Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tentunya setiap manusia memiliki pengalaman atau hal-hal yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Perbedaan ini terkadang membuat manusia cenderung membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Hal-hal yang dibanding-bandingkan juga beragam, mulai dari karir, perjalanan hidup, keuangan, penampilan, bahkan rupa fisik. Apalagi, saat ini hampir seluruh orang menggunakan media sosial, di mana setiap orang bebas membagikan pengalamannya di media sosial dan dapat dilihat orang lain dengan mudah, sehingga individu akan semakin sering membandingkan dirinya dengan orang lain terutama di media sosial. Dalam psikologi, hal ini dibahas dalam social comparison theory atau teori perbandingan sosial.
Bagaimana Proses Terjadinya Social Comparison?
Proses perbandingan sosial terjadi ketika orang yang telah mengenal dirinya sendiri mengevaluasi sikap, kemampuan, dan sifat mereka sendiri lalu melihat sikap, kemampuan, dan sifat orang lain kemudian. Dalam kebanyakan kasus, kita mencoba membandingkan diri kita dengan orang-orang dalam kelompok sebaya kita atau dengan orang yang setara dengan diri kita.
Jenis-Jenis Social Comparison
Upward Social Comparison
Hal ini terjadi pada individu yang membandingkan dirinya dengan orang yang diyakini lebih baik dari dirinya. Perbandingan ke atas ini sering berfokus pada keinginan untuk meningkatkan status atau tingkat kemampuannya saat ini, atau individu tersebut ingin mencapai hal yang telah dicapai orang yang dibandingkannya.
Downward Social Comparison
Hal ini terjadi pada individu yang membandingkan dirinya dengan orang yang diyakini lebih buruk dari dirinya. Perbandingan ke bawah ini sering kali berpusat pada membuat dirinya merasa lebih baik dari orang yang dibandingkan.
Dampak Positif dan Negatif dari Social Comparison
Membandingkan diri dengan orang lain dapat menjadi hal positif, jika:
- Memotivasi diri agar lebih maju. Biasanya jika melihat teman yang berhasil, kita cenderung termotivasi untuk melakukan hal serupa, apalagi jika teman kita mendukung kita agar lebih maju.
- Downward comparison biasanya membuat kita lebih bersyukur
- Menggunakan perasaan iri sebagai motivasi untuk memperbaiki diri
Namun, membandingkan diri dengan orang lain juga dapat berakibat negatif apabila:
- Kamu merasa gagal karena kamu hanya membandingkan dirimu dengan orang yang tidak realistis, seperti idol K-Pop yang seusia denganmu.
- Membuat diri menjadi insecure dan merasa tidak berdaya
- Downward comparison yang membuat kamu merendahkan orang lain
Cara Mengurangi Social Comparison
Ada beberapa cara untuk mengurangi membanding-bandingkan diri dengan orang lain:
- Bangun prinsip bahwa perjalanan hidup setiap orang berbeda
- Fokus pada apa yang sedang kamu raih, jangan memikirkan orang lain
- Jadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi, bukan merasa insecure
Referensi:
Cherry, K. (2020). Social comparison theory in psychology. Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-the-social-comparison-process-2795872
Psychology Today. Social comparison theory. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/basics/social-comparison-theory?amp