Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Itu Disleksia? Yuk Kenali Gejala dan Penyebabnya

Dysleksia atau disleksia adalah salah satu gangguan belajar yang membuat anak kesulitan dalam  membaca, menulis, mengeja atau berbicara dengan jelas. The International Dyslexia Association menyatakan bahwa disleksia adalah salah satu penyakit pada saraf anak. Hal ini ditandai ketika ia kesulitan mengenali huruf, kata, hingga kemampuan mengeja yang buruk. Akibatnya, gangguan belajar ini bisa mengakibatkan masalah dalam memahami kosakata, kalimat, membaca, dan memahami bahan bacaan.

 

Contohnya saat membaca, indra penglihatan akan mengirimkan sinyal dari gambar atau huruf yang mereka lihat dan dengar ke sistem saraf pusat, yaitu otak. Kemudian, otak akan menghubungkan huruf atau gambar dalam urutan yang benar hingga terbentuk menjadi kata, kalimat, atau paragraf yang dapat dibaca. walaupun menyebabkan gangguan belajar kondisi ini nyatanya sama sekali tidak mempengaruhi atau berhubungan dengan tingkat kecerdasan anak.

 

Tanda dan gejala disleksia

 

Gangguan baca tulis ini biasanya akan sulit dikenali apabila anak belum mulai sekolah. Gangguan ini akan benar-benar terlihat di masa perkembangan anak saat ia mulai belajar membaca. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa petunjuk awal yang bisa orangtua sadari. Berikut berbagai tanda dan gejala disleksia berdasarkan tahapan usianya:

 

Ciri-ciri disleksia pada usia pra sekolah:

  • Anak terlambat berbicara.
  • Lambat dalam mempelajari hal baru.
  • Kesulitan dalam merangkai kata dengan benar.
  • Kesulitan mengingat huruf, angka dan warna.

 

Ciri-ciri disleksia pada usia sekolah:

  • Kemampuan membaca yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya.
  • Kesulitan memahami apa yang didengar
  • Kesulitan untuk mengingat kejadian
  • Menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan tugas membaca atau menulis.
  • Sering menghindari kegiatan membaca.

 

Ciri-ciri disleksia pada usia remaja dan dewasa:

  • Kesulitan membaca dengan suara lantang.
  • Kemampuan membaca dan menulis yang lambat.
  • Memiliki masalah dalam mengeja.
  • Menghindari kegiatan membaca.
  • Sering kali salah saat mengucapkan nama atau kata-kata.
  • Menghabiskan waktu cukup lama untuk menyelesaikan tugas membaca atau menulis.
  • Kesulitan menghafal dan meringkas sebuah cerita.

 

Penyebab disleksia pada anak:

Orang tua perlu mengetahui bahwa disleksia bukanlah sebuah penyakit. Ini merupakan kondisi anak sejak lahir dan sering terjadi dalam keluarga. Sebuah penelitian penelitian telah menunjukkan bahwa dysleksia atau kesulitan membaca terjadi karena ada perbedaan dari cara otak memproses informasi. Secara garis besar, penyebab penyakit disleksia pada anak terbagi menjadi dua, yaitu:

 

Genetik

Penyebab disleksia yang paling umum adalah cacat pada gen dan biasanya diturunkan dari anggota keluarga. Kondisi ini ini bermula saat cerebrum atau bagian otak yang mengatur aktivias berpikir, membaca, dan bahasa tidak berfungsi dengan baik.

 

Kondisi lainnya

Selain faktor keturunan, penyebab disleksia adalah gangguan yang dialami anak setelah dilahirkan seperti cedera otak atau trauma lainnya. Berikut beberapa faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab kondisi ini, seperti:

  • Bayi yang lahir secara prematur
  • Paparan nikotin, obat, alkohol selama kehamilan.
  • Kelainan pada struktur otak yang berperan dalam kegiatan mengolah kata dan berpikir.

 

Sumber;

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *