Halo Sobat Psike! Kalian pasti sudah tidak asing dengan istilah psikopat. Kita sudah sering melihat orang psikopat dalam film, drama, atau lainnya. Biasanya, karakter seorang psikopat ditunjukkan dengan seseorang yang suka membunuh tanpa rasa penyesalan, dan biasanya mereka merupakan karakter penjahat yang berurusan dengan pemeran utama. Menurut sobat Psike, sebenarnya psikopat itu seperti apa? Mari kita simak pembahasannya bersama!
Definisi Psikopat
Psikopat merupakan bentuk kepribadian yang menyimpang. Kepribadian psikopat (psikopati) adalah konstelasi ciri-ciri kepribadian yang relatif khas yang mungkin terjadi dalam konteks gaya hidup kriminal atau menyimpang secara sosial. Istilah “psikopat” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak berperasaan, tidak emosional, dan rusak secara moral.
Dalam psikiatri, psikopat merupakan bentuk dari gangguan Antisocial Personality Disorder (APD). Namun, tidak semua penderita APD memiliki ciri-ciri kepribadian psikopat.
Ciri-ciri Kepribadian Psikopat
Seseorang dapat dikatakan sebagai psikopat jika memenuhi ciri-ciri di bawah ini, dengan catatan diagnosis diberikan oleh psikiater:
- Perilaku yang tidak bertanggung jawab secara sosial
- Mengabaikan atau melanggar hak orang lain
- Tidak mampu untuk membedakan antara yang benar dan yang salah
- Sulit dalam menunjukkan penyesalan atau empati
- Kecenderungan untuk sering berbohong
- Memanipulasi dan menyakiti orang lain
- Masalah berulang dengan hukum
- Mengabaikan keselamatan dan kepentingan umum
- Perilaku antisosial
- Narsisisme
Menentukan Kepribadian Psikopat
Psikopat bukanlah suatu gangguan mental, melainkan kepribadian, maka dari itu seseorang tidak dapat didiagnosis psikopat tanpa ada gangguan mental yang menyertainya.
Faktanya, kepribadian psikopat ini banyak dijumpai dengan karakteristik:
- Lebih banyak pria daripada wanita yang didiagnosis psikopat.
- Untuk menentukan kepribadian psikopat, minimal seseorang harus berusia 18 tahun. Namun, beberapa orang akan menunjukkan tanda-tanda gangguan perilaku, yang mungkin merupakan indikator awal APD, sejak usia 11 tahun.
- Meurpakan kondisi kronis yang dapat membaik seiring bertambahnya usia.
- Tingkat kematian lebih tinggi pada orang dengan APD karena perilaku mereka.
- Setidaknya, untuk menentukan seseorang memiliki kepribadian ini, harus mengalami gangguan Antisocial Personality Disorder (APD), Conduct Disorder (CD), atau Oppositional Defiant Disorder (ODD).
Penyebab Munculnya Psikopat
Kamu pasti pernah berpikir, kok ada orang sejahat ini? Kok bisa seseorang tidak merasa bersalah atas perbuatan buruknya?
Seseorang dapat menjadi psikopat karena berbagai faktor. Faktor yang paling berpengaruh adalah pengalaman traumatis di masa kecil. Jika kamu pernah nonton drama Korea, pasti ditayangkan adegan saat psikopat tersebut mengalami hal traumatis di masa kecilnya. Deprivasi secara emosional, penolakan orang tua, dan kurangnya kasih sayang dianggap meningkatkan risiko seorang anak menjadi psikopat.
Tes Psikopat
Untuk menetukan seseorang memiliki kepribadian psikopat atau tidak, terdapat instrumen untuk mengukur tingkat psikopati, instrumen ini dinamakan Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R). Instrumen ini terdiri dari 20 item untuk menilai perilaku individu yang terkait dengan gejala psikopati. Tes ini harus dilakukan dengan profesional, dan tidak dapat diakses secara sembarangan karena akan menimbulkan self diagnose.
Itu dia sekilas mengenai psikopat. Jadi, tidak jauh berbeda kan dengan karakter psikopat yang ditampilkan di film?
Referensi:
Edens, J. F., Marcus, D. K., Lilienfeld, S. O., & Poythress Jr, N. G. (2006). Psychopathic, not psychopath: taxometric evidence for the dimensional structure of psychopathy. Journal of abnormal psychology, 115(1), 131. DOI: 10.1037/0021-843X.115.1.131
Lindberg, S. (2021). Psychopath. Retrieved from https://www.healthline.com/health/psychopath#outlook
Morin, A. (2021). What is a psychopath? Retrieved from https://www.verywellmind.com/what-is-a-psychopath-5025217