Bukankah memiliki harga diri yang tinggi sangat penting di kehidupan kita? dengan harga diri yang tinggi, kehidupan kita akan lebih bermakna dan berjalan dengan positif. Maka dari itu, kenali yuk tingkat harga diri agar kita dapat mempertahankan harga diri yang tinggi ataupun terhindar dari harga diri yang rendah. Hey kamu! Terutama kamu yang masih remaja, dibaca dengan baik ya…
Harga diri (penghargaan diri) atau Self-esteem merujuk pada evaluasi diri; penghargaan-diri disebut juga martabat-diri (self-worth) atau citra-diri (self-image). Self-esteem adalah keseluruhan cara untuk mengevaluasi diri yang bersifat umum. Self-esteem cenderung tinggi pada masa kanak-kanak akan tetapi menurun drastis selama masa remaja, dan penurunan ini dirasakan lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki (Santrock,2012). Menurut Coopersmith (1967) Self-Esteem adalah evaluasi yang dibuat oleh individu dan biasanya berhubungan dengan penghargaan terhadap dirinya sendiri, hal ini mengekspresikan suatu sikap setuju atau tidak setuju dan menunjukan tingkat dimana individu itu meyakini diri sendiri mampu, penting, berhasil, dan berharga.
Harga diri (self-esteem) dipandang sebagai salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Manakala seseorang tidak dapat menghargai dirinya sendiri, maka akan sulit baginya untuk dapat menghargai orang-orang di sekitarnya.
Lalu bagaimana sih maksud dan contoh dari harga diri yang tinggi-harga diri yang rendah? Kamu perlu tau untuk evaluasi diri dan pengembangan diri kamu kedepannya loh. Untuk mengawali topik, penelitian membuktikan bahwa tingkat self-esteem seorang remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti : gender, ras, status sosial, serta hubungan remaja dengan orang tua dan teman. Yuk kita baca penjelasan dan contohnya
Harga diri yang tinggi
Harga-diri (self-esteem) yang tinggi membantu meningkatkan inisiatif dan perasaan puas pada diri seseorang. Kondisi pribadi yang positif, akan memunculkan sikap yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain dan memiliki resiliensi yang tinggi, yaitu kemampuan untuk bangkit kembali dengan mengatasi tekanan yang dialami.
Remaja yang memiliki harga diri tinggi, akan bangga dengan sikap dan kemampuan yang dimilikinya, serta mampu mempercayai persepsi diri sehingga tidak terpaku pada masalah atau kesulitan diri, memandang kritikan sebagai bahan untuk evaluasi diri, memandang diri sebagai seorang yang bernilai, penting dan berharga, memiliki harapan dan tujuan tinggi, serta berusaha merealisasikan dari lingkungan sosialnya.
Harga diri yang rendah
Remaja yang memiliki self-esteem rendah cenderung menampilkan karakteristik tertentu, seperti memiliki masalah interpersonal, mengalami kegagalan akademis, ketergantungan, depresi, kecemasan, perasaan keterasingan, tidak dicintai, penarikan diri dari situasi sosial, kurangnya kemampuan memecahkan masalah dan pengambilan keputusan, dan kurangnya kepuasan penyelesaian tugas. Selain itu, remaja dengan self-esteem rendah juga memiliki kecenderungan untuk menampilkan perilaku mencari perhatian. Siswa yang mengalami masalah self-esteem rendah, mewujudkannya dalam perilaku menarik diri dari orang lain, menyendiri, tidak mengerjakan PR, bermusuhan dengan teman, dan pemalu.
Remaja yang memiliki harga diri rendah tidak mempunyai kepercayaan diri dan tidak mampu menilai kemampuan dalam dirinya, merasa terasing karena memiliki keyakinan bahwa dirinya tidak dicintai, terlalu lemah dalam mengakui kekurangan, peka terhadap kritik, terbenam dalam masalah-masalah pribadi dan melarikan diri dari interaksi sosial (Coopersmith 1967).
Nah bagaimana nih soal harga diri kamu, apakah sudah tinggi? atau jangan-jangan masih rendah? Kita pertahankan harga diri kita yang tinggi yuk, dan jangan berhenti-tetap berjuang untuk berubah-mengingkatkan harga diri (yang rendah). Semangat selalu ya 💪🏻
Referensi :
B, All Hbasy. (2017). Model Konseling Kelompok Cognitive Behavior Untuk Meningkatkan Self Esteem Siswa SMK. Perspektif Ilmu Pendidikan, 31 (1), 21-35.
Lestari, L. P. S. (2014). Pelatihan Metode Self Instruction Untuk Meningkatkan Self Esteem Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 1(47), 49–57.
Santrock, John W. 2012. LIFE-SPAN DEVELOPMENT (Perkembangan Masa Hidup) Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga
Srisayekti, W., & Setiady, D. A. (2015). Harga-diri (Self-esteem) Terancam dan Perilaku Menghindar. Jurnal Psikologi, 42(2), 141. https://doi.org/10.22146/jpsi.7169