Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Menanamkan Self Compassion dalam Diri

Sebagai manusia, tentunya kita bukanlah makhluk yang sempurna. Terkadang, kita menyadari bahwa diri kita mempunyai lebih banyak kekurangan daripada kelebihan. Ada individu yang merasa tertekan dengan kekurangan yang dimilikinya. Namun, ada pula individu yang memahami bahwa kekurangan bukanlah hal yang harus ditakuti. Sobat Psike termasuk orang yang mana nih? Kali ini, kita akan membahas tentang self compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri.

Definisi Self-Compassion

Self compassion yaitu bersikap lembut, baik hati, dan pengertian dengan diri sendiri; menerima bahwa kamu tidak sempurna; dan memahami bahwa ada potensi untuk belajar dan berkembang dalam setiap kesalahan yang kamu buat. Self compassion membuat dirimu mengerti bahwa kekurangan atau kesalahan yang ada pada dirimu bukanlah hal yang harus kamu hindari, melainkan dapat kamu jadikan pembelajaran kedepannya agar kamu semakin berkembang dan dewasa dalam hal pemikiran.

Elemen dalam Self Compassion

Ada tiga elemen yang menjadi dasar tumbuhnya self compassion:

1. Self-kindness vs. Self-judgment

Tumbuhnya self compassion memerlukan sikap hangat dan pengertian terhadap diri sendiri ketika kita menderita, gagal, atau merasa tidak mampu, daripada mengabaikan rasa sakit atau justru menyalahkan diri sendiri. Orang dengan self compassion menyadari bahwa menjadi tidak sempurna, gagal, dan mengalami kesulitan hidup bukan sesuatu yang dapat dihindari, sehingga mereka cenderung bersikap lembut pada diri sendiri ketika dihadapkan dengan pengalaman yang menyakitkan daripada menjadi marah dan tidak menerima ketika hidup tidak sesuai dengan keinginan/ekspektasi.

Ketika kenyataan ini disangkal atau tidak mampu diterima, individu akan mengalami stres, frustrasi, dan mengkritik dirinya sendiri. Ketika kenyataan ini diterima dengan keikhlasan dan kebaikan, individu akan merasakan ketenangan dalam diri, karena hidup tidak selalu sesuai dengan rencana.

2. Common humanity vs. Isolation

Seseorang kadang merasa frustrasi karena tidak memiliki hal-hal persis seperti yang diinginkan. Lalu, kemudian ada rasa ingin mengisolasi diri seolah-olah “saya” adalah satu-satunya orang yang menderita atau membuat kesalahan. Namun, semua manusia memiliki penderitaan masing-masing. Manusia itu fana, rentan dan tidak sempurna.

Oleh karena itu, self compassion melibatkan pengakuan bahwa penderitaan dan ketidakmampuan pribadi adalah bagian dari pengalaman semua manusia dan merupakan sesuatu yang dapat kita lalui daripada hanya berputar pada penderitaan diri sendiri.

3. Mindfulness vs. Over-identification

Self-compassion juga membutuhkan pendekatan yang seimbang terhadap emosi negatif kita sehingga perasaan tidak ditekan atau dilebih-lebihkan. Sikap seimbang ini berasal dari proses menghubungkan pengalaman pribadi dengan pengalaman orang lain yang juga menderita, sehingga menempatkan situasi kita sendiri ke dalam perspektif yang lebih besar. Hal itu dapat terjadi jika kita dapat mengamati pikiran dan emosi negatif kita dengan keterbukaan dan kejernihan, sehingga disimpan dalam kesadaran penuh perhatian.

Perhatian penuh (mindfulness) adalah keadaan pikiran yang tidak menghakimi di mana seseorang mengamati pikiran dan perasaan apa adanya, tanpa berusaha menekan atau menyangkalnya. Kita tidak bisa mengabaikan rasa sakit kita dan merasakan belas kasihan untuk itu pada saat yang sama. Mindfulness membuat diri kita tidak “terlalu diidentifikasi” dengan pikiran dan perasaan, sehingga kita terperangkap hanya oleh hal-hal negatif.

Cara Menumbuhkan Self Compassion

Memiliki self compassion tentunya membuat diri lebih tenang karena dipenuhi oleh pemikiran dan emosi yang positif, sehingga aktivitas sehari-hari tidak akan terhambat dan mental pun lebih sejahtera. Ada beberapa cara yang dapat menumbuhkan compassion dalam diri kita, diantaranya:

  1. Latihan memaafkan. Jangan menekan dirimu atas kesalahan yang kamu lakukan. Maafkanlah dirimu, buat pemikiran bahwa membuat kesalahan itu wajar bagi seorang manusia.
  2. Grow your mindset. Jangan hanya berputar pada kesalahan atau kekurangan. Lebih baik kamu memikirkan apa yang harus kamu lakukan untuk menemukan solusinya dan bukan berfokus pada kesalahanmu saja.
  3. Bersyukur. Bersyukur dapat membuatmu lebih memikirkan hal-hal positif yang sudah kamu dapatkan daripada memikirkan hal-hal negatif yang sudah kamu lakukan.
  4. Be mindful. Mindfulness akan membuatmu lebih mencoba untuk tidak menekan dirimu sendiri. Kamu bisa membaca lebih lengkap tentang mindfulness pada artikel ini https://dictio.id/mindfulness-untuk-mental-yang-lebih-positif/

Sudah dapat mempraktikkan self compassion?

Referensi:

Neff, K. D. (2011). Self‐compassion, self‐esteem, and well‐being. Social and personality psychology compass, 5(1), 1-12.

Neff, K. (2021). Self compassion. Retrieved from https://self-compassion.org/the-three-elements-of-self-compassion-2/

Neff, K. D. & Germer, C. (2017). Self-Compassion and Psychological Wellbeing. In J.
Doty (Ed.) Oxford Handbook of Compassion Science, Chap. 27. Oxford University Press.

Ohlin, B. (2021). 5 steps to develop self compassion and overcome your inner critic. Retrieved from https://positivepsychology.com/self-compassion-5-steps/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *