Jangan Lupa Untuk Tersenyum!
Untuk kamu yang sedang membaca ini, bagaimana kabarmu? Seberapa sering kamu tersenyum hari ini? Mungkin ada di antara kita yang sedang merasakan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran, ketakutan, atau apa pun itu. Apa pun yang sedang kamu rasakan, sekalipun kamu sedang tidak bahagia, tersenyumlah!
Bagaimana? Apakah merasa lebih baik? Jika ya, berarti tubuhmu sedang melepaskan hormon yang berfungsi membuatmu bahagia. Jangan pelit untuk tersenyum supaya kamu bisa merasa lebih bahagia!
Senyum. Terkesan sederhana, namun senyuman merupakan alat yang mudah digunakan dan bahkan gratis, yang bisa membuat kita lebih bahagia. Sebagian dari kita sering menggunakannya, sebagian lagi tidak sering menggunakannya, dan bahkan ada yang tidak tahu cara menggunakannya.
Senyum merupakan ungkapan ekspresi bahagia dari seseorang dan kemampuan ini secara alami dimiliki manusia sejak lahir. Bahkan dengan senyum mampu mengubah suasana menjadi lebih baik. Namun nyatanya, banyak orang memerlukan usaha lebih untuk dapat menunjukkan kemampuan alami yang luar biasa ini.
“Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu, tapi terkadang senyummu bisa menjadi sumber kegembiraanmu.” (Thich Nhat Hanh).
Kemauan untuk senyum berasal dari diri kita sendiri, terkadang kita tidak harus mencari kebahagiaan terlebih dahulu untuk bisa tersenyum.
Belakangan ini, para ahli di University of South Australia berasumsi bahwa tersenyum adalah salah satu hal yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama di kondisi dunia yang sedang dilanda pandemi. Terlalu lama berisolasi mandiri dan melihat berita negatif mempengaruhi pikiran banyak orang, sehingga mengakibatkan kecemasan dan tidak sedikit yang depresi. Efek pandemi terbukti merusak kesehatan mentak banyak orang. Masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi, salah satunya adalah dengan terus berpikiran positif.

Nah, untuk bisa berpikiran positif, kita bisa mulai membiasakan diri untuk tersenyum, bahkan kita bisa ‘berpura-pura’ bila perlu. Dalam proses penelitian tersebut, dilakukan percobaan di mana para peserta menahan sebuah pena diantara gigi mereka, yang diduga bisa mengaktifkan otot-otot yang terlibat ketika tersenyum. Kemudian, peserta mengevaluasi, apakah ekspresi yang dihasilkan adalah senyum kebahagiaan atau kesedihan (senyum palsu). Sebagian besar peserta pun merasa bahwa mereka merasakan kebahagiaan yang sebenarnya ketika menahan pena di antara gigi mereka.
Dari penelitian tersebut, Dr. Marmolejo Ramos menyimpulkan bahwa ketika otot kita ‘berkata’ bahwa kita sedang bahagia, maka kita akan memandang dunia di sekitar kita dengan pikiran yang positif. Suatu saat ketika kamu merasa cemas, cobalah untuk tersenyum. Dengan begitu akan membantumu berpikir jernih dan positif, bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa ketika Anda secara paksa berlatih tersenyum, itu merangsang amigdala, pusat emosional otak, yang melepaskan neurotransmiter untuk mendorong keadaan positif secara emosional,” ungkapnya.

Senyum tentunya memiliki dampak yang luar biasa bagi kesehatan mental mau pun fisik kita, serta bagi orang-orang di sekitar kita. Berikut adalah kekuatan di balik senyuman (Mark Stibich, 2021).
1. Tersenyum bisa membantu menaikkan suasana hati dan meredakan stres.
Suatu saat ketika kamu sedang merasa sedih, khawatir dengan suatu masalah, stres mengerjakan tugas yang tidak ada habisnya, cobalah untuk berhenti sejenak dan tersenyum, sekalipun kamu hanya berpura-pura. Dengan tersenyum, mungkin akan membantu mengurangi beban di pikiranmu sekaligus membantumu untuk berpikir positif. Ketika tersenyum, tubuh melepaskan hormon tertentu, di antaranya; hormon dopamin meningkatkan perasaan bahagia, dan serotonin membantu mengurangi stres.
2. Tersenyum bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan tekanan darah.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tersenyum bisa memberi dampak positif bagi kesehatan tubuh (fisik). Ketika kita tersenyum, diperkirakan bahwa fungsi kekebalan tubuh akan meningkat, karena senyum membuat kita lebih rileks/santai (mengakibatkan pelepasan neurotransmiter tertentu). Tersenyum juga membantu menurunkan tekanan darah, yang terbukti membuat detak jantung lebih rileks (meski masih membutuhkan penelitian yang lebih lanjut).
3. Senyum membuatmu lebih menarik.
“Senyum adalah make up terbaik yang dapat kamu kenakan.” Manakah yang lebih enak dipandang? Seseorang yang tersenyum, atau seseorang yang cemberut? Tentunya orang yang tersenyum akan terlihat lebih menarik. Senyuman juga merupakan bentuk sambutan yang universal. Orang dari berbagai belahan dunia saling menyapa dengan senyuman.

4. Senyum itu menular.
Pernahkah kamu mendengar tentang Hari Senyum Sedunia? Awal bulan Oktober, tepatnya pada tanggal 2, diperingati sebagai Hari Senyum Sedunia (World Smile Day). Hari tersebut pertama diperingati pada tahun 1999 oleh Harvey Ball, diikuti dengan munculnya ikon “smiley” berwarna kuning yang tersebar di mana-mana. Ikon tersebut kemudian dikenal sebagai simbol untuk menghibur orang lain yang sedang bersedih, dengan tujuan untuk menyebarkan kebahagiaan hanya dengan saling tersenyum.

Penelitian di Uppsala University, Swedia, menemukan bahwa akan sangat sulit untuk cemberut (tidak tersenyum) ketika kita melihat orang lain tersenyum. Lebih dari 30% orang tersenyum 20 kali dalam sehari, dan kurang dari 14% orang tersenyum hanya 5 kali dalam sehari (Ron Gutman, 2011). Luar biasanya, anak-anak pada umumnya tersenyum 400 kali dalam sehari. Maka dari itu, kita sering kali tersenyum ketika berada di sekitar anak-anak, karena senyum itu menular!

Seorang peneliti di Inggris mengatakan bahwa satu senyuman bisa menghasilkan tingkatan pada stimulasi otak yang sama dengan ketika kita memakan 2.000 cokelat atau ketika kita mendapat sejumlah uang tunai sebesar 16.000 pound sterling. Dibandingkan dengan cokelat, tersenyum jauh lebih menyehatkan baik bagi mental mau pun tubuh kita.
Nah, itu dia beberapa fakta tentang senyum. Sadari bahwa sebenarnya ada banyak alasan untuk kita bisa tersenyum, dan jangan biarkan situasi pandemi ini menghambat kita untuk tersenyum. Akhir kata, mari kita tetap tersenyum, meski memakai masker! Semoga bermanfaat!
Daftar pusaka (sumber):
Gambar:
https://iyarn.com/blog/self-reflection-a-path-to-knowledge-and-happiness/
https://ginger-root.co.uk/10-advertising-campaigns-to-make-you-smile/
https://www.valleydentalhealth.com/2018/04/02/your-smile-is-your-superpower/
https://koran.tempo.co/amp/parameter/453565/pandemi-picu-depresi
Referensi:
Scipioni, Jade. 2020, This simple tactic can ‘trick’ your brain into feeling happier, researchers say https://www.cnbc.com/2020/08/21/simple-trick-that-can-make-you-happier-according-to-research.html
HealthDay News. 2020. Smiling may boost overall outlook, study shows https://www.upi.com/Health_News/2020/09/12/Smiling-may-boost-overall-outlook-study-shows/7271599860390/
Ulrich Schimmack & Yue Chen. 2017. The Power of the Pen Paradigm https://replicationindex.com/category/pen-in-mouth-paradigm/
Sitibich, Mark. 2021. Top 10 Reasons to Smile Every Day
https://www.verywellmind.com/top-reasons-to-smile-every-day-2223755
Saputra, Dani. 2021. Apa Itu World Smile Day atau Hari Senyum Sedunia Diperingati 2 Oktober? Berikut Sejarah dan Beberapa Faktanya
Savitz, Eric. 2011. The Untapped Power of Smilling. https://www.forbes.com/sites/ericsavitz/2011/03/22/the-untapped-power-of-smiling/