Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Mengenal Codependency: Ketika Aku Terlalu Bergantung Pada Orang Lain

Codependency dapat didefinisikan sebagai pola ketergantungan menyakitkan yang dialami seseorang untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain dan perilaku kompulsif sebagai upaya untuk menemukan keamanan, harga diri, dan identitas (Chang, 2012). Codependency mengacu pada ketergantungan mental, emosional, fisik, dan/atau spiritual pada pasangan, teman, atau anggota keluarga. Dr. Renee Exelbert, seorang psikolog mengatakan bahwa istilah ini awalnya diciptakan pada tahun 1950-an dalam konteks Alcoholics Anonymous untuk mendukung pasangan individu yang menyalahgunakan zat, dan yang mengalami kehidupan toxic dari orang-orang yang mereka sayangi (Gould, 2020).

Pikiran, perasaan, penilaian, keputusan, dan sistem kepercayaan individu cenderung fokus pada suasana hati dan perilaku orang lain. Mereka merasa bertanggung jawab atas pasangannya, mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi, mengekspresikan, mengelola emosi, dan menolerir perpisahan. Selain itu, mereka sering bergantung pada perilaku buruk orang lain untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka sendiri. Individu mengurus orang lain tetapi lupa mengurus diri sendiri, dan ini mengakibatkan gangguan perkembangan identitas dan krisis “diri (Fam Ther et al., 2017).

Codependency bisa terjadi dalam berbagai bentuk, ukuran dan berbagai tingkat keparahan. Dr. Mark Mayfield, seorang konselor profesional mengatakan bahwa codependency pada dasarnya, disebabkan karena konsep diri yang buruk dan batasan yang buruk, seperti ketidakmampuan untuk berpendapat atau mengatakan tidak. Dengan demikian, Hubungan codependency dibangun di atas ketidakadilan hubungan yang mempromosikan kebutuhan si penerima, sehingga mengharuskan si pemberi untuk terus-menerus memberi dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Menurut Dr. Mayfield dan Dr. Exelbert, tanda-tanda codependency mungkin mencakup beberapa, tetapi tidak harus semua, berikut ini (Gould, 2020):

  • Merasa ” sangat berhati-hati tentang kata-kata atau tindakan seseorang” untuk menghindari konflik dengan orang lain
  • Merasa perlu untuk menghubungi pasangan dan/atau meminta izin untuk melakukan tugas sehari-hari
  • Sering menjadi orang yang meminta maaf—bahkan jika mereka tidak melakukan kesalahan apa pun.
  • Merasa kasihan pada pasangan bahkan ketika pasangan menyakiti mereka.
  • Melakukan apa pun untuk pasangan, meskipun membuat individu merasa tidak nyaman.
  • Menempatkan orang lain di atas kepentingan individu meskipun seharusnya mereka tidak pantas mendapatkan posisi ini.
  • Individu membutuhkan kebutuhan untuk disukai pasangan agar mereka merasa nyaman dengan diri sendiri.
  • Berjuang untuk menemukan waktu untuk diri sendiri, terutama jika waktu luang individu secara terus menerus digunakan untuk orang lain.
  • Merasa seolah-olah individu kehilangan perasaan tentang diri sendiri atau dalam hubungan.

Setiap orang memiliki orang yang dicintai dan merasa bertanggung jawab atas orang yang dicintainya, namun bisa menjadi tidak sehat ketika identitas seseorang bergantung pada pasangannya. Dr. Exelbert mengatakan bahwa Codependency tidak mengacu pada semua perilaku atau perasaan peduli, melainkan perilaku yang berlebihan hingga tingkat yang tidak sehat. Tanggung jawab untuk hubungan dengan orang lain perlu diiringi dengan tanggung jawab terhadap diri sendiri (Gould, 2020).

Semoga Bermanfaatt!!

 

Sumber Gambar: http://chriskingman.com/blog/love-addiction

Referensi:

Chang, S.-H. (2012). A cultural perspective on codependency and its treatment. Asia Pacific Journal of Counselling and Psychotherapy, 3(1), 50–60. https://doi.org/10.1080/21507686.2011.620973

Fam Ther, C., Lampis, J., Cataudella, S., Busonera, A., & Skowron, E. A. (2017). The Role of Differentiation of Self and Dyadic Adjustment in Predicting Codependency. Contemporary Family Therapy, 39. https://doi.org/10.1007/s10591-017-9403-4

Gould, W. R. (2020, December 8). What Is Codependency? https://www.verywellmind.com/what-is-codependency-5072124

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *