

Personal brand tidak hanya berlaku ketika seseorang mencari pekerjaan, tetapi sebagai bekal bagaimana ia akan mempertahankan pekerjaannya kelak. Untuk menjadi seorang pemimpin, individu harus membangun sesuatu yang berkelanjutan,dan hal itu tidak bisa berubah setiap saat. Ketika individu menciptakan personal brand, ia harus tahu apa yang akan ia lakukan dalam jangka panjang dengan personal brand tersebut.

Manfaat Memiliki Personal Brand

Manfaat secara umum dari personal branding ketika bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, mencari kemajuan dalam pekerjaan atau profesi tertentu, atau mengejar jalur karir yang mengarah ke pendapatan finansial yang lebih tinggi. Hal ini biasanya terjadi pada individu dengan pekerjaan spesifik, seperti atlet, selebriti, dan motivator. Mereka biasanya akan menjadi rekomendasi bagi para perusahaan yang bergelut dibidang tersbeut.

Personal branding juga berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi risiko. Ketika seseorang memiliki “nama”, ia tidak akan terlalu kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Itulah sekilas mengenai personal branding. Jika kamu ingin mengembangkan personal brandmu, kamu dapat menentukan terlebih dahuli kemampuan apa yang kamu miliki, kelebihan apa yang kamu punya, serta bagaimana cara kamu mengemas kelebihanmu.

Referensi:

Gorbatov, S., Khapova, S. N., & Lysova, E. I. (2018). Personal branding: interdisciplinary systematic review and research agenda. Frontiers in psychology, 9, 2238. DOI: 10.3389/fpsyg.2018.02238.

Nugraha, M. T., Dwimaida, D., Hasan L., & Setiowati R. (2020). How Personal Branding Affects Millennials’ Career. Psychology and Education Journal, 57(9). 194-205. https://doi.org/10.17762/pae.v57i9.263.

Ritvo, E. (2013). Personal branding and brain science. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/vitality/201307/personal-branding-and-brain-science.

Scheidt, S., Gelhard, C., & Henseler, J. (2020). Old practice, but young research field: A systematic bibliographic review of personal branding. Frontiers in psychology, 11, 1809. DOI: 10.3389/fpsyg.2020.01809.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *