Stress adalah reaksi dari tubuh terhadap situasi yang tampak sulit. Stress membuat tubuh memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stress merupakan bagian dari kehidupan manusia yang sejatinya akan selalu menimpa manusia selama hidupnya.
Stress ringan dapat memacu seseorang untuk berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stress ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang parah dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan membahayakan bagi kesehatan.
Orang yang sedang stress, terlebih stress berat biasanya berat badannya berkurang. Lantas, mengapa demikian?
Bagi banyak orang, stress bisa berdampak langsung pada berat badan. Selain menyebabkan makan berlebihan, stress juga bisa menyebabkan seseorang kehilangan selera makan sehingga mengalami penurunan berat badan. Hal ini hanya bersifat sementara sampai stress berlalu.
Saat stres,tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin berfungsi untuk mempersiapkan tubuh melakukan aktivitas berat. Namun, hormon ini juga bisa meminimalisir nafsu makan.
Sementara itu, kortisol memberi sinyal pada tubuh untuk menekan fungsi-fungsi yang tidak penting, termasuk respons sistem pencernaan, kekebalan, dan reproduksi. Respon stres yang berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Akibatnya, saluran penceraan melambat agar tubuh bisa berfokus untuk merespon pemicu stres. Hal itulah yang menyebabkan stress berdampak pada penurunan berat badan.