Beragamnya cerita rakyat, kebiasaan, dan budaya di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara mozaik. Namun, yang menjadi pertanyaan saya disini lebih mengacu pada bagaimana folklore berkembang di Indonesia? Apakah folklore masih dilakukan oleh seluruh atau sebagian rakyat Indonesia? Melihat perkembangan zaman modern saat ini, kebudayaan, kebiasaan, cerita rakyat, dll banyak yang kalah dengan budaya kontemporer. Melihat fenomena tersebut, apakah folklore di Indonesia masih bisa dipertahankan dan juga di junjung tinggi oleh masyarakatnya? Apakah nilai tersebut berkurang akibat dari pendidikan yang kurang memadai, dalam arti tidak mengajarkan hal-hal tentang folklore Indonesai pada anak-anak ?...
Ilmu Budaya
Kenthur Kendi Dalam ritual ini, pasangan yang hendak menikah dan sudah didandani layaknya pengantin diarak warga. Pasangan pengantin pria dan wanita itu dibopong warga menuju ke sendang tak jauh dari kampung tersebut....
Misteri Gunung Lawu Gunung Lawu termasuk salah satu gunung dengan pesona alam memukau yang terdapat di Indonesia. Rangkaian panjang pegunungan panjang ini terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, mencakup tiga kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Kemolekannya bahkan sudah terpampang sejak dari lereng gunung....
Suku Dani sendiri merupakan suku yang mendiami Lembah Baliem dan terletak pada zona stratigrafi gugusan pegunungan tengah Irian Jaya, sebagai hasil dari fenomena proses geologi. Tradisi-tradisi yang dimiliki Suku Dani sangatlah beragam seperti Bakar Batu yakni ritual sebagai tanda rasa syukur dan menyambut kebahagiaan serta atas kelahiran, kerukunan dan kemenangan perang. Selain tradisi atas rasa syukur kelahiran, Suku Dani juga memiliki tradisi untuk anggota keluarga yang meninggal yakni Iki Palek atau pemotongan jari. Jari yang dipotong menandakan jumlah anggota keluarga yang meninggal. Diketahui bahwa sebagaian besar yang melakukan tradisi tersebut adalah wanita, tetapi pria juga melakukan untuk menunjukkan rasa kesedihan. Pria menunjukkannya dengan memotong kulit telinga....
Pernikahan beda etnis merupakan bentuk asimilasi yang banyak dijumpai, terlebih di wilayah masyarakat majemuk. Namun hal tersebut juga beriringan dengan pembicaraan mengenai “ etnis ini gaboleh nikah sama etnis itu “. Seperti halnya dapat ditemukan, adanya pelarangan mengenai pernikahan antara orang Sunda dan orang Jawa. Bukan tanpa sebab akibat, ternyata pelarangan ini diduga berangkat dari adanya konflik antara Kerajaan Majapahit (Jawa) dan Kerajaan Pajajaran (Sunda), hingga terjadinya peperangan yang dikenal sebagai Perang Bubat. Bermula dari niatan Raja Hayam Wuruk dari kerajaan Majapahit menikahi Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari kerajaan Sunda. Niatan itupun juga didorong dengan adanya alasan politik yaitu untuk mengikat persekuatan dengan Kerajaan Sunda. Pernikahan kemudian direncanakan akan diberlangsungkan di Majapahit setelah dikirimnya surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana, ayah dari Dyah Pitaloka, untuk melamar putrinya. Selanjutnya Maharaja Linggabauana, Dyah Pitaloka, dan beserta rombongan berangkat dan ditempatkan di Pesanggrahan Bubat....
Dikisahkan ada seorang anak lelaki bernama I Rare Angon. Diberi nama I Rare Angon, yang mana dalam bahasa Bali, Rare berarti anak dan Angon berarti penggembala karena setiap pulang dari sekolah ia selalu menggembalakan hewan peliharaannya, seperti sapi, kerbau, kuda, dan kambing yang sudah bersamanya sejak ia sangat kecil. Agar tidak bosan selama menggembalakan hewan ternaknya yang tengah asyik memakan rumput, I Rare Angon mengisi waktu luang dengan menggambar di tanah ketika ia lupa membawa buku gambar kesayangannya. Sepulang dari sekolah, I Rare Angon tidak pernah lupa dengan pekerjaan yang telah ditugaskan orang tuanya. Begitu pula ia tidak pernah lupa kewajibannya sebagai seorang siswa, yang tak pernah berhenti belajar. Tas yang penuh dengan buku pelajaran pun mengisi hari-harinya saat menggembalakan hewan ternaknya. Saat telah merasa bosan membaca, agar mengusir rasa kantuknya, Rare Angon melanjutkan aktivitasnya dengan menggambar. Kemampuannya amat lihat, dari menggambar wayang, pemandangan, wujud 3 dimensi, dan masih banyak lagi gambaran yang membuat teman-temannya takjub. ...
 Kisah Putroe Neng (Nian Nio Liang Khie) Aceh....
Putri Junjung Buih Namanya Melegenda, Nama Ratu atau Putri Junjung Buih juga begitu terkenal di Kalimantan Selatan. Ada Hotel Junjung Buih, Plaza Junjung Buih, Rumah Sakit Junjung Buih, Kompleks Perumahan Junjung Buih, Jalan Junjung Buih dan sebagainya....
Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro dalam penanggalan Jawa adalah sebuah malam sakral nan kramat. Pada malam itu, orang-orang ramai menggelar berbagai ritual maupun semadi sebagai wujud laku prihatin. Di Solo, Jawa Tengah, para abdi dan sentono dalem Keraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi Kirab Kebo Bule keturunan Kyai Slamet sebagai cucuk lampah memimpin barisan terdepan kirab pusaka mengelilingi kota. Menjelang tengah malam itu Keraton Kasunanan Surakarta nampak sibuk. Para punggawa setianya sedang berkumpul dan bersiap diri mengikuti hajatan Keraton. Beberapa diantaranya terlihat khidmat berdoa. Kedua telapak tangannya mengatup sambil mulutnya komat kamit mengucapkan permohonannya kepada Yang Maha Kuasa dengan media kembang dan dupa di dalam kompleks istana. Jarum jam hampir menunjuk pukul 00.00 WIB, namun suasana di luar kompleks Istana Kasunanan Surakarta malah semakin ramai oleh masyarakat. Ratusan abdi dalem kakung maupun putri yang sudah sedari berjam-jam lalu berkumpul di dalam Keraton mulai beranjak keluar dari kompleks Keraton. Mereka menanti datangnya pergantian hari sebagai tanda waktu akan dimulainya ritual sakral nan mistis di malam satu suro, yakni Kirab Kebo Bule mengawal pusaka Keraton....
Menurut legenda, di daerah Luwu, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang raja bernama La Togeq Langiq atau dikenal dengan panggilan Batara Lattu’. Sang Raja memiliki dua istri, yaitu satu dari golongan manusia biasa (penduduk dunia nyata) bernama We Opu Sengngeng, dan satu lagi berasal dari bangsa jin. Dari perkawinannya dengan We Opu Sengengeng lahir sepasang anak kembar emas, yakni seorang laki-laki bernama Sawerigading, dan seorang perempuan bernama We Tenriabeng. Berdasarkan ramalan Batara Guru (ayah Raja Luwu), kedua anak sang raja akan saling mencintai dan menikah, namun menurut adat setempat, seseorang sangat pantang menikahi saudara kandung sendiri. Untuk mensiasati hal tersebut, Raja Luwu pun membesarkan kedua anak kembarnya tersebut secara terpisah. Ia menyembunyikan anak perempuannya (We Tenriabeng) di atas loteng istana sejak masih bayi....
Indonesia terkenal dengan banyaknya budaya yang masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia memiliki budaya atau tradisi yang hampir sama pada setiap daerah atau desa. Materi kali ini akan membahas perihal budaya atau tradisi yang mungkin semua orang Indonesia pernah mendengarnya. Pertama, mitos perihal anak-anak yang tak boleh keluar rumah setelah maghrib...
Air Terjun Pengantin Ngrambe, letaknya cukup tersembunyi di balik hamparan Perkebunan Teh Jamus yang menjadi salah satu primadona wisata di wilayah Ka...
Apa Itu Tradisi Sedekah Laut? Tradisi sedekah laut merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh para penduduk pesisir pantai. Dalam hal ini, penduduk pesisir pantai utara pulau Jawa masih sering melakukan dan merayakan tradisi ini. Di Kabupaten Rembang, tradisi ini diyakini sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur terhadap Tuhan sekaligus terhadap laut yang telah memberikan rezeki yang melimpah berupa hasil laut yang diperoleh para nelayan. ...
Seren taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa a...
Dalam kisah pewayangan, kesempurnaan seorang laki-laki identik dengan sosok ksatria Arjuna. Meskipun Arjuna dalam kisah Maha Bharata secara lengkap tidaklah sesempurna anggapan orang, tapi sosok ini cukup memberikan gambaran dan bahkan pelajaran bagaimana menjadi seorang pria yang sempurna. Sekilas, Arjuna adalah seorang ksatria yang good-looking, punya pesona dan dibuktikan dengan banyaknya isteri yang dimilikinya. Namun bukan banyaknya wanita ini yang menjadikannya istimewa. Dalam falsafah Jawa,banyaknya istrinya Arjuna adalah perlambang jumlah ajian atau ilmu kesaktian Arjuna. Nah, berdasar morfologi itu, para pujangga membuat sebuah sandi mengenai pria sempurna bak Arjuna. Lelaki sempurna lahir batin (fisik dan mental) dianggap memiliki lima hal yang melengkapi hidupnya. Lima hal itu ialah: Griya (rumah), Wanita (isteri), Turangga (kuda), Kukila (burung), dan curiga (keris). Makna dari kelima hal itu secara mendalam adalah:...
Jika masyarakat adat Bali terkenal dengan upacara potong giginya (Mepandes), masyarakat adat Mentawai juga memiliki tradisi serupa. Tradisi yang dilakukan sebagai simbol kedewasaan seorang wanita di suku Mentawai. Tradisi ini dipercayai akan menambah kecantikan dari si wanita dan akan digilai para pria-pria. Tidak hanya menambah kecantikan, kerik gigi dipercayai bisa membuat jiwa berdamai dengan tubuhnya....
Budaya gotong royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Sikap gotong royong memiliki nilai moral yang tinggi, seperti ikhlas untuk berpartipasi, kebersamaan dan saling membantu antar sesama karena lebih mengutamakan kepentingan bersama. Sifat gotong royong pada dasarnya memiliki tujuan yang sama walaupun dipedesaan sifat gotong royong dan kekeluargaan lebih menonjol daripada di perkotaan. Gotong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia menjadi identitas yang kaya akan unsur budaya....
Papua, atau yang sebelumnya disebut Irian Barat atau Irian Jaya, terdiri dari begitu banyak suku dan sangat beragam. Kebudayaan yang dimiliki oleh Papua sangatlah beragam dengan keunikan, kekhasan, serta kepercayaan yang mampu membuat takjub siapa saja. Warisan yang setia dijaga hingga sekarang oleh generasi penerusnya. Tradisi Bakar Batu misalnya, menjadi salah satu tradisi penting di tanah Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim mengumpulkan sanak saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan atau untuk mengumpulkan prajurit untuk berperang....
Bali, Pulau yang memiliki beragam daya tarik eksotika alam sebagai objek wisata kelas dunia yang menarik untuk dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Disamping objek wisata alam yang telah mendunia, Bali juga memiliki berbagai macam tradisi unik yang berkembang di dalam masyarakatnya, salah satu tradisi tersebut adalah upacara potong gigi, Metatah, mesangih atau yang biasa masyarakat Bali sebut dengan Mepandes, yakni dimana 6 buah taring yang ada di deretan gigi atas dikikir atau ratakan, dalam tradisi mepandes, gigi tidak dipotong dalam arti sesungguhnya, melainkan hanya dikikir di bagian ujungnya saja....
Tari Ngerangkau adalah tarian yang khusus dilaksanakan pada upacara adat kematian kwangkay. Tarian ini sudah ada sejak dahulu dalam masyarakat suku Dayak Benua dan Tunjung. Dalam pelaksanaan upacara adat Kwangkay, tarian Ngerangkau ini dapat dibedakan dalam 3 bagian dengan melihat waktu dan tempat, yaitu : Tari Ngerangkau bini (wanita) yaitu tarian yang khusus ditarikan oleh wanita dari keluarga yang sudah meninggal. Tarian ini dilakukan pada malam hari sewaktu diadakan pesta dirumah kediaman atau di tempat peti jenazah disemayamkan....