Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Yuk kenali 5 Tipe Obsessive Compulsive Disorder

Apakah kalian pernah mendengar istilah Obsessive Compulsive Disorder (OCD)?
obsesif-kompulsif (OCD) adalah suatu kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. OCD sebelumnya digolongkan sebagai gangguan kecemasan karena individu dengan kondisi OCD ini sering mengalami kecemasan cukup parah akibat pikiran obsesif. Dalam edisi terbaru Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), OCD tidak lagi dikategorikan sebagai gangguan kecemasan, OCD diklasifikasikan secara mandiri.
Individu yang memiliki kecemasan atau perasaan jijik secara berlebihan biasanya terindikasi mengalami OCD. Individu sadar bahwa pikiran berlebihan itu memang berasal dari peikiran mereka tetapi mereka tidak memiliki cara untuk menyingkirkannya. Biasanya untuk menghindari pikiran-pikiran yang tidak masuk akal, individu akan cenderung menekannya atau melakukan sesuatu untuk menghindarinya.
OCD terdiri dari beberapa tipe, masing-masing tentu memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis OCD yang dapat dikenali:

1. Washing/Cleaning
Pada tipe ini individu akan memiliki ketakutan terkontaminasi dengan kuman. Misalnya ketika akan menyentuh sesuatu maka individu memiliki pikiran bahwa tangannya akan terkena kuman sehingga yang ia lakukan adalah mencuci tangannya secara berkali-kali. Selain itu, individu dengan OCD tipe ini akan sering membersihkan sesuatu karena ketakutannya pada kuman tersebut.
2. Checker
Pada tipe ini individu seringkali memiliki ketakutan terhadap hal-hal misalnya seperti lupa mematikan ompor, lupa mengunci pintu, mematikan kran air. Tipe checker memiliki tingkat kecemasan yang cukup tinggi, karena mereka memiliki ketakutan bahwa kelalaiannya akan membawa dampak buruk bagi orang lain. Mengecek pintu berkali-kali, memastikan bahwa lingkungan sekitar aman adalah suatu upaya bagi merka untuk menangani kecemasan yang dialami.
3. Obsessional
Obsessional memiliki obsesi terkait hal-hal yang tidak diinginkan misalnya seperti seks, agama, tindakan agresif. Bisa dicontohkan sebagai berikut, seorang dengan OCD bisa berubah menjadi pemerkosa dan menyakiti orang lain. Jenis OCD yang satu ini biasanya terkait dengan ritual-ritual yang diyakini secara mental, seperti berdoa, mengucap kata tertentu berulangkali, dan menghitung dalam kepala. Semua yang mereka lakukan bukan tanpa alasan, tetapi sebagai wujud untuk mengurangi gejala
Kecemasan.
4. Hoarding
Jenis ini memiliki keyakinan atau pemikiran bahwa mereka akan bisa saja kehilangan barang-barang mereka ketika nantinya akan diperlukan. Benda yang disimpan seringkali dianggap memiliki ikatan emosional dengan si pemilik. Karena obsesinya terhadap barang, maka mereka akan mengumpulkan barang secara berkala.
5. Symmetry obsessions
Pada tipe ini individu akan merasa tidak nyaman bila berada dalam lingkungan yang dianggapnya berantakan. OCD jenis ini akan terus-menerus mengatur posisi suatu benda agar sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Misalnya seseorang yang terus menerus menata buku berdasarkan ketebalannya atau berdasarkan warnanya.

Nah, itu adalah beberapa jenis Obssesive Compulsive Disorder. Bagaimana nih sobat Psike, apa kalian sudah semakin paham? Semoga artikel ini bisa membantu ya!

Referensi:

https://www.verywellmind.com/what-are-the-different-types-of-ocd-2510663

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *