Depresi, kata tersebut sering terdengar kalangan umum. Hampir setiap individu pada berbagai kalangan pasti pernah mengalami kecemasan yang berlebih, walaupun kecemasan tersebut belum tentu disebut Depresi. Penyakit tersebut acap kali dianggap remeh bagi sebagian orang, padahal menurut Direktur Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Obat-obatan World Health Organization (WHO), Shekhar Saxena, penyakit Depresi merupakan salah satu dari ribuan penyebab kasus terjadinya bunuh diri didunia.
Dari penggalan paragraf diatas, kalian pasti banyak bertanya-tanya, Apa sih Depresi?. emang setiap orang pernah depresi?, Bebas Berekpresi?. Kakak akan menjawab semua pertayaan itu, Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang membuat suasana hati sang penderita terus menerus merasa sedih, umumnya perasaan sedih tersebut belangsung selama berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.
Tak hanya kesehatan mental saja yang terganggu, namun juga berdampak pada kesehatan fisik yang ikut terganggu akibat dari depresi. Seperti berkurangnya nafsu makan, mengalami gangguan tidur, merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab, Perubahan siklus menstruasi bagi penderita perempuan. Terus kak..cara bedain itu depresi atau bukan gimana?
Terdapat berbagai hal penyebab terjadinya depresi, mulai dari masalah internal maupun eksternal sang penderita. Namun secara psikologis gejala depresi dapat diketahui. Yaitu, merasa sedih secara terus-menerus, merasa sangat bersalah akan sesuatu, mudah tersinggung, halusinasi, bahkan dapat memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Ya..bunuh diri, terdengar menakutkan tetapi memang begitulah kenyataanya. World Health Organization (WHO) mencatat setidaknya sekitar 260 Juta didunia terindikasi menderita penyakit Depresi. Dari sekian penderita, terdapat 800.000 kasus kematian bunuh diri akibat depresi.
Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Indonesia, Teddy Hidayat. Penderita depresi di Indonesia terbilang tinggi. Di Indonesia sendiri, sekitar 10.000 orang setiap tahun meninggal karena bunuh diri. Dokter spesialis kedokteran jiwa tersebut mengatakan bahwa 80-90 persen bunuh diri berhubungan dengan gangguan mental-emosional, terutama depresi. Sekitar 40 persen penderita depresi berpikir serius untuk bunuh diri, dan 15 persen melakukannya.
Apa Hubungan Depresi dengan Bebas Berekspresi?, sebelum ke pertanyaan itu, mari kita cari tahu apa itu bebas berekspresi?. Menurut para ahli, Bebas Berekspresi adalah sebuah hak mengekspresikan sesuatu berupa ide maupun opini memalui ucapan,tulisan,atau tindakan tanpa melanggar hak orang lain. Agar mudah dipahami kakak sudah mengambil inti dari pengertian tersebut yaitu, Bebas Berekspresi adalah sebuah kebebasan berupa tindakan atau ide dalam melakukan apapun tanpa merugikan orang lain dari segi apapun.
Kurang bebasnya individu dalam mengekspresikan sesuatu dapat membuat individu tersebut merasa tertekan, hal ini dikarenakan individu tersebut tidak dapat mengutarakan keinginannya secara menyeluruh, terpendamnya keinginan tersebut dapat mengakibatkan rasa galau atau bimbang, rasa galau yang berlebih dapat mengakibatkan depresi ringan. Di Indonesia pun terdapat undang-undang tentang Hak warga Negara dalam melakukan Kebebasan Berekspresi, hal itu tertuang dalam pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Bebas Berekspresi juga menjadi salah satu dari sekian solusi dalam mengatasi penyakit depresi, hal ini terdapat pada laman hellosehat.com yang pertama yaitu, menjadi lebih aktif dari segi tindakan dengan berolahraga secara rutin yang dapat meningkatkan mood serta hormon endorfin pada tubuh kita. Yang kedua melakukan hal-hal yang baru dan menyenangkan dengan orang terdekat seperti keluarga, melakukan sesuatu hal yang belum pernah kita lakukan tentu bukan hal yang mudah, tetapi dengan melakukanya dapat memberikan sebuah pelajaran yang baru dan berbeda, apalagi melakukanya bersama orang terdekat tentu semakin menyenangkan hati dan pikiran.
Yang terakhir tambahan dari kakak, yaitu ungkapkan semua isi hati dan pikiran kita kepada orang yang ingin kita ungkapkan. Jangan hanya memendam sesuatu sendiri, hendak nya kita membaginya dengan orang yang kita percayai. Dengan melakukanya tentu kita akan merasa lega, karena kita sudah mengungkapkannya kepada orang yang kita percaya.
Mewujudkan keinginan bukan hal yang mudah, tetapi akan lebih mudah jika kita berusaha menjalaninya. Keinginan tidak akan terwujud jika kita hanya memikirkanya, harus ada doa kepada Tuhan serta usaha untuk menggapainya. Mengungkapkan sesuatu bukanlah sebuah kewajiban yang nyata, namun akan terasa lega jika kita mengungkapkannya. Terimakasih 🙂
Referensi :
- 2021.”Pintu Kebebasan Berekspresi”,https://www.untan.ac.id/pintu-kebebasan-berekspresi/ diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 13.51.
- Desideria,Benedikta.2017.”Tanda Teman Bisa Jadi Tempat Curhat Yang Tepat”,https://www.liputan6.com/health/read/3149958/tanda-teman-bisa-jadi-tempat-curhat-yang-tepat diakses pada 17 Oktober 2021 13.44.
- Samiadi,Lika Aprilia.2021.”5 Langkah Mengatasi Depresi”,https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/bagaimana-mengatasi-depresi/ diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 13.21
- Kurniawan,Andre.2021.” Ciri Ciri Depresi Ringan,Sedang<Berat”,https://www.merdeka.com/jabar/ciri-ciri-depresi-ringan-sedang-dan-berat-yang-jarang-disadari-jangan-diabaikan-kln.html?page=4 diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 12.26.
- Adrian,Kevin.2020.” Kenali Macam Macam Depresi Dan Cara Menanganinya”,https://www.alodokter.com/kenali-macam-macam-depresi-dan-cara-menanganinya diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 13.51
- 2019.” Angka Bunuh Diri Tinggi”,https://regional.kompas.com/read/2019/10/14/12421151/angka-bunuh-diri-tinggi-baru-9-persen-penderita-depresi-dapat-pengobatan?page=all diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 13.51.
- Yulianingsih,Tanti.2017.”WHO: Depresi Sebabkan Epidemi Bunuh Dirihttps://www.liputan6.com/global/read/2927017/who-depresi-sebabkan-epidemi-bunuh-diri diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 12.08.
- Pane,Merry Dame Cristy.2020.”Depresi”,https://www.alodokter.com/depresi diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 11.04.
- Zatnika,Iis.2020.”Tiap 40 Detik Satu Orang Tewas Akibat Bunuh Diri”, https://mediaindonesia.com/humaniora/283335/tiap-40-detik-satu-orang-tewas-akibat-bunuh-diri diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 11.43.
- Andryanto,S Dian.2021,”Viral Mural 404 Not Found,Ini bUnyi Psal Menjamin Kebebasan Berekspresi”,https://nasional.tempo.co/read/1496004/viral-mural-404-not-found-ini-bunyi-pasal-uu-menjamin-kebebasan-berekspresi diakses pada 17 Oktober 2021 pukul 12.33.