Berbohong adalah bagian dari komunikasi dan bentuk perilaku sosial yang terlibat dalam berinteraksi dengan orang lain. Berbohong berarti mengatakan pernyataan bahwa dia tahu dirinya salah kepada orang lain yang dia ingin anggap benar. Berbohong muncul dari sifat hedonistik manusia untuk menghindari rasa sakit dan meningkatkan kesenangan. Dapat dilihat juga bahwa kita berbohong tidak hanya untuk keuntungan pribadi, tetapi juga untuk keuntungan orang lain. Yaitu untuk menghindari bahaya yang mempengaruhi diri kita sendiri dan untuk menghindari menyakiti orang lain. Berbohong dapat diterima jika itu menyelamatkan hidup seseorang/diri kita sendiri/orang lain.
Berbohong memiliki beberapa jenis berdasarkan atas niat atau tujuan dari berbohong itu sendiri. Berikut adalah jenis – jenis berbohong:
-
White Lies / Kebohongan Putih
Kebohongan ini memiliki tujuan untuk kebaikan orang lain, dengan kata lain berbohong dengan tujuan untuk menjaga perasaan orang lain atau menghindari kekecewaan yang bisa dirasakan orang lain.
Contoh:
A : “Aku senang dengan pakaian ini. Gimana pakaian ini? Bagus bukan?”
B : “Iya bagus kok” (Dibalik kata iya, sebenarnya tidak bagus/tidak menyukai pakaian itu. Tetapi untuk menjaga perasaannya, maka meng-iya-kan bahwa pakaian itu bagus)
-
Black Lies / Kebohongan Hitam
Kebohongan ini tidak didasarkan untuk kebaikan orang lain, melainkan untuk untuk kebaikan dirinya sendiri. Kehobohongan ini didasarkan atas tidak ingin disalahkan, takut akan resiko yang telah diperbuat dan keegoisan dalam diri.
Contoh:
Saat kakak dan adik sedang bersama bermain bola di halaman. Tidak sengaja, kakak menendang bola dan mengenai kaca jendela. Dan kaca jendela tersebut pecah. Lalu, ibu dari kakak dan adik tersebut terlihat kesal sembari bertanya “siapa yang melakukan ini semua?”. Dan kakak pun menjawab, bahwa yang menendang bola tersebut adalah adik.
-
Grey Lies / Kebohongan Abu – Abu
Kebohongan ini didasarkan ada keuntungan kedua belah pihak. Atau dengan kata lain, berbohong seolah – seolah didasarkan untuk kebaikan orang lain, namun di balik itu juga menguntungkan bagi diri sendiri.
Contoh:
A menyuruh B untuk menyapu halaman rumah dengan mengatakan bahwa B sangat rajin dan teliti dalam hal kebersihan, sehingga halaman rumah menjadi bersih dan ibu pasti menjadi senang. Dengan pujian tersebut, B menjadi merasa senang dan menyapu halaman tersebut dengan semangat. Dibalik pujian yang diberikan A kepada B, B memiliki keuntungan yaitu ia tidak perlu capek untuk menyapu halaman rumah tersebut.
-
Blue Lies / Kebohongan Biru
Kebohongan ini didasarkan atas kepentingan diri sendiri dan kelompok dengan tujuan menguatkan kerjasama atau ikatan dalam suatu kelompok yaitu dengan menyalahkan pihak lain.
Dari penjelasan tersebut, kamu pernah berbohong atas niat apa nih? Disamping hal tersebut, berpikir bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik ketika dibersihkan dari kebohongan yang tampaknya mengganggu sebagai upaya kita dalam komunikasi yang tulus. Di sisi lain, kebohongan menyebabkan kehidupan sosial kita akan runtuh di bawah beban kejujuran tanpa henti, dengan kebenaran yang terungkap menghancurkan kemampuan kita untuk terhubung dengan orang lain. Kebohongan di mana-mana jelas merupakan masalah, tetapi apakah kita ingin membuang semua kebohongan kita? Mari jujur.
Sumber:
Bryant, Erin M. (2008). Real Lies, White Lies and Gr Real Lies, White Lies and Gray Lies: T y Lies: Towards a Typology of ypology of Deception. Trinity University http://changingminds.org/explanations/behaviors/lying/four_lies.htm
Changing, Mind. Four Colors of Lies http://changingminds.org/explanations/behaviors/lying/four_lies.htm
Kornet, Allison. (1997). The Truth About Lying. https://www.psychologytoday.com/us/articles/199705/the-truth-about-lying
T, Farisha. A. & K, Sakkeel. (2015). Psychology of Lying. The International Journal of Indian Psychology, Volume 2, Issue 2. http://oaji.net/articles/2015/1170-1427635231.pdf
Sumber Gambar:
https://lattice.com/library/how-to-create-a-culture-that-encourages-communicati