Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Tujuan Hidup Manusia Adalah Kebahagiaan

Berapa banyak orang yang tidak mengetahui atau memahami apa tujuan hidupnya ? Mereka hidup mengikuti standar sosial yang ada, tanpa pernah menanyakan atau memahami tujuan hidupnya sendiri. Seakan-akan sekolah, bekerja, mencari hiburan menjadi sebuah rutinitas wajib yang tanpa makna. Standar sosial-lah yang menjadi tolak ukur keberhasilan manusia. Lulus tepat waktu dengan nilai yang bagus, bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang luar biasa, berlibur di tempat-tempat eksotis dan mahal demi memenuhi konten sosial media yang dimilikinya menjadi hal  yang jamak dicari bagi masyarakat modern. Pertanyaan mendasarnya adalah, apakah mereka merasakan kebahagiaan ? 

Pencarian Tujuan Hidup

Memiliki tujuan hidup adalah salah satu faktor fundamental kebahagiaan. Tanpa adanya tujuan hidup, kita akan menjalani hidup  secara tidak fokus, tidak efisien dan tidak efektif. Hal itu akan membuat kita merasa gelisah dan stres karena merasa bahwa apa yang kita inginkan tidak selaras dengan apa yang kita lakukan. 

Tujuan hiduplah yang memotivasi hidup, dimana dengan adanya tujuan hidup membuat kita bersemangat ketika bangun di pagi hari. Tujuan hidup merupakan panduan bagi kehidupan yang memberikan arah tujuan dan menciptakan makna kehidupan.

Bagi sebagian orang, tujuan hidup berhubungan dengan profesi, misalnya pekerjaan yang bagus dan bermakna. Bagi yang lain, tujuan mereka terletak pada tanggung jawab mereka terhadap keluarga. Yang lain mencari tujuan hidup melalui spiritualitas atau keyakinan agama. Tujuan hidup adalah sesuatu yang unik bagi setiap orang. Kita tidak bisa meng-copy tujuan hidup orang lain dalam kehidupan kita. Setiap manusia mempunyai perannya masing-masing. Ketika kita meniru tujuan hidup orang lain, tanpa melihat kedalam diri kita sendiri, berarti kita hidup didalam “kehidupan” orang lain. Dengan kata lain, kita tidak menjadi diri kita sendiri sepenuhnya.

Ketika kita ingin mencari tau apa tujuan hidup kita, beberapa pertanyaan yang akan muncul antara lain,

  • Siapa saya?
  • Di mana saya berada?
  • Apa yang membuat saya merasa utuh?
  • Apa sebetulnya kebahagiaan sejati saya?

dan pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya tentang diri kita sendiri.

Dalam memikirkan tentang diri kita, kita perlu mengingat bahwa didalam diri kita terdapat tiga entitas yang saling berhubungan, yaitu Akal, Kalbu (Hati Nurani) dan Nafsu. Ketiga entitas tersebut haruslah seimbang, tidak condong kepada satu entitas saja. Nafsu selalu mengajak kita untuk memenuhi mencari kesenangan fisik atau materialistik. Hati nurani akan selalu mengajak ke arah kebaikan. Sedangkan akal lebih cenderung menuruti apa saja diantara keduanya. Ketika nafsu yang lebih dominan, akal kita akan mencari cara untuk mewujudkannya, begitu juga ketika hati nurani yang menjadi dominan, akal kita juga akan mencari cara untuk mewujudkannya.

Tujuan Hidup Akan Berevolusi

Seiring dengan tingkat kedewasaan seseorang, tujuan hidup akan mengalami perubahan secara teratur. Perubahan tujuan hidup bisa disebabkan karena adanya peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupannya, misalnya perubahan karir atau mendapatkan musibah yang menyebakan dirinya melihat dunia dari sisi yang berbeda.

Tetapi, setiap perubahan tujuan hidup akan memicu transisi fisik, mental, emosional, dan spiritual seseorang. Transisi tersebut bisa berjalan secara halus, tetapi juga bisa berjalan dengan penuh gejolak. Itulah rahasia kehidupan, kita akan selalu “dituntut” untuk membingkai ulang pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan kita secara berulang-ulang. Dalam fragmen-fragmen kehidupan kita, kita akan selalu menemukan pertanyaan yang berbeda dan juga jawaban-jawaban yang berbeda.

Tujuan Hidup Adalah Kebahagiaan

Sebagai penutup, mungkin kisah-kisah berikut bisa menjadi inspirasi kita semua dalam proses pencarian tujuan hidup,

Saya sudah melakukan banyak pengujian tentang siapa saya dan apa yang saya inginkan dari kehidupan ini. Saya mencoba beberapa karir yang berbeda dan selalu menebak-nebak apakah profesi ini akan memberikan saya kebahagiaan? Saya juga berusaha menemukan hal-hal lain yang dapat mengisi “kekosongan” yang ada dalam kehidupan saya. Saya banyak melakukan perencanaan terkait hal-hal apa saja yang harus saya raih di kemudian hari. Dan kenyataannya, saya tidak menemukan kebahagian sepanjang proses tersebut. Setelah saya melalui itu semua, saya menemukan tujuan hidup saya, yaitu mendapatkan kebahagiaan saat ini juga. Saya harus bahagia dengan apa yang saya miliki saat ini. Kebahagiaan bukan terletak pada apa yang kita inginkan, tetapi pada apa yang kita miliki saat ini. Yang harus saya lakukan adalah melakukan segala sesuatu semaksimal dan sebaik mungkin. Itu yang membuat saya bahagia.

Atau kisah lainnya,

Di usia muda, saya sudah mendapatkan apa yang saya rencanakan sejak dulu. Pendidikan yang bagus, karir yang melejit hingga kebutuhan finansial yang serba tercukupi. Namun, sepanjang perjalanan tersebut, terasa ada yang kurang didalamnya. Hingga akhirnya, peristiwa besar terjadi dalam hidup saya. Semua yang saya dapatkan tersebut hilang dalam waktu yang singkat. Peristiwa tersebut membuat saya berpikir ulang terkait dengan tujuan hidup saya. Saya menyadari bahwa kesenangan berbeda dengan kebahagiaan. Dan saya putuskan untuk mengejar kebahagiaan diatas kesenangan. Semua orang butuh kesenangan, tetapi bagi saya kebahagiaan lebih penting. Muncul pertanyaan baru dalam benak saya, apa yang membuat saya bahagia ? Pertanyaan itulah yang menggiring saya dalam proses pencarian tujuan hidup yang baru. Akhirnya saya menemukan bahwa saya bahagia ketika saya dapat membantu orang lain. Itulah tujuan hidup saya yang baru dan saya merasakan kebahagian sepanjang prosesnya.

Semoga kita semua dapat menemukan tujuan hidup kita masing-masing. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *