Dalam membuat sebuah teori tentunya tidak dapat langsung serta-merta menjadi teori yang ilmiah. Terdapat beberapa proses sampai akhirnya suatu teori-materi dapat dikatakan ilmiah dan dapat dipercaya/digunakan oleh orang banyak. Tak terkecuali dalam psikologi kepribadian, terdapat banyak usaha yang dilakukan sampai akhirnya nilai ilmiah teori ini memadai. Untuk sekarang, mari kita bahas usaha-usaha yang bersifat pra-ilmiah di teori psikologi kepribadian. Kenapa sih harus dibahas? Karena tentu saja menarik dan ternyata masih banyak dilakukan oleh orang banyak. Usaha pra-ilmiah ini sering juga disebut dengan pseudosains. Lalu apa saja usaha prailmiah yang terkenal ini?
- Chirologi
Pernah dengar atau melihat mengenai garis telapak tangan dapat menentukan kehidupan, menentukan hubungan percintaan dan lainnya? Hal ini dikenal dengan ilmu gurat tangan atau Chirologi. Didasari dari kenyataan bahwa garis tangan tiap individu berbeda dan tidak sama antara satu dengan lainnya. Pokok ini juga yang menjadi dasar ilmu Daktiloskopi atau ilmu sidik jari. Jadi jika individu dapat mengenal perbedaan dan sifat khusus garis tangan tersebut, maka individu akan mengenal perbedaan serta sifat khas dari individu lain atau dirinya sendiri.
- Astrologi
Tidak asing lagi bagi kita untuk mendengar bahkan memahami soal Zodiak. Zodiak ini biasanya akan mengenal bahkan ‘meramal’ nasib seseorang berdasarkan tanggal lahirnya. Hal ini berdasar dari adanya pengaruh kosmis terhadap manusia, sehingga dikenal sebagai Astrologi atau Ilmu perbintangan. Pada saat individu dilahirkan, individu dalam posisi tertentu terhadap benda di angkasa. Jika individu dapat mengenal perbedaan soal ini, individu juga dapat mengenal perbedaan serta sifat khas individu lain/dirinya.
- Grafologi
Dasar dari Grafologi atau Ilmu tentang tulisan tangan adalah segala gerakan yang dilakukan oleh individu merupakan ekspresi kehidupan jiwanya; jadi gerakan menulis dan hasil tulisan merupakan bentuk ekspresi batiniah. Jika individu dapat mengetahui keadaan khusus tulisan seseorang, maka individu tersebut dapat mengenal keadaan kepribadian penulisnya. Yang diperhatikan dalam grafologi sebagai analisis dan pencarian sifat khas—yang selanjutnya jadi penarikan kesimpulan kepribadian adalah : 1) Apakah tulisannya tetap lurus atau naik-turun, 2) Condong atau tegaknya tulisan, 3) Besar kecilnya huruf, 4) Jarak tulisan atau garis, 5) Tumpul-runcingnya tulisan, 6) Tebal-tipisnya tulisan, 7) Ukuran tulisan yang konsisten, dan 8) Jarak tulisan dari tepi.
- Physiognomi
Physiognomi atau ilmu tentang wajah merupakan pengetahuan yang berusaha memahami kepribadian berdasarkan keadaan wajahnya. Terdapat keyakinan bahwa ada hubungan antara wajah dan kepribadian. Hal yang tampak atau ditunjukan pada wajah merupakan interpretasi keadaan jiwa individu. Buku dari Lavater menerangkan bahwa : 1) Dahi dan Kening untuk menjelaskan kecerdasan, 2) Hidung dan Pipi memberikan tanda halus atau kasarnya perasaan, 3) Mulut dan Dagu memberi petunjuk nafsu makan, nafsu minum, dsb, 4) Mata mencerminkan seluruh kehidupan jiwa.
- Phrenologi
Pengetahuan phrenologi atau memahami kepribadian dari keadaan tengkorak individu. Dasar pikirannya adalah fungsi dan kecakapan individu berpusat di otak. Jadi jika individu memiliki kecakapan yang luar biasa, maka otak dan tengkoraknya pun (berbentuk) besar.
- Onychologi
Onychologi berusaha memahami kepribadian seseorang atas dasar keadaan kuku-kukunya. Kuku di ujung jari mempunyai hubungan yang erat dengan susunan syaraf, dengan cabangnya yang terhalus di pucuk jari. Warna dan bentuk kuku dapat dipakai sebagai landasan untuk mengenal kepribadian individu.
Kita harus ingat bahwa hal-hal diatas merupakan ilmu atau diskusi pra-ilmiah artinya nilai uji reliabilitas dan validitasnya bisa saja rendah bahkan tidak ada. Perlu kita ingat bahwa kita tidak bisa atau tidak boleh sembarang menilai seseorang bahkan keperibadiannya. Kita harus mengenal baik, melakukan observasi objektif, bahkan melakukan tes kepribadian untuk mengetahui dan memahami kepribadian kita sendiri maupun orang lain. Gunakanlah teori ilmiah yang sudah dilakukan dan digunakan banyak orang, yang dikenalkan oleh tokoh yang memiliki pengelaman penelitian yang luar biasa dan terbuktikan.
Referensi : Suryabrata, Sumadi. (2011). Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.