Pernahkah kalian keluar dari zoom meeting kesekian kalinya di hari itu dan merasa kelelahan? Jika iya, kalian tidak sendirian. Banyak orang yang harus menghadapi kelelahan Zoom. Ini mengacu pada kelelahan yang dirasakan setelah melakukan panggilan video atau konferensi apa pun. Ini bukan diagnosis formal, tetapi kelelahan Zoom sangat nyata. Banyaknya pertemuan zoom sama dengan peningkatan tuntutan kognitif dari komunikasi konferensi video,”. Hal ini sering dirasakan oleh siswa, mahasiswa, maupun karyawan.
Ada manfaat pasti untuk hal-hal seperti Zoom, Skype, dan FaceTime, mulai dari memungkinkan orang untuk terhubung dengan aman secara tatap muka hingga membuat pekerjaan tertentu lebih mudah diakses oleh mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis. Menjadu jembatan pendidikan untuk terus berjalan, cara perusahaan mempertahankan kinerja karyawan nya, dan menjadi sarana untuk bertukar pikiran.

Zoom fatigue (kelelahan zoom) bisa jadi berasal dari eksternal dan internal. Secara eksternal, pihak otoritas (atasan, dosen, guru) merasa karena seluruh kegiatan dilakukan secara online jadi tidak apa untuk membuat banyak pertemuan di satu waktu dengan memaksakan kita hingga double device atau menggunakan lebih dari satu perangkat dalam satu waktu yang sama. Pada tiap pertemuan pun dituntut untuk tetap memiliki konsentrasi yang tinggi alhasil kelelahan pun terjadi.
Secara internal, dimana diri kita sendiri yang berpikir kita sanggup mengikuti lebih dari satu kelas atau webinar dalam kurun waktu yang sama. Hal ini dapat memecah konsentrasi kita, membuat kita kelelahan secara fisik maupun mental. Maka dari itu, kita yang saat ini harus melakukan zoom meeting, harus mengetahui cara untuk menghadapi zoom fatigue ini. Berikut ini beberapa tips untuk terhindar dari zoom fatigue.
1. Lewatkan zoom meeting yang tidak wajib
Akan selalu ada meeting yang tidak bisa dilewatkan, tetapi ada juga rapat yang pasti bisa dilewati atau dapat ditonton rekaman nya kemudian. Saat Anda memang harus melakukan meeting, disarankan untuk beristirahat saat kalian bisa. Jika Anda merasa diri Anda mulai tidak fokus, kalimat sederhana “Saya akan off cam karena itu membuat saya lebih mudah untuk mendengarkan” bisa sangat membantu.
2. Jadwalkan pertemuan zoom yang kalian inginkan
Melakukan hal-hal menyenangkan melalui Zoom seperti berkumpul dengan keluarga, menonton film dengan sahabat, mempelajari keterampilan baru dapat membantu melemahkan rasa lelah karena Zoom. Selain itu, menjadwalkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman selalu merupakan ide bagus saat ini. Teman dan keluarga dapat memahami tekanan yang dialami.
3. Matikan kamera saat tidak begitu diperlukan
Setiap lingkungan kerja dan akademik sedikit berbeda, tetapi jika kalian kadang-kadang memiliki kesempatan untuk mematikan kamera, lakukanlah! Jika perlu melakukan banyak pekerjaan rumah seperti melipat cucian, memasak, membuat makan siang, mematikan video tidak hanya memungkinkan kalian untuk memaksimalkan waktu, tetapi juga mengurangi tekanan untuk muncul melalui layar.
Selamat mencoba! 🙂
Referensi
https://news.stanford.edu/2021/02/23/four-causes-zoom-fatigue-solutions/