Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

SADARKAH KAMU BAHWA KAMU MEMILIKI BANYAK INGATAN?

Ingatan atau memori (memory) adalah bagian dari kehidupan kita. Bagaimana kita mengingat diri kita, bagaimana kita mengenali orang lain, bagaimana kita ingat kejadian pada 10 tahun lalu, dan lainnya, merupakan bentuk nyata dari memori. Mungkin kamu tau bahwa ingatan atau memori mu memiliki beragam jenisnya, tapi apakah kamu sadar ingatan apa sajakah itu? Apakah ingatanmu kemarin disebut sama dengan ingatanmu tahun lalu?. Dikesempatan ini kita akan bahas mengenai beberapa jenis ingatan atau memori agar kita dapat mengenal diri kita secara lebih lagi.

Singkatnya, ingatan atau memori merupakan proses mengodekan, menyimpan, dan menarik kembali informasi (retrieval).

Memori Sensori

Merupakan penyimpanan awal informasi dan bersifat sangat sebentar, sehingga bertahan sangat singkat. Jika informasi tidak dimasukan ke memori jangka pendek, maka informasi akan menghilang. Contoh memori sensori adalah memori iconic (menyimpan informasi visual) dan memori echoic (menyimpan informasi auditori dari telinga).

 

Memori Jangka Pendek

Memori yang menyimpan informasi selama 15-25 detik dan menyimpannya berdasarkan arti atau makna. Memori jangka pendek adalah memori yang disimpan di mana informasi memiliki arti, meskipun penyimpanan relatif singkat. Jumlah spesifik dari informasi yang dapat disimpan sebanyak 7 item atau bongkahan (chunk), namun dengan variasi 2 kurang atau lebih dari 7 chunk (artinya manusia bisa menyimpan 5-9 item informasi dalam memori jangka pendek).

Apakah bisa memori jangka pendek diubah menjadi memori jangka panjang? Jawabannya, tentu saja bisa, dengan latihan! Latihan merupakan pengulangan informasi yang telah masuk ke dalam memori jangka pendek. Salah satu latihannya adalah latihan elaboratif, terjadi ketika informasi diperhatikan dan diorganisasi dengan perluasan informasi seperti mengaitkan informasi dengan ingatan lain, mengubahnya menjadi gambar (dalam pikiran), dan lainnya.

 

Memori Kerja

Merupakan seperangkat penyimpanan memori yang aktif dan bersifat sementara yang secara aktif memanipulasi dan mengulang informasi. Memori kerja dipandang memiliki proses eksekutif pusat (penyimpanan visual, verbal, dan kejadian/pengalaman) yang terlibat dalam logika dan pembuatan keputusan. Namun memori ini menggunakan sumber kognitif yang besar saat bekerja sehingga bisa jadi kita tidak terlalu menyadari sekeliling dan tekanan yang dirasa dapat menurunkan efektivitas ingatan.

Memori kerja menyimpan infromasi dalam kondisi aktif secara singkat sehingga kita dapat melakukan sesuatu dengan informasi tersebut. Contohnya ketika sedang mengerjakan hitungan matematika di kepala, kita menyimpan hasil dari perhitungan dan bersiap untuk beralih ke tahap pengerjaan berikutnya.

 

Memori Jangka Panjang

Informasi disimpan bersifat relatif permanen meskipun seringkali sulit untuk ditarik kembali. Memori jangka panjang adalah memori yang bersifat relatif menetap yang menyimpan jumlah infromasi yang sangat banyak untuk waktu yang lama. Memori jangka panjang memiliki beberapa komponen, yaitu:

1. Memori Eksplisit/Memori Deklaratif

Memori terkait dengan informasi faktual; mengingat siapa, apa, di mana, kapan, dan mengapa, wajah, tanggal, serta fakta. Contohnya adalah “sebuah mobil memiliki empat roda”. Dibagi lagi menjadi dua, yaitu memori semantik adalah memori untuk pengetahuan umum, fakta tentang dunia, serta aturan logis; yang kedua memori episodik  adalah memori tentang kejadian yang terjadi pada waktu, tempat, atau konteks tertentu.

2. Memori Implisit/Memori Non-deklaratif

Memori terkait dengan kecakapan atau kebuiasaan; mengingat bagaimana. Contohnya bagaimana cara mengendarai motor atau pengulangan lagu di pikiran ketika mendengar di mall. Memori ini dipengaruhi oleh pengalaman terdahulu tanpa pengumpulan pengalaman secara sadar. Terdapat tiga subsistem yaitu memori prosedural (memori tentang keahlian), pengkondisian klasik (respon dari stimulus), dan priming (aktivasi informasi untuk membantu mengingat informasi baru dengan lebih baik dan cepat).

 

 

Referensi :

Feldman, Robert S. (2017). Pengantar Psikologi. Edisi 10, Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

King, Laura A. (2016). Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Edisi 3, Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *