Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa yang dimaksud dengan data stasioner?

image|690x374
Suatu data dikatakan memiliki sifat stasioner apabila data tersebut tidak memiliki kecenderungan terhadap trend tertentu. Atau dengan kata lain, apabila fluktuasi data berada disekitar suatu nilai rata-rata yang konstan, tidak tergantung pada waktu dan variansi dari fluktuasi tersebut. Terdapat 3 macam stasioneritas dalam geostatistika, yaitu:

  • Strict Stationarity
    Variabel random Z(u) dikatakan strict stationarity jika fungsi
    distribusi (kumulatif) dari image|211x34 dan
    image|260x37 sama untuk sebarang nilai h, dengan h merupakan suatu konstanta dan t adalah pengamatan.

  • Second Order Stationarity
    Pada Second Order Stationerity, diasumsikan bahwa E(Z(u)) = m. Berarti nilai ekspektasi akan konstan untuk semua lokasi u, sehingga akan mengakibatkan E(Z(u)) = E(Z(u+h) dan kovariansi hanya bergantung pada jarak h dan tidak bergantung pada lokasi u.
    image|690x113
    Untuk h = 0
    image|690x282

  • Intrinsic Stationerity
    Suatu variabel random dikatakan Intrinsic Stationerity apabila memenuhi persamaan berikut:
    image|690x31
    Dengan menggunakan asumsi second order stationerity, dan intrinsic stationerity yang diasumsikan, maka dapat dituliskan hubungan antara variogram, dengan simbol 2 γ , dan kovariansinya sebagai berikut:
    image|690x437
    Dari penjabaran di atas diperoleh hubungan semivariogram, dengan simbol γ , dan kovariansinya adalah sebagai berikut:
    image|690x37
    karena image|122x27 maka diperoleh image|231x31

31
No replies yet. Be the first to reply!