Pernahkah kamu saat menjalin hubungan dengan seseorang kemudian ditinggal tanpa kejelasan? Tidak bisa dipungkiri bahwa siklus di atas sering kita temui belakangan ini. Ternyata siklus yang seperti itu ada namanya, lho! Kalau selama ini lebih banyak kenal dengan ghosting, kali ini ayo berkenalan dengan breadcrumbing.
Tentunya ada sebagian orang yang sengaja melakukan flirting di media sosial, namun tidak mempunyai niat untuk mendekati Anda secara serius. Kondisi ini dikenal dengan istilah breadcrumbing.
Menurut Urban Dictionary, ‘breadcrumbing’ sendiri memiliki arti sebagai tindakan menggoda, untuk memikat lawan jenis, tanpa komitmen mengirim pesan singkat yang intens, sehingga tidak harus mengeluarkan banyak effort.
Breadcrumbing merupakan perilaku orang-orang yang senang memberi perhatian lebih tapi berujung tanpa kepastian. Perilaku ini seringnya bermula dan terjadi di media sosial. Breadcrumbing biasa dilakukan oleh seseorang karena mereka tidak ingin kehilangan “penggemar” dan haus akan pemujaan dari seseorang.
Pelaku breadcrumbing akan terus menerus mengirimkan pesan singkat ataupun perlakuan yang menyenangkan agar si korban berharap lebih kepadanya, namun pelaku tidak berniat untuk memiliki hubungan yang lebih serius.
Apa bedanya breadcrumbing dengan ghosting?
Berbeda dengan ghosting, kalau ghosting pelaku akan tiba-tiba pergi dan tak akan kembali, sedangkan breadcrumbing akan datang dan pergi semaunya. Layaknya seorang pembohong, breadcrumber membuat korban merasa bahwa pelaku memiliki ketertarikan terhadap dirinya sehingga korban menaruh harapannya kepada pelaku, namun pada akhirnya pelaku tak kunjung memberikan kepastian tentang hubungan mereka.
Apa yang menyebabkan seseorang melakukan breadcrumbing?
Menurut Campbell, orang-orang melakukan breadcrumbing didasari alasan karena “tingkat harga diri mereka dipengaruhi oleh seberapa banyak perhatian yang dapat mereka peroleh dari orang lain”. Namun, ada beberapa alasan lain yang menjadikan seseorang menjadi breadcrumber.
- Mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Semakin banyak harapan yang orang lain berikan kepadanya, maka semakin baik perasaan mereka tentang diri mereka sendiri.
- Mereka membutuhkan validasi dari orang lain. Pelaku tidak merasa nyaman atau percaya diri kecuali mereka mendapat pujian dan harapan terus-menerus dari orang lain bahwa mereka layak atau berharga.
- Mereka narsis. Seringkali, orang-orang ini memiliki kepribadian yang dicirikan oleh narsisme.
- Mereka sudah menjalin hubungan. Hal ini bisa terjadi karena bisa saja mereka sudah menjalin hubungan dengan seseorang namun masih mencari perhatian dari orang lain.
Wah, tanda-tanda apa yang mengindikasikan kamu menjadi korban breadcrumbing?
Meskipun tidak bisa dijadikan pertanda secara pasti, berikut tindakan-tindakan yang sering dilakukan oleh pelaku kepada korbannya:
- Tidak membalas pesan selama beberapa hari atau minggu, lalu mengirim beberapa pesan panjang tanpa menjelaskan mengapa mereka menghilang sementara.
- Terlihat ingin menemui kamu tetapi selalu menolak ketika diajak untuk bertemu
- Melihat dan menyukai postingan kamu di media sosial, tapi mengabaikan pesan yang kamu kirimkan
- Tidak memberikan kepastian yang jelas terkait hubungannya dengan Anda
- Sering mengirim pesan tetapi tidak benar-benar mengenal satu sama lain
- Dalam satu hari bisa terlihat sangat menyukai kamu, tapi kemudian menghilang di hari berikutnya
- Hanya tertarik pada seks
- Ketika kamu mempertanyakan mengenai kejelasan “hubungan”, mereka membuat kamu merasa bersalah atau bertanggung jawab atas hal itu.
Tanda-tanda di atas mungkin memang tidak bisa dijadikan patokan pasti seseorang melakukan breadcrumbing, tetapi tidak ada salahnya kamu waspada apabila tidak ingin merasakan sakit hati terlalu dalam.
Bagaimana cara menghadapi pelaku breadcrumbing?
1. Tahu nilaimu
Kenali apa yang kamu inginkan dari suatu hubungan dan sadarilah bahwa kamu pantas mendapatkan yang lebih baik.
Untuk mengetahui apakah orang yang kamu ajak bicara serius atau tidak, cobalah untuk untuk mengajak mereka berkencan.
2. To the point
Jika ada sesuatu yang membuat kamu merasa tidak nyaman atau melewati batasan kamu, berterus teranglah akan tentang itu. Bersikap to the point akan membuat niat mereka yang sebenarnya menjadi jelas.
3. Beri tekanan ke pelaku
Hancurkan pola yang kamu rasa sudah tidak sehat dan mengarah ke tindakan breadcrumbing. Jika mereka defensif, membuat kamu merasa bersalah, atau membuat kamu merasa harus bertanggung jawab atas perilaku mereka, ajak mereka bertemu secara langsung.
4. Tanyakan arah hubungan kalian dengan tegas
Jangan sungkan untuk menanyakan arah hubungan kalian berdua dengan tegas. Apabila orang itu tidak memiliki arah hubungan yang jelas, sehat, dan nyata, hilangkan harapan yang telah kamu beri kepadanya.
5. Tentukan apa yang kamu inginkan
Ketika kamu mulai merasakan keanehan dan mengenali apa yang sebenarnya sedang terjadi, kamu dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang apakah kamu tetap ingin melanjutkan hubungan ini atau menyudahinya.
Breadcrumbing bisa jadi tidak berbahaya dan hanya sekadar tindakan menggoda, tetapi hal itu berlaku hanya jika kedua belah pihak menyadari hal itu terjadi.
Pahami apa yang kamu sebenarnya inginkan dari suatu hubungan, ketahui nilai dari dirimu sendiri, dan tetapkan batasan yang sehat untuk menghindari kekecewaan dan patah hati.
Referensi:
- Kristie. (2020). What Is Breadcrumbing? 10 Examples & How To Respond To It. Diakses pada 13 September 2021 dari https://www.mindbodygreen.com/articles/breadcrumbing-in-dating.
- Raypole, C. (2021). Feel Like You’re Being Led On? It Might Be ‘Breadcrumbing’. Diakses pada 13 September 2021 dari https://www.healthline.com/health/relationships/breadcrumbing.