Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bystander Effect: Alasan Mengapa Seseorang Malas Menorong Orang

     Pernahkah sobat Psike melihat seseorang mengalami kecelakan ketika berkendara, namun tidak ada yang memberikan pertolongan padahal ada banyak orang di sekitarnya? Atau, ketika ada teman sekolah kita yang mengalami bullying namun teman sekelasnya hanya menonton saja? Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mari kita bahas dalam perspektif psikologi sosial.

   Penonton sosial atau bystander effect merupakan keadaan dimana seseorang memilih untuk tidak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan akibat adanya orang lain yang menyaksikan hal yang sama (King, 2017). Ketika seseorang bersamaan dengan banyak orang lainnya menyaksikan suatu kecelakaan, maka dapat dimungkinkan bahwa orang tersebut memilih untuk tidak menolong karena orang lain juga memiliki tanggung jawab yang sama pada korban.

   Apa saja faktor yang berperan dalam munculnya Bystander Effect?

  • Pemencaran tanggung jawab

Kehadiran banyak orang (penonton sosial) lain pada suatu peristiwa akan memberikan pemencaran tanggung jawab karena pada saat itu banyak orang yang menyaksikan suatu pertistiwa secara bersamaan.

  • Ketakutan evaluasi publik

Terkadang seseorang cenderung tidak menolong karena takut pada judgment yang didapatkan setelah menolong orang tersebut. Misalnya ketika seorang siswa menolong temannya yang dirundung, kemudian teman-temannya berkata bahwa dia “sok pahlawan”.

  • Ketidaktahuan pada realita

Ketika banyak orang yang tidak menolong dalam suatu peristiwa, individu biasanya akan mempersepsikan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang darurat atau harus diberi pertolongan.

 

   Ada 2 tips terkait Bystander Effect, yaitu:

  • Jika kamu merupakan penonton sosial, lakukan sebuah aksi!

Ketika kamu melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan namun tidak ada yang menolong, kamulah yang harus menjadi orang pertama yang menolong. Orang lain kemungkinan akan melihat aksimu dan mencoba untuk saling membantu.

  • Jangan takut pada konsekuensi atau judgment 

Jika kamu melakukan aksi menolongmu, jangan ragu pada pertolongan yang kamu berikan. Mungkin saja orang-orang akan memujimu atas aksi yang sudah kamu lakukan.

   Nah itu tadi sobat Psike sedikit penjelasan mengenai bystander effect yang kita temui di masyarakat. Semoga penjelasan tadi memberikan sobat pengetahuan dan manfaat.

 

 

 

References:

  1. King, L. A. (2017). Psikologi umum – Sebuah pandangan apresiatif edisi 3 buku 2. Salemba Humanika.
  2. Hortensius, R., & de Gelder, B. (2018). From Empathy to Apathy: The Bystander Effect Revisited. Current directions in psychological science, 27(4), 249–256. https://doi.org/10.1177/0963721417749653.
  3. Whltbourne, S. K. (2010). Why and how do we help? From one-ness to we-ness: The courage needed to be a hero. Diakses: https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201009/why-and-how-do-we-help. Diakses pada 5 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *