Perilaku makan merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bagi tubuh. Perilaku makan menentukan pola makan dan jenis makanan yang akan kita makan. Perilaku makan berlebih seperti binge-eating tentu tidak baik. Perilaku tersebut menyebabkan seseorang mengalami obesitas, diabetes, gangguan jantung, stroke, dan masih banyak lainnya [1]. Belakangan ini fenomena terkait perilaku makan di Indonesia yaitu pemilihan jenis makanan yang kurang bergizi seimbang. Tentu jika masyarakat hanya makan mie instant tanpa tambahan protein, sayuran, atau buah belum memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah merilis pedoman gizi seimbang bagi masyarakat Indonesia (lihat gambar). Kebiasaan atau perilaku makan di Indonesia yang “tidak makan kalau tidak pakai nasi” harus segera diluruskan. Nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat utama, masih ada sumber pangan lainnya seperti jagung, singkong, ubi, kentang, dan lain-lain. Jika hanya mengandalkan karbohidrat saja makan nutrisi untuk tubuh dan otak belum tercukupi. Tentu saja, makanan yang kita makan akan memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental seperti memengaruhi suasana hati, stres, atau depresi [2].

Ada beberapa tips terkait perilaku makan kita sehari-hari yang dapat diterapkan agar menunjang kesehatan mental yang lebih baik, diantaranya [2,3]:
- Penuhi gizi seimbang
Sebaiknya makan makanan yang memiliki gizi seimbang. Gizi seimbang termasuk di dalamnya tidak mengonsumsi makanan ultra-proses atau produk rafinasi secara berlebihan. Contohnya seperti gula pasir, makanan tinggi garam, atau minuman bersoda. Makanan ringan olahan seperti potato chips dapat mengganggu kemampuan konsentrasi.
- Tidak melewatkan sarapan
Sarapan sangat penting untuk mengisi energi guna memulai aktivitas. Melewatkan sarapan akan membuatmu merasa kelelahan dan kesulitan untuk fokus atau berkonsentrasi pada pekerjaanmu. Usahakan makan makanan untuk sarapan dengan tetap menerapkan pola gizi seimbang.
- Cukupi kebutuhan air minum
Kebutuhan air mineral 8 gelas perhari atau sekitar 2 liter dapat mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat membuat orang kesulitan berkonsentrasi dan mengalami perubahan suasana hati (mood). Konsumis minuman dengan kadar kafein yang tinggi juga dapat berpengaruh pada orang dengan gangguan kecemasan. Hindari terlalu banyak konsumsi minuman tinggi gula dan minuman soda.
- Fokus pada makanan
Mindful eating merupakan salah satu cara untuk lebih dapat menikmati makanan yang kita makan. Usahakan untuk tidak makan sambil menonton telivisi (misalnya) atau aktivitas lain yang dapat mengganggu proses makan. Mindful eating membuat fokus pada makanan dengan makan secara lebih santai, fokus pada makanan yang dimakan, mengunyah dengan perlahan, dan dapat lebih menikmati rasa dan tekstur makanan.
- Belanja makanan
Belanja memang bukan proses makan. Namun sebelum makan, kita biasa akan belanja terlebih dahulu. Ketika belanja usahakan belanja bahan makanan segar (sayuran, daging, buah) lebih banyak dibandingkan produk olahan (chips, cookies, candy). Jika kamu membeli makanan di luar rumah, usahakan tetap memperhatikan gizi pada makanan yang kamu beli.
Berikut adalah beberapa tips terkait perilaku makan yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, makan bukan sekadar memasukan apa yang kamu inginkan. Tapi juga apa yang kamu butuhkan. Pikiran bisa saja melupakan kebutuhan badan kamu yang butuh nutrisi. Sehingga usahakan pikiran dan tubuh kamu sejalan untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan dirimu.
References:
- Mandi, E. (2019). Binge eating disorder: symptoms, causes, and asking for help. Diakses: https://www.healthline.com/nutrition/binge-eating-disorder. Diakses pada 17 September 2021.
- Sutter Health. Eating well for mental health. Diakses: https://www.sutterhealth.org/health/nutrition/eating-well-for-mental-health. Diakses pada 17 September 2021.
- Mental Health America. Healthy diet: Eating with mental health in mind. Diakses: https://www.mhanational.org/healthy-diet-eating-mental-health-mind. Diakses pada 17 September 2021.