Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Self Control: Kemampuan untuk Mengendalikan Diri

Self control atau kontrol diri adalah kemampuan individu untuk mengatur dan mengubah respons guna menghindari perilaku yang tidak diinginkan, meningkatkan perilaku yang diinginkan, dan mencapai tujuan jangka panjang. Istilah-istilah lain yang terkait dengan kontrol diri adalah disiplin, tekad, determinasi, kemauan keras, dan ketabahan.

Para psikolog mendefinisikan kontrol diri sebagai:

  • Kemampuan mengendalikan perilaku untuk menghindari godaan dan untuk mencapai tujuan
  • Kemampuan untuk menunda kepuasan dan menolak perilaku atau dorongan yang tidak diinginkan
  • Sumber daya terbatas yang ada dalam diri.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki pengaruh penting untuk kesehatan dan kesejahteraan. Beberapa hal sederhana seperti berolahraga secara teratur, makan sehat, tidak menunda-nunda, menghentikan kebiasaan buruk, dan menghemat uang adalah contoh aktivitas yang membutuhkan kontrol diri.

Ada tiga jenis kontrol diri, yaitu:

Kontrol Impuls yang merupakan kemampuan untuk berhenti dan berpikir sebelum bertindak. Ini memungkinkan kita memikirkan konsekuensi sebelum kita melakukan sesuatu.

Kontrol Emosi yang artinya kemampuan mengelola perasaan. Ini membantu kita terus berjalan bahkan ketika hal-hal yang mengecewakan atau tidak terduga terjadi.

Kontrol Gerakan yang artinya kemampuan untuk mengontrol bagaimana tubuh kita bergerak. Ini memungkinkan kita mengatur apa yang kita lakukan secara fisik dengan cara yang tepat.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang memiliki kontrol diri yang lebih baik cenderung lebih sehat dan bahagia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam satu eksperimen tahun 2005, ditemukan bahwa siswa yang menunjukkan disiplin diri yang lebih besar memiliki mutu dan nilai ujian yang lebih tinggi, dan lebih mungkin untuk diterima di program akademik yang kompetitif. Studi ini juga menemukan bahwa dalam hal kesuksesan akademis, kontrol diri adalah faktor yang lebih penting daripada skor IQ.

Kontrol diri tidak hanya berdampak positif pada prestasi akademik. Sebuah penelitian kesehatan jangka panjang menemukan bahwa tingkat kontrol diri yang tinggi selama masa kanak-kanak dapatmemprediksi kesehatan kardiovaskular, pernapasan, dan gigi yang lebih baik di masa dewasa, serta kemungkinan peningkatan status keuangan.

Menyadari pentingnya memiliki kontrol diri, lalu apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kontrol diri?
  • Sikap yang bisa kita lakukan adalah melihat diri kita sendiri sebagai orang yang bebas dan bertanggung jawab atas tindakan kita. Penelitian menunjukkan bahwa individu akan berfungsi lebih baik dan lebih mampu mengatasi stres ketika mereka merasa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka.
  • Kita harus memiliki tujuan yang dapat memandu pilihan kita. Semakin spesifik tujuannya, semakin baik orang yang mampu mencapainya. Tujuan yang sangat abstrak mungkin tidak dapat ditindaklanjuti.
  • Memonitor diri adalah bentuk umpan balik. Memantau kemajuan saat menuju pencapaian tujuan membantu seseorang untuk berkonsentrasi pada kegiatan yang relevan dengan tujuan. Pemantauan diri membantu kita menjadi ahli dalam perilaku kita.
  • Semakin kita ingin mencapai tujuan, semakin besar kemungkinan kita untuk melakukan upaya dan pengorbanan yang diperlukan untuk mencapainya. Kekuatan komitmen orang terhadap sesuatu tergantung pada nilainya bagi mereka. Tidak akan ada motivasi untuk mengejar tujuan jika nilai tujuan adalah nol, tidak peduli seberapa tinggi kemungkinan keberhasilannya. Demikian pula, tidak akan ada motivasi jika peluang yang diharapkan cukup rendah.
  • Komponen penting dari motivasi adalah kemampuan yang dirasakan sendiri oleh seseorang untuk mencapainya. Orang tidak akan membangun banyak motivasi untuk perubahan jika mereka percaya itu tidak mungkin bagi mereka. Dalam menghadapi kesulitan, orang yang tingkat kepercayaan diri yang rendah dengan mudah ragu dengan kemampuan mereka, sedangkan mereka yang memiliki keyakinan kuat lebih mungkin untuk melanjutkan upaya mereka untuk menguasai tugas ketika kesulitan muncul.
  • Kemauan mewakili kekuatan atau energi psikologis yang digunakan seseorang untuk menahan godaan lain untuk berjuang menuju tujuan. Kontrol diri tergantung pada kekuatan atau energi. Orang akan menggunakan kekuatan atau energinya saat melakukan kontrol diri.
  • Menghindari godaan atau tantangan yang kerap muncul saat dalam upaya menccapai tujuan. Menghindari godaan membutuhkan antisipasi situasi ketika keinginan yang tidak diinginkan mungkin muncul dan mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa kita tidak menyerah pada keinginan yang bermasalah.
  • Menerapkan pola pikir “mengapa” dan “bagaimana”. Hal ini dapat mendorong pemikiran jangka panjang, keinginan untuk mengejar suatu tindakan, membawa pikiran ke masa kini dan mempertimbangkan pencapaian atau kelayakan tujuan.
  • Menerapkan kontrol diri sebagai pola perilaku karena pada dasarnya kontrol diri berasal dari memilih “pola” perilaku dari waktu ke waktu daripada hanya sekadar tindakan individu.
  • Membuat rencana-rencana sederhana untuk bisa mencapai tujuan. Rencana-rencana sederhana tersebut dapat membantu mengalihdayakan kontrol perilaku ke lingkungan untuk mencegah menurunnya kemauan untuk berusaha.

Referensi:

Cherry, K. (2021, May 31). How to Improve Your Self-Control. Verywell Mind. Retrieved October 27, 2021, from https://www.verywellmind.com/psychology-of-self-control-4177125

Heshmat, S. (2017, March 25). Self-Control 10 Strategies for Developing Self-Control. Psychology Today. Retrieved October 27, 2021, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/science-choice/201703/10-strategies-developing-self-control

Understood Team. (2020, October 22). The 3 Types of Self-Control. Understood. Retrieved October 27, 2021, from https://www.understood.org/articles/en/the-3-types-of-self-control

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *