Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Self Compassion, Memahami Makna Dari Sebuah Kesulitan Menjadi Hal Yang Positif

Menurut Germer (2013), self compassion merupakan kesediaaan diri untuk tersentuh dan terbuka kesadarannya saat mengalami penderitaan dan tidak menghindari penderitaan tersebut (Hidayati & Maharani, 2013). Neff (2003) menambahkan bahwa self compassion adalah proses pemahaman tanpa kritik terhadap penderitaan, kegagalan atau ketidakmampuan diri dengan cara memahami bahwa ketiga hal tersebut merupakan bagian dari pengalaman sebagai manusia pada umumnya. Fungsi dari self compassion adalah sebagai strategi beradaptasi untuk menata emosi dengan cara menurunkan emosi negatif serta meningkatkan emosi positif berupa kebaikan dan hubungan (Akin, 2010).

Secara umum, self-compassion berhubungan dengan keterbukaan dan pemahaman terhadap orang lain. Individu yang mempunyai self compassion tinggi mempunyai ciri :

  1. Mampu menerima diri sendiri baik itu kelebihan maupun kelemahannya;
  2. Mampu menerima kesalahan atau kegagalan sebagai sebuah hal umum yang juga dialami oleh orang lain; dan
  3. Mempunyai kesadaran tentang ketertubungan antara segala sesuatu
    (Hidayati & Maharani, 2013).

Menurut Neff (2003b) self-compassion merupakan kebaikan hati dan pemahaman yang timbul dari diri individu dengan melibatkan perilaku yang sama terhadap diri sendiri ketika sedang dalam kesulitan, kegagalan, atau mengingat suatu hal yang tidak kita sukai tentang diri kita sendiri. Sedangkan menurut Hidayati dan Maharani (2013) compassion merupakan kombinasi antara motivasi, afeksi, kognisi dan perilaku yang menunjukkan kasih sayang dalam rangka memunculkan keinginan untuk menghilangkan kesulitan dan penderitaan, dimana kasih sayang tersebut ditujukan kepada dirinya sendiri. Lebih lanjut dijelaskan bahwa self compassion berbeda dengan self pity atau mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri sebenarnya adalah sebuah kondisi dimana individu yang bersangkutan menolak penderitaan dan cenderung menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang dilakukannya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa self compassion berhubungan secara negatif dengan self-critism, depresi, kecemasan, rumination dan thought supression dan berhubungan positif dengan hubungan sosial, emotional intelligence, self-determination, interpersonal cognition distortion dan submissive behaviour (Akin, 2010).

Ada lima faktor keberhasilan untuk menumbuhkan Self-Compassion dalam diri
individu menurut Germer (2009), kelima kunci tersebut melalui fisik, mental,
emosional, hubungan dengan orang lain, dan spiritual. Menurut Neff dan Knox (2017) self compassion berdampak pada kesejahteraan individu karena memberikan perasaan positif dalam menerima masalah yang ada pada diri, motivasi diri karena self compassion akan menyadarkan individu bahwa mereka tidak dapat selalu mendapatkan apa yang diinginkan, kesehatan fisik dan mental, citra tubuh agar individu dapat menerima tanpa syarat diri mereka sendiri dan merangkul kekurangan dengan rasa iba, dan hubungan interpersonal yang menjadikan individu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesulitan
orang lain.

Neff (2011) manfaat self-compassion adalah agar individu memiliki ketahanan
emosional, mengembangkan harga diri, serta menumbuhkan motivasi dan
perkembangan diri. Germer (2009) self compassion akan memberikan penerimaan diri yang sesungguhnya.

 

Referensi :

Akin, A. (2010) Self compassion and loneliness. International online journal of
educational sciences, 2, (3), 702-718.

Germer, C.K. & Neff, K.D., (2013). Self compassion in clinical practise. Journal
of clinical psychology: In session, 69, (8), 1-12. Wiley online library.

Germer, C. K. (2009). The mindful path to selfcompassion: Freeing yourself from
destructive thoughts and emotions. New York: The Guilford Press.

Hidayati, F., dan Maharani, R., (2013). Self compassion (welas asih): Sebuah
alternatif konsep transpersonal tentang sehat spiritual menuju diri yang
utuh. Prosiding psikologi kesehatan. Universitas Katolik Soegijapranata
Semarang.

Neff, K. D., & Knox, M. C. (2017). SelfCompassion. In Encyclopedia of
Personality and Individual Differences (pp. 1–8). https://doi.org/10.1007/978-3-
319-28099-8_1159-1.

Neff, K. D. (2011). Self-compassion: The proven power of being kind to yourself.
New York: Harper Collins.

Neff, K. D. (2003). The development and validation of scale to measure selfcompassion. Self and Identity, 2, 223-250.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *