Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kehamilan dan Stres

Masa mengandung bagi ibu selama 9 bulan merupakan masa dimana seorang ibu harus memiliki pola hidup yang berbeda dari sebelum kehamilan. Seorang ibu yang mengandung bayi harus terpenuhi nutrisi dan juga kesehatan mentalnya. Salah satu bentuk risiko masalah mental yang dapat dihadapi oleh seorang ibu ketika hamil adalah stres. Stres memang wajar terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi ibu hamil. Stres akibat masalah-masalah dalam pekerjaan, rumah tangga, ataupun sosial masyarakat dapat menjadi sumber stres.

Bagi setiap ibu hamil memiliki penyebab stres mereka masing-masing dan tidak sama antara satu orang dengan yang lainnya. Ada beberapa penyebab umum seorang ibu hamil mengalami stres, diantaranya:

  1. Ibu hamil akan merasa tidak nyaman ketika mengandung, ada beberapa respon tubuh yang memberi rasa tidak nyaman seperti konstipasi/sembelit, sakit punggung/pinggang, morning sickness, dan rasa kelelahan selama mengandung.
  2. Perubahan hormon yang mengakibatkan perubahan suasana hati (mood). Ibu hamil yang mengalami perubahan hormon selama masa mengandung akan kesulitan untuk menangani perubahan suasana hati yang dapat mengakibatkan stres.
  3. Pikiran dan rasa khawatir tentang keadaan bayi membuat ibu hamil dapat merasakan stres karena harus memberikan yang terbaik bagi kandungannya.
  4. Kekhawatiran tentang pekerjaan dan pengasuhan bayi ketika melahirkan. Seorang ibu yang berkarir akan merasa stres memikirkan pekerjaan dan pengasuhan anak ketika sudah melahirkan.

Stres yang dialami oleh seorang ibu hamil dan tidak adanya usaha untuk mengurangi dampak stres dapat memberikan dampak negatif bagi ibu hamil. Stres yang berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan ibu hamil. Dampak yang ditimbulkan seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Selain itu, stres pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan) atau juga bayi yang lahir dengan berat badang kurang. Stres pada ibu hamil sebisa mungkin segera ditangani baik oleh pribadi ataupun memerlukan bantuan dari orang lain. Dukungan sosial selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi ibu hamil untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dapat berpotensi menimbulkan stres berkepanjangan.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai stres dan kehamilan. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pemahaman bagi para sobat Psike.

 

 

References:

  1. Dunkel Schetter, C., & Tanner, L. (2012). Anxiety, depression and stress in pregnancy: implications for mothers, children, research, and practice. Current opinion in psychiatry, 25(2), 141–148. https://doi.org/10.1097/YCO.0b013e3283503680.
  2. March Of Dimes. (2019). Stress and pregnancy. Diakses: https://www.marchofdimes.org/complications/stress-and-pregnancy.aspx. Diakses pada 18 Oktober 2021.
  3. Department of Health of Australian Governement. (2020). Stress and pregnancy. Diakses: https://www.pregnancybirthbaby.org.au/stress-and-pregnancy. Diakses pada 18 Oktober 2021.
  4. Utomo, Y., & Sudjiwanati, S. (2018). Pengaruh dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di rumah sakit bersalin pemerintah kota malang. PSIKOVIDYA, 22(2), 197-223. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v22i2.117.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *