Psikologi humanistis berasumsi bahwa terpisahnya manusia dengan dunia alam menghasilkan perasaan kesendirian dan isolasi, kondisi tersebut disebut kecemasan dasar. Fromm seorang kritikus sosial, psikoterapis, filusuf, antropologid budaya, dan psikogiografis. Dan psikoanalisis humanistisnya lebih melihat manusia dari sudut pandang sejarah dan budaya daripada murni sudut pandang psikologis saja. Fromm lahir pada tanggal 23 Maret 1900 di Frankfurt , Jerman.
ASUMSI DASAR FROMM
Asumsi dasar Fromm adalah bahwa kepribadian individu dapat dimengerti hanya dengan memahami sejarah manusia yang mendahulukan fakta dan didasari oleh konsep antropologis-fisiologis akan keberadaan manusia. Fromm meyakini bahwa manusia memperoleh kemampuan bernalar dan tidak memiliki insting yang kuat untuk beradaptasi dengan dunia yang berubah. Keadaan tersebut disebut oleh Fromm sebagai dilemma manusia (human dilemma). Kemampuan bernalar manusia ini menurutnya sebagai sebuah anugerah dan kutukan. Karena kemampuan tersebut dapat membuat manusia bertahan dan membuat manusia berusaha untuk menyelesaikan dikotomi dasar atau konsep teologi yang membagi diri manusia menjadi dua yaitu jiwa (rohani) dan tubuh (jasmani) yang tidak ada jalan keluarnya. Hal tersebut disebut oleh Fromm sebagai dikotomi eksistensial karena eksistensi manusia atau keberadaan manusia.
Kultur dan kepribadian pada masing – masing individu merupakan dua hal yang digantungkan oleh manusia saat bereaksi dengan dikotomi dan manusia tidak dapat menghapuskan dikotomi eksistensial.
- Dikotomi pertama: antara hidup dan mati.
Realitas diri dan nalar: mengatakan manusia akan mati.
Namun, manusia berusaha mengingkari hal ini dengan menganggap adanya kehidupan setelah kematian, yang hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa hidup manusia akan diakhiri dengan kematian.
- Dikotomi kedua: bahwa manusia mampu membentuk konsep tujuan dari realisasi diri utuh, namun juga menyadari bahwa hidup terlalu singkat untuk mencapai tujuan tersebut.
Untuk mengatasi dikotomi ini, beberapa orang berasumsi bahwa masa lalunya adalah pencapaian sempurna dalam kemanusiaan. Dan beberapa orang yang lainnya menganggap adanya kelanjutan hidup setelah kematian.
- Dikotomi ketiga: bahwa manusia pada akhirnya hanya sendiri, namun tetap tidak bisa menerima pengucilan atau isolasi.
Manusia sadar sebagai individu yang terpisah dan meyakini kebahagiaan manusia bergantung pada ikatan dengan manusia lain. Jika manusia tidak dapat menyelesaikan permasalahan kesendirian atau ikatan kebersamaan, manusia akan terancam gila. Dan hal yang harus dilakukan adalah berusaha untuk mengatasi masalah tersebut,
KEBUTUHAN MANUSIA
Kebutuhan manusia terdorong oleh kebutuhan fisiologis (rasa lapar, seks, dan keamanan). Manusia berusaha menemukan jawaban atas keberadaan mereka dan menghidari ketidakwarasan, hal tersebut memunculkan existential needs (kebutuhan – kebutuhan eksistensial). Manusia sehat secara mental akan mampu memenuhi kebutuhan manusiawi.

- Keterhubungan (relatedness)
Rasa keterhubungan mendorong manusia untuk bersatu dengan orang lain melalui kepasrahan, kekuasaan, dan cinta. Ketika seorang dominan dan seorang pasrah (submitif) saling menemukan, mereka sering kali menciptakan hubungan simbiosis yang saling memenuhi satu sama lain. Hal tersebut menghalangi pertumbuhan karakter dan kesehatan psikologis. Orang – orang dalam hubungan simbiosis saling tertarik bukan disebabkan oleh cinta dan menyalahkan pasangan mereka karena tidak memuaskan kebutuhan yang lain secara utuh.
Menurut Fromm, cinta adalah satu – satunya jalan untuk seseorang bersatu dengan dunia, dan dalam waktu yang sama, mencapai individualitas dan integritas (karakter). Sebuah bentuk cinta yang tulus biasanya ditemukan 4 elemen dasar, yaitu rasa peduli, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan. Rasa peduli yaitu harus peduli akan orang tersebut dan mau menjaganya. Tanggung jawab yaitu kemauan dan kemampuan untuk merespon atau menanggapi. Rasa hormat yaitu menghormati mereka apa adanya dan menghindari keinginan untuk mengubah mereka. Dan seseorang akan menghormati orang lain jika mereka memiliki pengetahuan mengenai orang tersebut.
- Keunggulan (transcendence)
Adalah kebutuhan manusia untuk mengungguli keberadaan pasif mereka dan menciptakan atau menghancurkan kehidupan. Menurut Fromm, manusia adalah satu – satunya spesies yang menggunakan agresi keji (malignant aggression), yaitu membunuh untuk alasan selain mempertahankan diri. Dan manusia juga menjadi kreatif dengan banyak cara dengan berkreasi dalam seni, agama, gagasan, hokum, produksi materi, dan cinta.
- Keberakaran (rootedness)
Adalah kebutuhan akan struktur konsisten dalam hidup manusia. Atau kebutuhan untuk berakar atau merasa berpulang kembali di dunia, Konsekuensi keberakaran adalah perasaan keterasingan dan ketidakberdayaan yang menjadi tidak tertahankan. Dapat dicari melalui cara produktif dan nonproduktif. Cara ptoduktif yaitu dengan berhenti disapih oleh ibu dan lahir secara utuh. Cara nonproduktif dengan fiksasi (fixation) yaitu keengganan yang kuat untuk bergerak melampaui keamanan dan perlindungan yang diberikan oleh seorang ibu. Mereka adalah orang – orang yang bergantung secara eksternal serta merasa takut dan tidak aman ketika tidak mendapat perlindungan sang ibu.
Dan dapat dilihat secara filogenetis dalam evolusi. Fromm memilih teori Bachofen yang berpusat pada ibu dan berkaitan dengan situasi Oedipal (menyukai wanita yang lebih tua) dibandingkan teori Freud yang lebih berpusat pada ayah. Menurut Fromm, kompleks Oedipus adalah keinginan unutk kembali ke rahim ibu atau seseorang dengan fungsi keibuan yang harus dilihat dalam ketertarikannya pada wanita lebih tua.
- Kepekaan akan identitas (sense of identity)
Adalah kemampuan untuk menyadari diri sendiri sebagai wujud terpisah (terpisah dari alam) atau memberikan sebuah rasa “saya” sebagai subjek atau objek. Tanpa kepekaan akan identitas, manusia tidak dapat mempertahankan kewarasan dan ancaman ini mendorong untuk melakukan hampir segala hal untuk mendapatkan kepekaan akan identitas. Orang neurotic berusaha untuk mebgikat diri dengan orang yang lebih berkuasa atau institusi sosial atau politik. Orang normal, tidak perlu menyerahkan kebebasan dan invidualitas mereka demi masuk dan diterima dalam masyarakat karena mereka memiliki kepekaan akan identitas yang autentik.
- Kerangka orientasi (frame of orientation)
Merupakan cara konsisten dalam melihat dunia. Tanpa adanya kerangka orientasi manusia akan mengalami kebingungan dan tidak mampu melakukan tindakan dengan tujuan dan konsisten. Manfaat dari kerangka orientasi dapat membuat manusia bisa mengatur berbagai macam rangsangan yang menggangu.
Peta jalan/kerangka tanpa sasaran atau tujuan tidak ada artinya. Untuk menjaga kewarasan dibutuhkan sasaran akhir atau “objek pengabdian”. Objek pengabdian ini memusatkan energi manusia menuju satu arah, memungkinkan manusia untuk mengungguli keberadaannya yang terasing, dan mengubah arti hiudp mereka.
BEBAN KEBEBASAN
Akal pikiran bertanggung jawab atas timbulnya perasaan keterasingan dan kesendirian, namun juga merupakan proses yang membiarkan manusia bersatu kembali dengan dunia. Sejalan dengan anak menjadi lebih mandiri dan tidak membutuhkan ibunya, mereka mendapat kebebasan lebih untuk mengungkapkan invidualitas mereka, bergerak tanpa diawasi, memilih pakaian dll. Beban kebebasan ini dapat menimbulkan kecemasan dasar (basic anxiety), yaitu perasaan bahwa kita sendirian di dunia.
- Mekanisme pelarian
Mekanisme plarian Fromm adalah kekuatan yang mendorong manusia. Untuk lepas dari kecemasan dasar, manusia menggunakan berbagai macam makanisme pelarian diri yaitu:
- Otoritarianisme
Sebagai kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian seseorang secara individu dan meleburkannya dengan seseorang atau sesuatu di luar dirinya demi mendapatkan kekuatan yang tidak dimilikinya.
Kebutuhan unutk bersatu dapat berupa dua hal:
1. Masokisme: Timbul dari rasa ketidakberdayaan, lemah, serta rendah diri dan bertujuan untuk menggabungkan diri dengan orang atau institusi yang lebih kuat.
2. Sadisme: Bertujuan mengurangi kecemasan dasar dengan mencapai kesatuan dengan satu orang atau lebih. Terdapat tiga jenis kecenderungan sadism: (1) kebutuhan untuk membuat orang lain berganung pada dirinya dan berkuasa akan mereka yang lemah. (2) keinginan untuk mengeksploitasi orang lain memanfaatkan mereka, dan menjadikan mereka sebagai sarana memperoleh keuntungan dan kesenangan dirinya sendiri. (3) keinginan untuk melihat orang lain menderita baik secara fisik maupun psikologis.
- Sifat merusak/sifat destruktif (destructiveness)
Berasal dari perasaan kesendirian, keterasingan, dan ketidakberdayaan. Sifat merusak bertujuan untuk menghilangkan orang lain.
- Konformitas (conformity)
Berusaha melarikan diri dari rasa kesendirian dan keterasingan dengan menyerahkan individualitas mereka dan menjadi apa pun yang diinginkan oleh oran lain. Mereka jarang mengungkapkan pendapat mereka sendiri, berpegangan erat pada patokan perilaku, dan sering tampak kaku dan terprogram. Manusia dapat lepas dari siklus konformitas dan ketidakberdayaan dengan mencapai realisasi diri dan kebebasan positif.
- Kebebasan positif (positive freedom)
Pengungkapan penuh dan spontan dari potensi rasonal maupun emosionalnya. Bertindak menurut sifat dasarnya dan tidak menurut aturan – aturan konvensional. Dengan kebebasan positif dan aktivitas spontan, manusia dapat mengatasi ketakutan akan kesendirian, mencapai kesatuan dengan dunia, dan mempertahankan invidualitas. Terdapat dua komponen kebebasan positif menurut Fromm adalah cinta dan kerja.
ORIENTASI KARAKTER (CHARACTER ORIENTATION)
Orientasi karakter yaitu cara relatif manusia yang permanen untuk berhubungan orang atau hal lain. Kepribadian sebagai keseluruhan kualitas psikis yang diwarisi dan diperoleh yang merupakan karakteristik individu. Kualitas bagi kepribadian adalah karakter (character). Karakter adalah sistem yang relatif permanen dari semua dorongan noninstingtif, yang ketika melaluinya, manusia menghubungkan dirinya dengan dunia manusia dan alam.
- Orientasi nonproduktif
Fromm menggunakan istilah nonproduktif untuk menerangkan cara – cara yang gagal untuk menggerakkan manusia lebih dekat pada kebebasan positif dan realisasi diri.
- Reseptif (receptive characters)
Merasa bahwa sumber segala hal yang baik berada diluar diri mereka dan satu – satunya cara untuk berhubungan dengan dunia luar adalah dengan menerima sesuatu termasuk cinta, pengetahuan, dan kepemilikan materi.
Sifat negatif: kepasifan, kepasrahan, dan kurangnya rasa percaya diri. Sifat positif: kesetiaan, penerimaan, dan rasa percaya.
- Eksploitarif (exploitative characters)
Menyakini bahwa sumber segala hal yang baik berada di luar mereka. Mereka mengambil denga agresif apa yang mereka inginkan, bukannya menerima dengan pasif.
Sifat negatif: egosentrisme, angkuh, arogan, dan penggoda. Sifat positif: implusif, bangga, menarik, dan percaya diri.
- Menimbun
Dibandingkan memberi nilai terhadap hal – hal diluar mereka, karakter ini bertujuan untuk menyimpan apa yang sudah mereka dapatkan.
Sifat negatif: kekakuan, kegersangan, bersikeras, perilaku kompulsif, dan kurangnya kreatifitas. Sifat positif: keteraturan, kebersihan, dan ketapatan waktu.
- Memasarkan
Adalah perkembangan dari perniagaan modern, yaitu perdagangan bukan lagi sesuatu yang pribadi, namun dijalankan oleh perushaan besar tanpa identitas yang jelas.
Sifat negatif: tanpa tujuan, opotunitis, tidak konsisten, dan sia – sia. Sifat positif: kemampuan untuk berubah, berpikiran terbuka, kemampuan adaptasi, dan kemuahan hati.
- Orientasi produktif
Orientasi produktif tunggal memiliki tiga dimensi yaitu bekerja, mencintai, dan bernalar. Solusi dapat tercapai hanya dengan kerja, cinta, dan berpikir menggunakan nalar. Manusia yang sehat menilai kerja bukan sebagai akhir suatu hal, namun sebagai jalan untuk mengungkap diri secara kreatif.
Cinta yang produktif digambarkan melalui empat sifat (rasa peduli, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan). Selain empat sifat tersebut, orang sehat memiliki biofilia, yaitu cinta penuh hasrat akan hidup dan segala sesuatu yang hidup.
Pemikiran produktif tidak dapat dipsahkan dengan kerja dan cinta produktif, serta didorong oleh ketertarikan akan orang atau objek lain.
Fromm menyakini bahwa cinta akan hal – hal lain dan diri sendiri adalah sesuatu yang tidak terpisah, namun cinta terhadap diri harus datang lebih dulu. Dan Fromm juga menyakini bahwa orang yang sehat bergantung pada kombinasi dari kelima orientasi karakter yang ada. Dan kemampuan untuk menerima sesuatu dari orang lain, mengambil saar sesuai, memelihara suatu hal, menukar suatu hal, dan untuk bekerja, mencintai serta berpikir secara produktif.
GANGGUAN KEPRIBADIAN
Orang – orang yang sakit, secara ekstrem termotivasi oleh sindrom pembusukan, yang mencakup (1) nekrofilia atau cinta akan kematian, (2) narsisme berat atau tergila – gila pada diri sendiri, (3). Simbiosis inses atau kecenderungan untuk tetp terikat dengan seseorang yang keibuan atau sepadannya.
- Nekrofilia
Adalah orientasi karakter alternatif bagi biofilia. Istilah nekrofilia berarti cinta akan kematian yang biasanya mengacu pada pola kelainan seksual yaitu ketika seseorang menginginkan kontak seksual dengan mayat. Orang – orang dengan nekrofilia tidak semata – mata bertingkahlaku destruktif, sebaliknya tinkahlaku destruktif mereka adalah cerminan karakter dasar mereka.
- Narsisme Berat
Manusia yang sehat menunjukkan narsisme yang baik yaitu, ketertarikan akan tubuh sendiri. Namun, narsisme menghalalangi persepsi akan kenyataan sehingga sesuatu yang dimiliki diri orang narsistik dinilai tinggi dan segala sesuatu milik orang lain tidak bernilai.
Keterpakuan pada tubuh sering menyebabkan hipokondriasis atau perhatian obsesif akan kesehatan diri sendiri. Fromm juga membahas hopikondriasis moral atau keterpakuan dengan rasa bersalah akan pelanggran yang sebelumnya terjadi.
Narsisme mencapai rasa aman dengan berpegangag pada kepercayaan yang berubah bentuk bahwa sifat pribadi mereka yang uar biasa merupaka keunggulan dari orang lain. Dan Fromm menyakini bahwa masing – masing hal tersebut (seperti dikritik) dapat menjadi yang melandasi narsisme.
- Simbiosis Inses
Atau ketergantungan ekstrem terhadap ibu atau pengganti ibu. Kepribadian mereka bercampur dengan orang lain (inang), sehingga jati diri mereka hilang. Simbiosis ini bermula ketika masa bayi sebagai ketertarikan alami dengan ibu. Orang yang hidup dalam hubunga simbiosis merasa sangat cemas dan takut apabila hubungan tersebut terancam.
PSIKOTERAPI
Tujuan dari psikoterapi Fromm adalah untuk mencapai kesatuan dengan pasien, sehingga mereka bersatu kembali dengan dunia.
Fromm terlatih sebagai analis Freudian yang ortodoks. Fromm meyakini bahwa pasien melakukan terapi untuk mencari kepuasaan akan kebutuhan dasar manusia (keterhubungan, keunggulan, keberakaran, rasa jati diri, dan kerangka orientasi). Sebagai sebagian dari usahanya untuk mencapai komunikasi aktif yang saling berbagi, Fromm meminta pasien untuk mengungkapkan mimpi – mimpi mereka. Dan Fromm juga meyakini bahwa terapis sehatusnya tidak terlalu ilmiah dalam memahami pasien. Hanya dengan sikap keterhubungan makan seseorang dapat seutuhnya dimengerti.
KRITIK TERHADAP FROMM
Dari sudut pandang ilmiah, harus mempertanyakan bagaimana gagasan – gagasan Fromm memenuhi keenam teori yang berguna:
- Istilah – istilah Fromm yang tida jelas dan samar menjadikan gagasan – gagasannya tidak dapat dijadikan generator penelitian empiris.
- Teori Fromm terlalu filosofis untuk dapat dibenarkan atau diverifikasi.
- Teori Fromm memungkinkan untuk mengorganisasi dan menjelaskan banyak hal yang dikenal sebagai kepribadian manusia.
- Sebagai pemandu tindakan, nilai esensial tulisan Frommterlalu mendorong pembaca untuk berpikir produktif.
- Pandangan Fromm konsisten secara internal dalam arti terdapat tema tunggal dalam seluruh tulsannya.
- Karena Fromm enggan untuk meninggalkan konsep – konsepnya yang terdahulu dan untuk menghubungkannya dengan gagasan – gagasan selanjutnya, makan teori kurang memiliki kelugasan dan kesatuan.
References:
Feist, Jess; Feist, Gregory J; Roberts, Tomi-Ann. (2017). Teori Kepribadian Edisi 8 Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.
Alwisol, Psikologi Kepribadian, Malang: UMM Press, 2004.