Pernahkah kalian berdialog dengan diri sendiri? Kira-kira hal tersebut wajar atau tidak, ya? Jangan salah sangka! Ternyata setiap manusia pernah berdialog dengan diri sendiri, lho. Hal tersebut merupakan bentuk komunikasi yang dinamakan self-talk, dan itu adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh seseorang. Tak jarang pula hal yang diutarakan berupa kalimat negatif dan jelek mengenai dirimu. Hal ini biasanya berasal dari pemikiran negatif dan tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Self-talk mengacu pada dialog batin yang terjadi di dalam diri Anda. Hal ini adalah hal-hal yang Anda katakan kepada diri sendiri setiap hari, dapat mencakup sebuah instruksi dan tugas serta pengingat. Self-talk juga mencakup keyakinan sadar dan tidak sadar yang Anda pegang tentang diri Anda sendiri. Keyakinan ini memengaruhi apa yang Anda katakan kepada diri sendiri, yang dapat memengaruhi perilaku Anda. Self-talk bisa positif atau negatif dan merupakan sesuatu yang sering kita lakukan. Dialog batin Anda sangat penting karena memiliki dampak besar pada keyakinan, perilaku, dan kesejahteraan emosional Anda.
Self-talk bisa berupa negatif atau positif. Banyak dari self-talk Anda tergantung pada kepribadian Anda. Jika Anda seorang optimis, self-talk Anda mungkin lebih penuh harapan dan positif. Hal sebaliknya, jika Anda seorang pesimis, maka self-talk Anda cenderung dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif.
Berpikir positif dan optimisme dapat menjadi alat manajemen stres yang efektif. Memang, memiliki pandangan hidup yang lebih positif dapat memberi Anda beberapa manfaat kesehatan. Jika Anda merasa bahwa self-talk Anda terlalu negatif, atau jika Anda ingin menekankan self-talk yang positif, Anda bisa belajar mengubah dialog batin itu sendiri. Hal ini dapat membantu Anda menjadi orang yang lebih positif, dan dapat meningkatkan kesehatan Anda.
Manfaat Positive Self-Talk
Self-talk dapat meningkatkan kinerja dan kesejahteraan Anda secara umum. Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa self-talk dapat membantu atlet dengan kinerjanya, self-talk dapat membantu mereka meningkatkan daya tahan atau kekuatan melalui serangkaian beban berat.
Selanjutnya, self-talk yang positif dan pandangan yang lebih optimis dapat memiliki manfaat kesehatan lainnya, termasuk:
- Vitalitas meningkat
- Kepuasan hidup yang lebih besar
- Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
- Nyeri pada tubuh berkurang
- Kesehatan kardiovaskular yang lebih baik
- Kesehatan fisik yang lebih baik
- Pengurangan risiko kematian
- Lebih sedikit mengalami stres dan tekanan
Penelitian menunjukkan orang dengan self-talk positif mungkin memiliki keterampilan mental yang memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah, berpikir secara berbeda, dan lebih efisien dalam mengatasi kesulitan atau tantangan. Hal ini dapat mengurangi efek berbahaya dari stres dan kecemasan.
Cara Menggali Positive Self-Talk
Sebelum Anda berlatih untuk mendengarkan positive self talk, seseorang harus mengidentifikasi terlebih dahulu negative thinking dalam dirinya. Ingat, negative thinking tak selalu buruk bahkan bisa membuat seseorang lebih waspada dan berhati-hati. Dalam mengidentifikasi negative thinking, kenali dulu 4 kategorinya:
- Personalizing yaitu kecenderungan menyalahkan diri sendiri tentang semua hal yang terjadi
- Magnifying yaitu fokus pada aspek negatif setiap situasi dan mengabaikan yang positif
- Catastrophizing yaitu mengharapkan hal terburuk terjadi tanpa mau ada kompromi secara logika
- Polarizing yaitu melihat dunia pada dua sisi yaitu baik dan buruk, tanpa memberi celah bagi aspek di antara keduanya.
Setelah mengidentifikasi negative thinking, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi positive thinking. Perlu waktu dan konsistensi untuk bisa mengubah hal ini, tak akan terwujud hanya dalam semalam. Namun, tidak mustahil terjadi. Bahkan, anak kecil pun bisa mengubah negative self talk menjadi yang positif.
Menerapkan Positive Self-Talk dalam Kehidupan Sehari-hari
Self-talk yang positif membutuhkan latihan jika itu berasal bukan dari naluri alami Anda. Jika Anda umumnya cenderung orang yang pesimis, Anda dapat belajar mengubah dialog batin Anda menjadi lebih mendorong dan membangkitkan semangat.
Namun, membentuk kebiasaan baru membutuhkan waktu dan usaha. Seiring waktu, pikiran Anda bisa berubah. Pembicaraan diri yang positif dapat menjadi norma Anda. Beberapa langkah berikut ini dapat membantu:
Identifikasi perangkap self-talk negatif
Skenario tertentu dapat meningkatkan keraguan di dalam diri Anda dan menyebabkan lebih banyak self-talk negatif. Misalnya, ketika Anda dihadapkan oleh sebuah tugas baru yang menantang dan tingkat kesulitannya tinggi. Dengan enentukan kapan Anda mengalami self-talk paling negatif dapat membantu Anda mengantisipasi dan mempersiapkan diri.
Periksa dengan perasaan Anda
Ketika merasa negative self talk mendominasi diri Anda, coba ambil jeda sejenak untuk evaluasi diri. Mengapa situasi menjadi serba negatif? Apa yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi ini menjadi lebih baik? Jeda ini bisa membantu memetakan masalah dan berpikir lebih jernih.
Temukan aspek humornya
Tertawa dapat membantu meredakan stres dan ketegangan. Saat Anda membutuhkan dorongan untuk self-talk yang positif, temukan cara untuk tertawa, seperti menonton video lucu atau komedian.
Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif
Disadari atau tidak, Anda dapat menyerap pandangan dan emosi orang-orang di sekitar Anda. Ini termasuk energi negatif dan positif, jadi pilihlah orang-orang yang positif untuk berada di sekitar Anda.
Beri diri Anda afirmasi positif
Terkadang, melihat kata-kata positif atau gambar yang menginspirasi bisa cukup untuk mengalihkan pikiran Anda. Posting pengingat kecil di kantor Anda, di rumah Anda, dan di mana pun Anda menghabiskan banyak waktu.
Jika Anda cenderung memiliki pandangan negatif, jangan berharap menjadi optimis dalam semalam. Tetapi dengan latihan, pada akhirnya self-talk Anda akan mengandung lebih sedikit kritik diri dan lebih banyak penerimaan diri. Anda mungkin juga menjadi kurang kritis terhadap dunia di sekitar Anda.
Ketika keadaan pikiran Anda umumnya optimis, Anda lebih mampu menangani stres sehari-hari dengan cara yang lebih konstruktif. Kemampuan itu dapat berkontribusi pada manfaat kesehatan yang diamati secara luas dari berpikir positif.
Referensi:
- Brady, K. (2020). The Benefits Of Positive Self-Talk. Diakses pada 28 September 2021 dari http://www.keirbradycounseling.com/positive-self-talk/
- Holland, K. (2020).
Positive Self-Talk: How Talking to Yourself Is a Good Thing. Diakses pada 28 September 2021 dari https://www.healthline.com/health/positive-self-talk
- Mayo Clinic. (2020).
Positive thinking: Stop negative self-talk to reduce stress. Diakses dari 28 September 2021 dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/positive-thinking/art-20043950
- Mead, E. (2021). What is Positive Self-Talk?. Diakses pada 28 September 2021 dari https://positivepsychology.com/positive-self-talk/