Karen Horney dalam Feist (2010) menjelaskan tiga gaya dalam mengatasi konflik atau melawan konflik dan memerangi kecemasan dasar, dengan mengadopsi satu dari tiga jenis relasi/hubungan dengan orang lain. Yaitu kecenderungan mendekat atau bergerak menuju orang lain (moving toward people atau self effacement), kecenderungan menentang orang lain (moving againt people atau seeking domination), dan kecenderungan/bergerak menjauh (moving away from others atau avoid relation). Mari kita pahami penjelasannya!
1. Bergerak Mendekati Orang Lain
Bergerak mendekati orang lain adalah upaya mengatasi perasaan yang tidak berdaya. Horney menyatakan bahwa kecenderungan neurotik dengan mendekat pada orang lain melibatkan serangkaian strategi karena mencakup keseluruhan perasaan, pikiran, dan juga tingkah laku seseorang.
Mendekati orang lain dalam konteks ini bukanlah mendekat karena mencintai atau menyayangi orang lain. Hal ini mengacu pada kebutuhan neurotik untuk melindungi diri dari sebuah ketidakberdayaan. Untuk melindungi diri dari rasa ketidakberdayaan, mereka akan berusaha untuk mendapatkan penerimaan dan kasih sayang dari orang lain, atau mencari kekasih yang kuat serta mau bertanggung jawab atas hidup mereka. Bagi mereka yang mengalami kegagalan dan kesalahan, cinta dan kasih sayang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan partner yang bisa menanggung tanggung jawab terhadap kehidupannya. Kebutuhan neurotik akan kasih sayang dan penerimaan mengacu pada bertingkah laku sesuai dengan keinginan orang lain. Untuk mencari kasih sayang, mereka akan mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Kebutuhan neurotik akan rekan yang berpengaruh, mengacu pada kurangnya rasa percaya diri sehingga berupaya mendekati rekan yang kuat. Mereka berpendapat bahwa cinta dapat menyelesaikan segalanya dan terlalu takut untuk ditinggalkan.
2. Bergerak Melawan Orang Lain
Bergerak melawan orang lain adalah upaya individu untuk menghilangkan kecemasannya. Dengan menggunakan orang lain untuk keuntungan pribadi, menggunakan strategi mendekati orang lain dan memperlakukan mereka sebagai musuh. Bergerak melawan orang lain ini termasuk dalam kebutuhan neurotik yang memiliki kecenderungan untuk menyerang, supaya menjadi kuat dan dihormati.
Ketika orang penurut akan menganggap semua orang baik, maka orang agresif akan memandang semua orang musuh (Horney dalam Feist dan Feist, 2010: 204). Akibat dari hal tersebut, mereka akan melakukan strategi melawan orang lain. Orang neurotik yang agresif, lebih memilih untuk tampil kuat dan kasar untuk melawan orang lain. Orang tersebut termotivasi memanfaatkan dan mengeksploitasi orang lain demi kepentingan pribadi. Horney (dalam Alwisol, 2011: 143) menyebutkan lima dari sepuluh kebutuhan neurotik yang juga merupakan klasifikasi kecenderungan menyerang yaitu, kebutuhan menjadi sang penguasa, memanfaatkan orang, memperoleh prestasi, dipuja atau dihormati, dan mendapat penghargaan.
3. Bergerak Menjauhi Orang Lain
Bergerak menjauhi orang lain adalah cara mendasar untuk menyelesaikan konflik dengan memilih untuk berpisah. Strategi ini merupakan kecenderungan neurotik menjauhkan diri dari orang lain untuk mengekspresikan kebutuhan pribadi. Kebutuhan ini dapat menimbulkan perilaku positif maupun negatif. Kedekatan diri dengan orang lain dapat menciptakan pengalaman menyakitkan dimana beberapa orang memilih untuk menjauhkan diri dari orang lain dan membangun dunia mereka sendiri.
Agar bisa menyelesaikan konflik dasar isolasi, maka seseorang menjauhkan diri dari orang lain, dan cenderung memilih gaya interpersonal menjauhi orang lain (Horney dalam Feist dan Feist, 2010: 205). Kebanyakan seseorang yang neurotik beranggapan bahwa berinteraksi dengan orang lain merupakan suatu tekanan yang berat. Akhirnya mereka bergerak untuk menjauhi orang lain agar memperoleh kebebasan. Mereka sering membangun dunianya sendiri dan menolak orang lain mendekatinya. Realisasi dari strategi tersebut yaitu dengan kemandirian, kesendirian, dan kebebasan.
Referensi :
Nadine, Cindy Azzahro (2019) KONFLIK INTRAPSIKIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY. Undergraduate (S1) Thesis, University Of Muhammadiyah Malang.
Regita, Refa Dinda Dan Titik Indarti. (2021). KONFLIK INTRAPSIKIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL-NOVEL KARYA SYAHID MUHAMMAD (TEORI PSIKOANALISIS KAREN HORNEY). Bapala Volume 8 Nomor 06