Tanpa mengenali tanda – tanda, ciri atau gejala yang tepat, kita tidak bisa begitu saja menyatakan bahwa seseorang menderita kelainan psikologi kepribadian ganda. Sebagai acuan berikut ini ada beberapa ciri yang bisa terlihat untuk mengukur apakah seorang individu mengalami gangguan tersebut, yaitu:
-
Orang yang mengidap kepribadian ganda umumnya memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Setiap kepribadian juga memiliki pola pikir, cara berbicara, karakter, jenis kelamin, usia dan bahkan ras. Semua kepribadian berbeda ini bisa terdapat di dalam satu individu.
-
Perilaku orang tersebut berulang kali diambil alih oleh kepribadiannya yang lain.
-
Gangguan yang terjadi pada seseorang bukan disebabkan karena faktor luar seperti alkohol, obat-obatan atau juga kondisi yang berkaitan dengan medis seperti demam.
-
Sering mengalami ingatan yang hilang, yaitu ada beberapa jeda waktu dalam kehidupannya yang tidak bisa diingat oleh si penderita atau ketidak mampuan mengingat beberapa informasi penting mengenai dirinya. Hal ini berbeda dengan lupa yang biasa terjadi.
-
Ada tindakan yang tidak disadari, yang biasanya dikeluhkan orang lain tetapi tidak diingat.
-
Gangguan kepribadian meliputi gangguan sensorik, perubahan perilaku, kesadaran, ingatan, persepsi, kognisi dan fungsi motorik.
-
Gejala-gejala ini biasanya mengganggu kehidupan sosial dan juga pekerjaan penderita, atau juga bidang kehidupannya yang lain.
-
Sering mendengar suara-suara di dalam kepalanya, inilah sebabnya gangguan kepribadian ganda sering disamakan dengan skizophrenia. Padahal, keduanya sangat berbeda. Skizophrenia adalah gangguan dimana penderitanya sering berhalusinasi, yaitu melihat dan mendengar sesuatu hal yang tidak ada. Penderita skizophrenia tidak mengalami kepribadian ganda.
-
Sering mengalami rasa panik, cemas yang berlebih dan mengalami insomnia, juga mudah marah, sedih dan merasa depresi.
-
Sering mengalami sakit kepala atau rasa sakit fisik lainnya, terutama ketika individu yang lain sedang mengambil alih. Juga memiliki kecenderungan untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.
-
Terkadang merasa terpisah dengan tubuhnya sendiri, mengalami dorongan emosi atau impuls yang tidak bisa dikendalikan atau merasa kehilangan kendali terhadap dirinya.