Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society
Syiar Islam 73 posts
PERSISTEN : Kunci sebuah konsistensi menggapai mimpi!

Persisten – Kata ini merupakan sebuah tolok seberapa daya juang kita untuk menggapai impian. Bagaimanapun juga, untuk menggapai sebuah tujuan tak lepas dari tantangan dan rintangan. Tuhan memberikannya bukan untuk mempersulit kita, namun menempa kita agar menjadi orang yang layak menerima impian itu. Persisten memiliki dua atribut yang butuh dipenuhi yakni berhenti mengeluh dan mulai bertindak!. Mengeluh hanya akan memberi dampak destruktif pada diri kita, mengasihani diri kita sehingga membatasi diri kita atas ketidakmampuan dalam mengatasi masalah. Bertindak tidak serta merta melakukan aksi, namun menyadari proses. Manusia kian ditempa kian berkembang, jika pribadinya memiliki kesadaran dalam berproses maupun kesadaran dalam belajar. Kita hidup memang memiliki tujuan. Namun Tuhan memberikan kita wewenang hanya dalam hal usaha, bukan hasil. Ingat, Proses bukanlah progres. Kita terlalu sering lupa untuk hal itu. Progres memiliki orientasi terhadap hasil, sementara proses memiliki orientasi pada usaha. Persisten tidak berdiri sendiri, dia memiliki lawan aksinya ialah permisif. Sikap ini membuat kita lebih menerima segala keadaan, realistis dalam berpikir serta meruntuhkan segala idealisme dalam diri. Hal tersebut memunculkan perilaku destruktif pada diri kita. Dampaknya membuat kita merasa berdamai dengan keadaan dalam tanda kutip menyerah pada keadaan. Kita perlu memahami bahwasannya manusia diberi kemampuan akal untuk terus berkembang menerjang batas, Jatuh? Bangkit lagi! Gagal? Coba lagi!. Jika menyerah pada semuanya, mau sampai kapan menajdi pecundang?....

Sebuah Harapan dan Usaha

Jangan hanya mengandalkan harapan, untuk menjadi sukses. Tapi harus ada usaha, yang dilakukan untuk mewujudkannya. Semua kesuksesan tidak datang secara instan.Selalu ada ujian di dalamnya.Ujian yang dilalui tidaklah mudah, jatuh bangun menghampiri hingga kerap membuat putus asa. Rasanya ingin berhenti dan memilih untuk berharap sesuatu yang indah akan datang dengan sendirinya....

Dirikanlah Shalat dan Shalat-lah dengan Khusyu

Shalat adalah sarana terbesar dalam tazkiyatun-nafs , dan pada waktu yang sama merupakan bukti dan ukuran dalam tazkiyah . Ia adalah sarana dan sekaligus tujuan. Ia mempertajam makna-makna 'ubudiyah, tauhid dan syukur. Ia adalah dzikir, gerakan berdiri, ruku', sujud dan duduk. Ia menegakkan ibadah dalam berbagai bentuk utama bagi kondisi fisik. Penegakannya dapat memusnahkan bibit-bibit kesombongan dan pembangkangan kepada Allah, di samping merupakan pengakuan terhadap rububiyah dan hak pengaturan. Penegakannya secara sempurna juga akan dapat memusnahkan bibit-bibit 'ujub dan ghurur bahkan semua bentuk kemungkaran dan kekejian. "Sesungguhnya shalat dapat mencegah kekejian dan kemungkaran." ( al-'Ankabut: 29 )...

Optimisme dan Esensi Kekuatan Islam

"Kemenangan milik Islam adalah sebuah kepastian. Namun apakah kita menjadi bagian dari perjalanan kemenangan itu adalah sebuah pilihan.” Hidup adalah sebuah pergerakan. Dan pergerakan itu terombang-ambing diantara kuasa tuhan. Menikmati setiap pergerakan tadir, adalah kekuatan yang yang harus selalu hadir. Sebab, jika pergerakan itu terkendali, sejatinya akan bermuara pada kebahagiaan yang abadi. Ketika takdir hidup bergerak keatas, jangan lupa bahwa kaki kita masih berpijak di bumi. Ketika takdir hidup bergerak kebawah selalu tanamkan keyakinan, bahwa harapan itu setinggi langit dan seluas semesta. Kesadaran seperti inilah yang seharusnya menjadi substansi optimisme setiap manusia. ...

Muhasabah Pembentuk Hati

Tahun 2020 mungkin akan menjadi tahun yang akan selalu di-ingat oleh kita, beragam pristiwa mewarnai tahun yang bahkan belum berjalan setengahnya ini, dimulai dari desas desus perang Dunia di awal tahun, hingga pandemi yang membuat kita takut serta bertanya-tanya arti dari semua kejadian ini. Tak jarang kita pun berpikir apakah hal tersebut sebuah ujian atau cobaan dari Allah SWT. Namun yang harus diperhatikan adalah, sejauh mana kita mengambil pelajaran dari semua keadaan ini, terlepas dari ujian atau cobaan dan juga keresahan yang kita alami, kita harus percaya ketentuan Allah adalah yang terbaik untuk kita, Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 216 :...

Orang baik masih ada kog

Memasuki jaman yang serba canggih, informasi cepat untuk di dapatkan.Berita baik dan buruk berganti setiap menit, ada yang berdasarkan fakta namun ada juga yang berdasarkan kemauan si penulis (hoax). Hampir setiap hari ada berita tentang kasus pembunuhan, pencurian dan tindakan asusila. Ternyata hal ini disebakan karena otak kita memiliki kecenderungan untuk memperhatikan hal-hal yang buruk dari pada yang baik, sering disebut Negativity Bias. Manusia lebih cepat merespon berita buruk karena hal tersebut bisa mengancam keselamatan kita. Selain itu berita buruk muncul karena ada kepentingan dari pihak tertentu. Pertanyaannya, apakah masih ada orang baik?. Kalimat ini mungkin sering diajukan oleh beberapa orang. Mari kita lihat faktanya, menurut laporan CAF (charities aid foundation) tahun 2018 tentang Word Giving Index Negara Indonesia menjadi rangking satu di dunia sebagai Negara yang rakyatnya sering berbuat baik dengan skor 59%. Indeks ini diukur berdasarkan 3 kategori yaitu membantu orang asing, mendonasikan uang dan menjadi relawan. Menurut laporan ini, Indonesia juga menjadi Negara rangking satu dengan jumlah partisipasi relawann terbanyak ....

Kesejahteraan Rakyat sebagai Cermin Akhlak Pemimpin

“Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. al-Bukhari, 10/378 dan Muslim no. 2321) Jika kecerdasan dapat dilihat dari paham dan tidak pahamnya seseorang terhadap suatu hal, tidak begitu dengan akhlak. Akhlak berkaitan erat dengan adab, tata laku (sikap dan perilaku) yang bertujuan untuk menghormati kemanusiaan....

Salsabila Laily Putri Sari · balasan terbaru
Artikelnya bagus. Menyadarkan manusia betapa pentingnya akhlak dibandingkan kecerdasan. Para pemerintah memang cerdas, tapi belum tentu berakhlak. Maka dari itu,...
Akhlakmu Adalah Cerminan Hatimu

Keterkaitan hati dan akhlak manusia Apakah kita menyadari bagaimana kita bisa hidup dan menjalaninya? Manusia hidup karena dua hal Jasad dan Ruhnya. Ruh seseorang akan diwakilkan oleh Hati sebagai pengendali jasad. Jasad tergerak karna kehendak hati dan semau hati kita. Jasad bagaikan wayang yang dikendalikan oleh seorang Dalang memainkan sebuah kisah. Dalang diperankan oleh hati kita yang mengatur dan menggerakkan sesuka hati. Namun kemana kisah itu akan dibawa? Berakhir bahagia dengan sebuah kemenangan atau berakhir sengsara dengan sebuah kekalahan?...

TikTok Mengancam Akhlak Generasi Muda

Foto milik pribadi (rsmajreha_mursaha document) Akhir-akhir ini sebuah aplikasi mendadak menjadi viral di berbagai kalangan masyarakat. Generasi muda maupun generasi tua tak ketinggalan ikut memviralkan aplikasi ini. Ya, TikTok. TikTok adalah sebuah platform sosial video berdurasi pendek yang dipadukan dengan musik. Musik untuk tarian, gaya kreatif, ataupun unjuk bakat. Para pengguna didorong untuk berimajinasi sebebas-bebasnya dan meluapkan ekspresi mereka dengan bebas. Aplikasi yang sangat mudah sekali di akses dalam sebuah smartfone . Dirancang untuk generasi “kekinian”, dapat membuat video pendek yang unik dengan cepat dan mudah untuk dibagikan kepada teman bahkan ke seluruh dunia. Apalagi sekarang sedang masa social distancing seperti ini, seakan-akan membuka lahan yang seluas-luasnya untuk menggunakan TikTok....

Hati Yang Sehat adalah Hati Yang Selamat

Peran hati bagi seluruh anggota badan ibarat raja bagi para prajuritnya. Seluruh anggota tubuh adalah pelaksana titah-titahnya, siap menerima hadiah apa saja. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Quran surat Al-isra ayat 36, yang berbunyi : وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا...

Berbagi Kepada Sesama Di Tengah Pandemi

Seperti yang kita ketahui, bumi kita sedang mengalami musibah yaitu adanya pandemi covid 19 ini. Sebagai bentuk pencegahan mata rantai virusnya, kita diperintahkan untuk tinggal di rumah saja. Namun, tinggal di rumah saja, bukan menjadi hal yang baik-baik saja bagi semua orang. Ada sebagian orang yang tergolong sulit memenuhi kebutuhan sehari-harinya tanpa keluar rumah ataupun bekerja. Tentu mereka hanya menunggu pangkuan tangan dari orang-orang dermawan untuk makan dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Apalagi saat ini telah Memasuki bulan Ramadhan, menjadi hal yang penuh sukacita bagi kaum muslimin. Semua berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, namun masih ada sebagian kalangan yang masih belum sadar tentang perbuatan buruknya. Salah satunya ialah orang kaya pamer makanan di sosmed. Kehidupannya yang santai dan berkecukupan di rumah, mereka ekspos....

Mileanial, SALAHMU! (SAdari akhLAk dan ilMU)

Kaum mileanial, sebutan yang kerap dikaitkan dengan pemuda di zaman ini, kini semakin hari kaum ini malah mengalami krisis moral. Negara bahkan turun lansung menyikapi hal ini dengan menerapkan kurikulum pendidikan berkarakter. Apa yang menyebabkan karakter atau dalam islam kita sebut akhlak, menjadi sangat penting? Sebagai tolak ukur, kita bisa berkaca dengan permasalahan yang terjadi pada kaum muda atau kaum milenial saat ini. Budaya penyuapan, menyontek, bullying, hate-comments, mengolok-olok dan perilaku sejenisnya kerap menjadi lumrah di kalangan ini. Maka pantas saja, jika mereka menjadi pemimpin di masa depan, budaya ini akan terbawa bersama mereka sehingga tidak heran, muncullah yang dinamakan koruptor, penjahat berdasi, yang memiliki otak cemerlang namun tak berhati. Kecerdasannya tidak mendatangkan manfaat melainkan merugikan masyarakat. Rasulullah Shallalu’alaihi wa sallam bersabda ...

Melawan Rasa Lelah dalam Riyadhoh Memperbaiki Akhlak

Akhlak yang berarti perangai atau tingkah laku merupakan hal yang sangat urgent diperhatikan dalam kehidupan ini, sebab seseorang akan baik agamanya bila baik akhlaknya. Manusia yang paling indah akhlaknya adalah para Nabi dan Rasul yang dapat dijadikan role model dalam kehidupan ini. Tolok ukur dalam berakhlak adalah ketentuan Allah Swt dan Rasul-Nya, yaitu apa yang dianggap Allah Swt dan Rasul-Nya baik maka akan baik pula esensinya. Akhlak terdiri dari dua, yaitu akhlak mahmudah (akhlak yang baik) dan akhlak madzmumah (akhlak yang buruk), yang baik dimata Allah Swt dan Rasul-Nya tentu akhlak mahmudah, oleh karena itu setiap manusia hendaknya memiliki akhlak mahmudah atau sering disebut juga dengan akhlakul karimah, seseorang yang memiliki akhlakul karimah, kehidupannya akan dipenuhi kelembutan dan ketenangan, hatinya dipenuhi dengan rasa cinta hingga timbul perilaku-perilaku terpuji yang menentramkan lingkungan sekitarnya, ia bukan hanya berakhlak kepada sesama manusia namun juga kepada semua makhluk Allah Swt, orang yang berakhlakul karimah tidak akan merusak lingkungan, tidak sembarang menyakiti hewan, pribadinya dipenuhi dengan rasa kasih sayang, ia memerlakukan setiap makhluk Allah Swt sebaik mungkin sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: ...

Mari Bercermin dengan Akhlak Mulia dan Menyemai Pahala

Penulis : Mhd. Ridho Bagi setiap muslim, bahkan semua umat manusia, mempelajari akhlak mulia dan mengamalkannya adalah sesuatu yang niscaya. Betapa tidak, akhlak mulia adalah suatu perilaku yang membuat pelakunya menjadi sorotan dan perbincangan oleh orang banyak. Hal ini akan terus terjadi meskipun pelakunya telah meninggalkan dunia yang fana. Karena, pada dasarnya, manusia memang menyukai perbuatan baik dan membenci perbuatan buruk. Sorotan dan perbincangan yang terjadi di antara manusia tersebut maksudnya adalah dalam konteks menyukai perbuatan baik. Orang-orang yang diketahui memiliki akhlak mulia ialah para ulama dan orang-orang saleh lain yang semisalnya. Kalau para ulama dan orang-orang saleh terdahulu pada memiliki akhlak mulia, lantas bagaimana dengan kita?...

Marilah Membiasakan Diri Dengan Berbuat Kejujuran

Bukan hal yang mudah untuk menjadi seseorang yang jujur terutamanya di dunia yang tampaknya begitu abu-abu ini. Segala sesuatu menjadi begitu buram sehingga kebaikan dan keburukan-kebenaran dan kesalahan bercampur baur. Maka sudah saatnya mendekatkan diri kepada pemilik kebenaran sejati yakni Allah Swt. Kejujuran erat kaitannya dengan hati nurani. Berucap dan berperilaku jujur merupakan suatu sikap menghargai orang-orang di lingkungan sekitar Anda sekaligus pada diri sendiri. Pengertian jujur adalah mengucapkan kata-kata dan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Sikap jujur merupakan perilaku yang didorong oleh hati nurani. Jujur dari kata yang amat sederhana, dan memiliki arti yang sederhana pula, yaitu...

Runtuhnya Islam Sebab Ummat Tak Punya Lagi Dignity

Saat ini islam sedang di serang sana sini. Itu semua bukan karena musuh yang kuat, tapi karena kami, para muslim sudah tak punya lagi dignity. Mungkin sudah terlalu banyak faktor-faktor yang menjadi penyebab rusaknya akhlakul karimah kita sebagai seorang muslim. penyakit hati, menjadi budak dunia, korban ghazwul fikri, menjadi pengikut illuminati, pergaulan bebas, broken home dan mungkin masih banyak lagi. Akan sangat panjang jika kita membahasnya satu per satu. Kita tidak bisa menyalahkan suatu keadaan penyebab mengerutnya akhlak kita ini. Maka dari itu, yang perlu kita pikirkan saat itu juga adalah strategi apa yang harus kita buat untuk memperbaiki dan membangunnya. ...

Takwa adalah Kunci Kebersihan Hati dan Akhlak yang Mulia

Tidak sedikit orang yang terjebak oleh puja dan pujian dari sesama manusia. Mendapat pangkat atau jabatan yang tinggi, lantas mendapatkan kebahagian yang sifatnya sementara. Kenapa sementara? Karena itulah sifat dasar yang dimiliki oleh manusia, rasa tidak puas akan apa yang dicapai maupun dimilikinya. Setelah dipuji sekali oleh seseorang mereka senang akan hal itu, tapi, tidak puas sampai situ saja, mereka mau yang lebih dari itu. Hingga mereka selalu berusaha melakukan apapun hanya untuk dimuliakan oleh sesamanya. Ketika dimuliakan oleh orang lain, memanglah berjuta rasanya, tapi, sadarlah itu sementara dan tidak menyeluruh. ...

Husnudzon (Hatiku, Teruslah Berprasangka Baik)

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillahil ladzi bini’matihi tatimmus shalihat, tahun ini dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Meskipun keadaan dan suasananya sedikit berbeda, kita harus tetap semangat. Negara kita sedang mengalami masa-masa yang cukup sulit. Iya, Indonesia kini sedang diserang wabah yang cukup mematikan yaitu virus corona (Covid-19). Sampai saat ini, kitapun dianjurkan oleh Pemerintah untuk beribadah, bekerja dan melakukan segala kegiatan di rumah saja. Jangan bersedih dan jangan patah semangat untuk menjalani Ramadhan tahun ini di tengah pandemi. Melaksanakan shalat tarawih dan idul fitri nantinya harus di rumah saja. Musibah dan nikmat sama-sama datang dari Allah, jadi sudah semestinya kita ikhlas pada setiap apa yang telah ditetapkanNya. Jangan lupa untuk terus berdoa agar Allah segera mengangkat wabah ini di muka bumi, serta terus berikhtiar mematuhi segala perintah ulil amri untuk tetap di rumah saja, stay safe stay home....

Peran Puasa Dalam Melatih Sifat Sabar Di Tengah Wabah

![png|301x315](upload://dhhNY5gH6UWVrb9xhpLfP5nkbAF.jpeg) Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa berbagai negara di belahan dunia khususnya Indonesia saat ini sedang diramaikan oleh pasukan virus mematikan yang telah membunuh banyak nyawa. Pandemi Covid-19 ini meluas begitu cepat sehingga mematikan banyak sektor dan membatasi pergerakan manusia, khususnya umat muslim. Pemerintah menetapkan berbagai laranga, anjuran dan juga himbauan untuk melawan pandemi ini. Salah satu diantaranya adalah larangan bagi umat muslim untuk melaksanakan sholat jum'at maupun tarawih di masjid secara berjamaah, hal ini menjadikan ramadhan kali ini berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Semua kegiatan ibadah harus dilaksanakan di rumah yang hanya diikuti oleh anggota keluarga tercinta....

Kunci Menyiapkan Akhlak Generasi Gadget

![images|189x267, 100%](upload://rVrt4JQoJDCsjY7hrkIYyj4Ce2M.jpeg) Setiap generasi selalu berhadapan dengan tantangan tersendiri. Zaman orang tua pasti berbeda dengan anak-anaknya. Variasinya terletak pada perkembangan teknologi yang pesat. Gadget merupakan bagian dari kemajuan ilmu pengetahuan terapan. Dimana di dalamnya terdiri dari smartphone , laptop, tablet dan sebagainya. Mudahnya akses informasi, sarana komunikasi tanpa permasalahan jarak dan menjadi media pembelajaran secara online. Merupakan beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari teknologi. Hal tersebut akan membawa dampak yang besar dalam kehidupan. Pola perilaku manusia pun turut serta berpengaruh....

"Berbudi Agami, berwawasan Resolusi"an Resolusi

Di era globalisasi dan modernisasi dengan perkembangan teknologi yang pesat, pertumbuhan pendapatan perkapita, tingginya indeks angka harapan hidup, taraf kesejahtraan sosial yang membaik, adalah realita yang nyata tak ada unsur setting belaka. Hal tersebut adalah seperempat dari hasil perkembangan kemajuan teknologi yang berdampak positif. Namun, setengah dari hasil tersebut menjadikan lemah dan lunturnya karakter generasi bangsa. Mengapa, demikian? Globalisasi dan modernisasi yang cenderung bersifat universal. Tak ada batasan ruang dan waktu dan kurangnya kesadaran dalam memfilter pengaruh budaya yang masuk. ...

Mengasah Hati Generasi Muda di Era Milenial dari Pandangan Alquran dan Hadist

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman teman yang dirindukan oleh surga Segala hanyalah milik Allah semata, karena berkat nikmat hidayah, inayah dan karunianya sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam acara maulid nabi ini dengan keadaan iman dan islam. Karena tanpa kedua nikmat ini, segala kegiatan yang kita lakukan tidak akan bernilai dihadapan Allah....

Antara Hijab, Hati, dan Akhlak

![br.pinterest.com|586x343](upload://uxWUqBftX3sCR3tUfEP3dqMCmXj.png) Hijab berasal dari bahasa arab yang berarti “Penghalang”. Namun sebagaian orang beranggapan bahwa hijab adalah kerudung yang digunakan perempuan muslim biasanya. Padahal menurut islam hijab adalah tatacara berpakaian yang sesuai ajaran agama islam. Jika dilihat zaman sekarang perempuan islam masih banyak yang belum sadar dalam mengenakan hijab dikarenakan dengan berbagai macam alasan di setiap individu. Seperti belum ada panggilan hati ditakutkan akan melepaskan hijabnya dikemudian hari seta tidak pantas karena akhlaknya belum mencerminkan dengan apa yang ia kenakan saat berhijab....