Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Kepatuhan

Kepatuhan  berasal  dari  kata  patuh.  Menurut   KBBI   (Kamus   Besar   Bahasa  Indonesia),   patuh   berarti   suka   menurut  perintah,  taat  kepada  perintah  atau  aturan  dan berdisiplin. Menurut Taylor  kepatuhan  adalah  memenuhi  permintaan  orang lain, didefinisikan  sebagai  suatu  tindakan  atau perbuatan   yang   dilakukan   berdasarkan keinginan  orang  lain  atau  melakukan  apa  apa yang diminta oleh orang lain. Menurut Blass (dalam Kusumadewi, 2012), kepatuhan adalah menerima perintah-perintah dari orang lain. Kepatuhan dapat terjadi dalam bentuk apapun, selama individu tersebut menunjukkan perilaku taat terhadap sesuatu atau seseorang. Ada tiga dimensi kepatuhan terhadap peraturan, yaitu mempercayai (belief), menerima (accept), dan melakukan (act).

 

Dimensi Kepatuhan

Menurut Darley dan Blass (Dalam Hartono, 2006 ) kepatuhan terdiri atas dimensi  sebagai berikut :

1. Mempercayai (belief)

Individu lebih patuh apabila mereka percaya bahwa tujuan dari dibentuknya suatu peraturan itu merupakan sesuatu yang penting. Individu percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil oleh orang yang memberi perintah atau biasa disebut pemimpin, percaya pada motif pemimpin dan menggangap bahwa individu tersebut bagian dari organisasi atau kelompok yang ada dan memiliki aturan yang harus diikuti.

2. Menerima (accept)

Individu yang patuh menerima dengan sepenuh hati perintah dan permintaan yang ada dalam peraturan yang telah dipercayainya. Mempercayai dan menerima merupakan aspek yang berkaitan dengan sikap individu.

3. Melakukan (act)

Melakukan dan memilih taat terhadap peraturan dengan sepenuh hati dan dalam keadaan sadar. Melakukan sesuatu yang diperintahkan atau menjalankan suatu aturan dengan baik, maka idividu tersebut bisa dikatakan telah memenuhi aspek – aspek dari kepatuhan.

 

Dimensi  tersebut, kemudian di kategorikan oleh Darley dan Blass (dalam Hartono,2006) kedalam dua kategori, yaitu aspek mempercayai (belief) dan menerima (accept) merupakan aspek kepatuhan yang terkait dengan sikap. Sedangkan melakukan (act) merupakan aspek kepatuhan yang terkait dengan perilaku atau tingkah laku seseorang.

 

Bentuk Kepatuhan

Di   dalam   kepatuhan   ada   tiga   bentuk perilaku yaitu (Nanda dan Abdul, 2016) :

1. Konformitas

Konformitas   adalah   suatu   jenis pengaruh     sosial     dimana     individu mengubah    sikap    dan    tingkah    laku mereka   agar   sesuai   dengan   norma sosial yang ada.

2. Penerimaan

Penerimaan  adalah  kecenderungan     orang     mau     dipengaruhi     oleh  komunikasi persuasif dari orang yang berpengetahuan  luas  atau  orang  yang  disukai.  Dan  merupakan  juga  tindakan  yang   dilakukan   dengan   senang   hati karena  percaya  terhadap  tekanan  atau norma   sosial   dalam  kelompok   atau masyarakat.

3. Ketaatan

Ketaatan merupakan suatu bentuk perilaku  menyerahkan  diri  sepenuhnya pada  pihak  yang  memiliki  wewenang, bukan   terletak   pada   kemarahan   atau agresi   yang   meningkat, tetapi   lebih pada  bentuk  hubungan  mereka  dengan pihak yang berwenang.

 

 

Referensi :

Andriyuni, Noci Hibah (2018) Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Kepatuhan Santri pada Peraturan di Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar Jombang. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, hlm 2 dan 3.

Fauzia, Riris (2016) Hubungan Self Control Dengan Kepatuhan Tata Tertib pada Siswa Madrasah Aliyah. Skripsi sarjana, UIN Sunan Ampel Surabaya, hlm 15-17.

Purwanti, Nanda dan Abdul Amin. (2016). KEPATUHAN DITINJAU DARI KEPRIBADIAN EKSTROVERT-INTROVERT. Jurnal Psikologi, Vol.3 No.2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *