Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Keadilan Dalam Hubungan Romantis

Hatfield dan Rapson (1993), mengatakan bahwa ahli psikolog sosial sadar bahwa dari waktu ke waktu suatu hubungan akan berubah. Dalam “Intimate relationships”, Perlman dan Duck (1986) berpendapat bahwa hubungan memiliki beberapa tahap. Mereka mengelompokkannya menjadi inisiasi, pemeliharaan, masalah, perbaikan, dan pemberhentian hubungan.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat kesadaran pasangan terkait keadilan dalam hubungan tergantung pada tahap hubungan yang sedang terjadi. Saat pertama saling jatuh cinta, kesadaran terkait keadilan dalam hubungan berada pada tingkat yang cukup tinggi. Ketika mereka memutuskan untuk komitmen lebih jauh, pasangan cenderung tidak terlalu memerhatikan keadilan dalam hubungan mereka. Saat hubungan memburuk, pasangan mulai cemas tentang, “Apa gunanya hubungan ini?” dan bertanya “Apa aku layak mendapat lebih ?” (Van Lange et al., 2012).

1. Permulaan

Pada fase awal hubungan, Peneliti menemukan (Van Lange et al., 2012):

  • Perempuan dan Laki-laki yang menarik berasumsi bahwa pasangan yang cocok sebaiknya lebih atraktif, cerdas, kaya, dan baik, dari pada orang lain sebayanya.
  • Pasangan yang berkencan akan lebih mudah jatuh cinta ketika merasa hubungan mereka adil.
  • Orang cenderung mencintai pasangan yang memiliki kesamaan dalam kecerdasan, penampilan, kesehatan mental dan fisik, dan pendidikan.
  • Keadilan yang dirasakan merupakan hal penting dalam menciptakan cinta, ketertarikan seksual, dan aktivitas seksual.
  • Hubungan yang adil bersifat memuaskan dan membuat hubungan terasa nyaman, ketidakadilan hubungan lebih cenderung berkaitan dengan stress, rasa bersalah, amarah, dan kecemasan.
  • Hubungan yang adil lebih stabil daripada hubungan yang tidak adil.

Kesimpulannya adalah fase awal suatu hubungan merupakan fase dimana kesadaran terkait keadilan dalam suatu hubungan berada pada tingkat yang cukup tinggi (Van Lange et al., 2012).

2. Komitmen Lebih Jauh

Dalam Teori Ekuitas, Hatfield beserta rekannya (1978, dalam Van Lange et al., 2012) mengatakan hubungan akan mengalami perbedaan sejak pasangan memutuskan untuk komitmen lebih jauh yang ditandai dengan :

  • Intensitas menyukai dan mencintai
  • Kedalaman pertukaran informasi
  • Lamanya hubungan
  • Nilai dari hal-hal yang diberikan
  • Variasi hal-hal yang diberikan
  • Secara bergantian saling memberi
  • From “you” and “me” to “we”

Pada akhirnya, komitmen lebih jauh menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki yang memiliki hubungan berpasangan dalam periode waktu yang sangat lama lebih bisa menolerir ketidakadilan daripada yang tidak, pada akhirnya mereka sangat memerhatikan bagaimana penghargaan dan keadilan hubungan mereka (Van Lange et al., 2012).

3. Akhir Hubungan

Hatfield (1978, dalam Van Lange et al., 2012) mengatakan jika perempuan dan laki-laki diperlakukan tidak adil dalam jangka waktu yang panjang, mereka mulai berpikir “apakah ia mencintaiku? Jika iya, mengapa ia memperlakukanku secara tidak adil?”. Tidak dapat dipungkiri ketika pasangan memutuskan hubungan mereka/menceraikan pasangan mereka berarti mereka berpikir telah mengalami kerugian karena ketidakadilan hubungan.

Untuk mengatasi hubungan yang tidak seimbang dan mengurangi stress atau ketidakpuasan dalam hubungan, para ahli mengusulkan bahwa pasangan dapat mengatasinya dengan 3 cara (Van Lange et al., 2012):

  • Pemulihan ekuitas aktual. Dengan cara memperbaiki hal yang tidak adil, atau bicara kepada pasangan agar memperbaiki hal yang tidak adil.
  • Pemulihan ekuitas psikologis. Banyak orang melakukan teknik imajinatif dengan cara “menganggap adil yang tidak adil”. Contohnya : Seorang istri dimarahi oleh suaminya, kemudian ia berpikir suaminya memarahinya karena kesalahannya, dan itu merupakan hal yang wajar.
  • Memutuskan hubungan. Jika pasangan tidak dapat memulihkan keseimbangan keadilan hubungan, mereka dapat memutuskan atau mengakhiri hubungan tersebut. Contohnya adalah suami istri bercerai karena hubungan tidak lagi seimbang dan kedua pihak sudah merasa dirugikan atas hubungan tersebut.

 

Semoga Bermanfaatt!!

Sumber Gambar: https://www.cahayaperdana.com/2018/09/tips-agar-hubungan-jarak-jauh-ldr-berhasil.html

Referensi:

Van Lange, Arie W., E. Tory. (2012). Handbook of Theories of Social Psychology. Los Angeles: SAGE Publications

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *