Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Breadcrumbing: Tarik Ulur dalam Hubungan

Kamu tentu sudah tidak asing dengan istilah ghosting atau gaslighting. Dua istilah tersebut terkait dengan suatu hubungan. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi ada banyak istilah baru yang berkaitan dengan hubungan. Salah satunya adalah breadcrumbing, pernahkah kamu mendengar istilah ini?

Apa itu Breadcrumbing?

Jika diartikan secara harfiah “breadcrumbing” artinya remahan roti. Lalu apa maknanya? Breadcrumbing adalah tindakan mengirimkan sinyal sosial yang terlihat seolah-olah ingin berkomitmen dalam suatu hubungan, padahal tidak. Kelly Campbell, Ph.D., seorang profesor psikologi dan pengembangan manusia di California State University mengatakan kalau breadcrumbing pada dasarnya adalah taktik manipulatif emosional yang dirancang untuk membuat individu bergantung pada orang lain atau pada suatu dinamika hubungan. Individu yang melakukan breadcrumbing tidak benar-benar tertarik pada seseorang yang mereka lihat, mereka hanya menggunakan hubungan tersebut untuk mendapatkan koneksi dan perhatian.

Breadcrumbing akan membuat satu pihak menjadi seorang pimpinan dalam suatu hubungan. Misalnya, kamu sedang dekat dengan seseorang dimedia sosial. Awalnya ia terlihat sangat perhatian dan penuh kasih sayang, tetapi lama kelamaan ia mulai jarang mengirim pesan, telepon, atau video call. Kamu yang mulai merasa tidak diperhatikan dan diacuhkan perlahan memilih menjauh. Namun,  saat kamu hendak menjauh pasanganmu tiba-tiba menjadi baik lagi, sering bertanya kegiatan yang kamu lakukan, menelepon, bahkan video call. Kamu pun akhirnya merasa diperhatikan lagi dan tidak jadi mengakhiri hubungan begitu seterusnya. Perhatian yang pasanganmu berikan ibarat menabur remah-remah roti sebagai umpan, jika remahan rotinya habis ia akan menaburnya lagi dan lagi agar kamu tidak bisa pergi. Sederhanya breadcrumbing adalah perilaku tarik ulur dalam suatu hubungan.

Tanda-Tanda Breadcrumbing

Bagaimana caranya mengenali seseoang yang hanya ingin bermain-main dengan kita? Kita mungkin merasa orang yang rajin mengirim pesan dan bertanya kabar adalah orang yang merasa tertarik dengan kita. Lagipula kalau memang mereka tidak tertarik, mengapa masih rajin chat? Namun, pada kenyataany para breadcrumbers (sebutan untuk orang yang melakukan breadcrumbing) hanya ingin membuat kita tak lepas dari hubungan tarik ulur yang mereka buat.

Nah, kita bisa mengenali perilaku breadcrumbing dengan tanda-tanda di bawah ini:

  • Tiba-tiba tdak membalas chat selama beberapa hari atau minggu, lalu mengirim chat lagi tanpa penjelasan mengapa mereka menghilang sementara;
  • Berbagi minat atau pengalaman yang sama untuk memperkuat hubungan;
  • Membuat pernyataan yang seolah-olah berorientasi pada hubungan jangka panjang;
  • Mengungkapkan keinginan untuk bertemu langsung, tetapi selalu mengelak ketika hendak menentukan waktu dan tempat;
  • Membalas chat dengan singkat;
  • Melihat atau menyukai unggahan media sosial, tetapi tidak berkomentar atau membalas chat;
  • Banyak berkomunikasi menggunakan dengan foto, meme, atau emoji;
  • Menunjukkan minat untuk menjalin hubungan, tetapi tidak menunjukkan keinginan untuk bertemu.
Mengapa Seseorang Melakukan Breadcrumbing?

Menurut Profesor Kelly Campbell, alasan orang-orang melakukan breadcrumbing adalah karena harga diri mereka dipengaruhi oleh seberapa banyak perhatian yang dapat mereka peroleh dari orang lain. Ada beberapa pola psikologis yang menunjukkan alasan orang melakukan breadcrumbing, yaitu:

Merasa lebih baik terhadap diri mereka sendiri. Breadcrumbers merasa semakin banyak minat dari orang lain yang mereka pertahankan, semakin baik perasaan mereka tentang diri mereka sendiri.

Membutuhkan validasi dari orang lain. Breadcrumbers tidak merasa nyaman atau percaya diri kecuali mereka mendapat kepastian terus-menerus dari orang lain bahwa mereka layak atau berharga.

Narsis. Seringkali orang-orang ini memiliki kepribadian narsisme dan tidak merasa bersalah ketika memanipulasi orang lain dan mempermainkan emosi orang lain.

Sudah menjalin hubungan. Alasan lainnya adalah karena mereka sudah menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi masih mencari perhatian dari orang lain.

Lalu Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Mengalami Breadcrumbing?

Menurut Dr. Carla Marie Manly seorang psikolog klinis ketika kamu mengalami breadcrumbing ada beberapa sikap yang bisa kamu ambil. Pertama, sampaikan apa yang kamu rasakan secara jujur kepada breadcrumber. Namun, jika mereka bersikap defensif saat kamu mengutarakan perasaanmu, maka mintalah mereka untuk menghargaimu dan memperlakukan kamu sebagai prioritas. Jika tidak ada perubahan setelahnya, akhiri hubunganmu dengan breadcrumber dan fokuslah pada orang-orang yang membawa dampak positif dalam hidupmu.

Disisi lain seorang psikolog klinis bernama Dr. Kim Chronister menyarankan untuk tidak menanggapi setiap bentuk komunikasi yang tidak penting, seperti chat “hai” atau “bagaimana kabarmu”. Tanyakan pada dirimu apakah kamu merasa dihargai atau tidak, apakah kamu layak memiliki hubungan dengan breadcrumber. Jika kamu merasa tidak dihargai, kamu bisa memberitahu mereka apa perasaanmu dan hubungan seperti apa yang kamu inginkan.

Referensi:

Beauchamp, M. (2021, March 24). What Is “Breadcrumbing”? A Relationships Expert Explains. Brides. Retrieved October 27, 2021, from https://www.brides.com/what-is-breadcrumbing-5105353

Ishak, R. (2020, December 21). What Is Breadcrumbing? Experts Explain How to Recognize This Manipulative Dating Tactic. HelloGiggles. Retrieved October 27, 2021, from https://hellogiggles.com/love-sex/relationships/what-is-breadcrumbing/

Raypole, C. (2021a, February 12). Feel Like You’re Being Led On? It Might Be ‘Breadcrumbing.’ Healthline. Retrieved October 27, 2021, from https://www.healthline.com/health/relationships/breadcrumbing#whats-the-point

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *