Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Exposure Therapy

Apakah anda pernah mendengar tentang terapi eksposur atau terapi eksposur?

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika mendengar tentang “terapi exposure”?

Terapi exposure atau terapi paparan adalah bentuk terapi perilaku yang dirancang untuk membantu menghadapi ketakutan berlebihan atau fobia. Saat anda memiliki  ketakutan pada suatu objek atau aktivitas tertentu, Anda mungkin menghindarinya. Misalnya, jika takut dengan ruang tertutup, anda mungkin akan menghindari untuk naik lift atau berada di suatu ruangan yang kecil. Menghindari ketakutan mungkin akan memberikan ketenangan, namun itu hanya bersifat jangka pendek. Jika tidak segera diatasi ketakutan tersebut akan semakin memburuk.

Terapi eksposur dapat membantu memutus siklus ketakutan dan mengurangi perilaku penghindaran. Ini melibatkan proses pengeksposan ke sumber ketakutan anda di lingkungan yang aman. Terapi eksposur bertujuan untuk membantu anda mengatasi takut sehingga objek, aktivitas, atau situasi tertentu tidak akan menyebabkan kecemasan.

Jenis Terapi Eksposur

Terapi pemaparan dapat membantu mengobati beberapa kondisi, termasuk fobia, gangguan kecemasan umum, dan gangguan kecemasan sosial. Berikut adalah beberapa jenis terapi eksposur beserta penjelasannya. Sebelum beralih ke jenis-jenis terapi eksposur, kita akan mengenal terlebih dahulu bagaimana teknik yang digunakan.

Teknik

Terapi pemaparan dapat bergerak pada kecepatan yang berbeda dan semua bergantung pada teknik dan kemampuan individu dalam merespon, berikut adalah beberapa teknik dalam terapi eksposur:

  • Eksposur bergradasi:Ini memaparkan Anda pada sumber ketakutan Anda secara bertahap dengan menaiki tangga selangkah demi selangkah. Jadi, misalnya, jika Anda memiliki ketakutan terhadap jarum, langkah-langkahnya bisa dimulai dengan melihat gambar jarum, memiliki jarum tertutup di dekat Anda, memegang jarum, dll., sampai Anda dapat melakukan apa yang paling Anda takuti, yaitu mendapatkan suntikan.
  • Desensitisasi sistematis: Metode ini dapat mencakup latihan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, imajinasi terbimbing,dan relaksasi otot.
  • Flooding :Metode ini melibatkan mengekspos Anda ke tingkat tertinggi tangga sekaligus. Terapis dapat menggunakan Flooding jika rasa takut Anda mengganggu kemampuan Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Metode ini dapat mengurangi ketakutan anda dengan cepat, namun juga bisa menimbulkan trauma. Metode ini hanya dipertimbangkan ketika ketakutan anda memang sudah berkurang secara signifikan.

In Vivo Exposure

Exposure in vivo melibatkan pendekatan langsung terhadap stimulus atau situasi yang ditakuti secara nyata dan pada saat itu juga. Misalnya, jika ada seorang remaja yang sangat takut berpisah dengan orangtuanya sehingga menyebabkan ia tidak bisa belajar mandiri, maka remaja akan dilatih untuk berpisah secara bertahap dengan orangtuanya dalam berbagai kondisi. Tentu saja semua ini harus beserta izin orangtua dengan pengawasan dokter atau terapis.

Imaginal Exposure

Imaginal Exposure dilakukan dengan membayangkan situasi yang ditakuti menjadi kenyataan dengan sangat spesifik. Jadi, misalnya, jika Anda memiliki fobia muntah, Anda mungkin tidak akan didorong untuk makan sesuatu yang sengaja dimuntahkan sebagai paparan.

Sebagai gantinya, seorang terapis mungkin meminta Anda untuk menjelaskan dalam narasi tertulis apa yang Anda bayangkan mengenai apa yang terjadi jika Anda muntah, mungkin di depan umum. Kalian mungkin akan diminta membaca hal tersebut berulang kali hingga bosan. Inti dari imaginal exposure adalah untuk membuat anda bosan dengan ketakutan anda.

Interoceptive Exposure

Interoceptive Exposure dapat membantu mengatasi sensasi fisik yang ditakuti, biasanya digunakan bagi mereka yang menderita Panic attack atau serangan panik. Misalnya, terapis Anda mungkin meminta Anda melakukan olahraga jumping jacks selama satu menit untuk meningkatkan detak jantung Anda. Anda akhirnya akan belajar bahwa ini tidak berbahaya bagi jantung.

Virtual Reality Exposure

Virtual Reality Exposure adalah pendekatan yang lebih baru yang memungkinkan Anda menghadapi ketakutan Anda menggunakan realitas virtual. Misalnya anda memiliki ketakutan terhadap ketinggian tau terbang maka anda dapat menyaksikan sebuah video mengenai ketinggian atau terbang secara virtual.

Manfaat Terapi Eksposur

Menurut Courtney DeAngelis, PsyD yang merupakan seorang psikolog klinis di Columbia University Medical Therapy, ada beberapa manfaat terapi eksposur, antara lain:

  • Pembiasaan:Ketika anda sering memaparkan diri pada ketakutan, lama-kelamaan anda akan mulai terbiasa dan bisa menghadapi ketakutan tersebut sedikit demi sedikit.
  • Mengatasi Pikiran Negatif:Terapi pemaparan dapat menawarkan lingkungan yang aman bagi Anda untuk belajar bahwa situasi yang Anda takuti tidak akan menimbulkan ancaman. Hal ini dapat membantu anda untuk mengurangi pikiran negatif yang ada dalam diri anda.
  • Pemrosesan emosi:Bentuk terapi ini dapat membantu Anda mengeksplorasi dan memahami darimanasumber ketakutan Anda.Terapi ini juga dapat membantu Anda mengganti respons naluriah Anda dengan pemikiran dan keyakinan yang lebih realistis tentang situasi yang ditakuti dan membuat Anda lebih mampu untuk menghadapi ketakutan dan kecemasan.
  • Efikasi Diri:Seiring waktu, terapi pemaparan dapat membantu Anda menyadari bahwa Anda dapat menghadapi situasi yang Anda takuti dan mengelola kecemasan yang ditimbulkannya. Membuat anda memiliki keyakinan diri bahwa anda mampu dan bisa menghadapi ketakutan tersebut.

Selain manfaat, terapi eksposur juga memiliki beberapa kekurangan yaitu:

  • Gejala dapat kembali:Gejala dapat kembali swaktu-waktu terutama jika terapi tidak diselesaikan hingga tuntas, maka resiko gejala kembali akan lebih besar.
  • Kondisi simulasi tidak selalu merefleksikan keadaan sesungguhnya:Kondisi dalam terapi eksposur tidak selalu mencerminkan kenyataan. Jadi, seseorang dengan PTSD, misalnya, mungkin dapat menangani kondisi simulasi di tempat terapi tetapi mungkin akan kesu;itan atau bahkan tidak dapat mengatasi situasi jika itu muncul dalam kenyataan di luar tempat terapi.

Terlepas dari kekurangan yang dimiliki, terapi eksposur bisa dipertimbangkan untuk mengatasi berbagai pemasalahan tentang ketakutan berlebihan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selain itu, tenaga ahli profesional yang terlatih dan berlisensi juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan proses terapi ini.

 

Referensi:

  1. Hezel DM, Simpson HB. Exposure and response prevention for obsessive-compulsive disorder: a review and new directions. Indian J Psychiatry. 2019;61(Suppl 1):S85-S92. doi:10.4103/psychiatry.IndianJPsychiatry_516_18
  2. Kaczkurkin AN, Foa EB. Cognitive-behavioral therapy for anxiety disorders: an update on the empirical evidence. Dialogues Clin Neurosci. 2015;17(3):337-346. doi:10.31887/DCNS.2015.17.3/akaczkurkin
  3. Lange I, Goossens L, Leibold N, et al. Brain and behavior changes following exposure therapy predict outcome at 8-year follow-up. Psychother Psychosom. 2016;85(4):238-240. doi:10.1159/000442292
  4. Markowitz S, Fanselow M. Exposure therapy for post-traumatic stress disorder: factors of limited success and possible alternative treatment. Brain Sci. 2020;10(3):167. doi:10.3390/brainsci10030167
  5. Reid AM, Guzick AG, Fernandez AG, et al. Exposure therapy for youth with anxiety: Utilization rates and predictors of implementation in a sample of practicing clinicians from across the United States. J Anxiety Disord. 2018;58:8-17. doi:10.1016/j.janxdis.2018.06.002
  6. https://www.verywellmind.com/exposure-therapy-definition-techniques-and-efficacy-5190514
  7. Mustajab, Q. A., & Suryaningrum, C. (2020). Terapi perilaku dengan teknik eksposur untuk mengatasi fobia spesifik (jarum suntik). Procedia: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 8(3).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *