Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Pertemanan Bisa Memicu Perilaku Boros?

 

Manusia merupakan makhluk sosial sehingga manusia memerlukan orang lain dalam kehidupan mereka. Orang lain dalam kehidupan manusia termasuk diantaranya orang tua, saudara, pasangan, ataupun teman. Pertemanan di masa sekarang mengenal istilah circle. Circle pertemanan yaitu kelompok atau pergaulan yang terbatas dan biasanya memiliki hobi atau tujuan yang sama (Nandy, 2021). Dalam circle pertemanan tentu memiliki kekhasan masing-masing, seperti circle pertemanan sesama K-Popers atau circle pertemanan karena sesama anggota arisan.  Circle pertemanan K-Popers biasanya akan membeli merchandise artis idola dan circle pertemanan anggota arisan biasanya akan membeli suatu barang dengan merek/brand tertentu.

Perilaku membeli suatu barang merupakan hal yang normal. Namun akan membawa dampak negatif bagi individu apabila pembelian barang tersebut telah melewati batas wajar atau kemampuan. Perilaku seperti ini biasa dikenal dengan perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif adalah wasteful consumption atau pembelian tanpa perencaan dan berdasar pada pemenuhan keinginan untuk membeli suatu barang atau jasa secara berlebih (Heni, 2013; Suminar dan Meiyuntari, 2015).

Perilaku konsumtif salah satunya dapat dipengaruhi karena adanya konformitas dari circle pertemanan. Konformitas berarti seseorang dipengaruhi oleh sosial (lingkungan) (Robert, 2005). Studi menyatakan bahwa konformitas (pengaruh sosial) memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif (Pratiwi dan Yani, 2016; Damayanti, 2014).

Sebagai contoh, ketika seseorang yang memiliki circle pertemanan suatu grup arisan. Anggota arisan didominasi oleh mereka yang memiliki sebuah tas atau perhiasaan merek X. Maka sangat dimungkinkan, anggota yang tidak memiliki tas atau perhiasan merek X akan berusaha untuk membeli barang tersebut meskipun sebenarnya dia tidak merasa butuh. Konformitas seperti ini yang dapat memicu timbulnya perilaku konsumtif individu.

 

 

References:

  1. Nandy. (2021). Arti circle pertemanan, manfaat, dan ciri cirlce pertemanan. Diakses: https://www.gramedia.com/best-seller/circle-pertemanan/. Diakses pada 3 September 2021.
  2. Pratiwi, I. W., & Yani, R. E. (2016). Hubungan konformitas dengan perilaku konsumtif pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 4(1), 11-21.
  3. Heni, S. A. (2013). Hubungan antara kontrol diri dan syukur dengan perilaku konsumtif pada remaja SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Jurnal Psikologi, 2(1).
  4. Suminar, & Meiyuntari. (2015). Konsep diri, konformitas, perilaku konsumtif pada remaja. Jurnal Psikologi, 4(2), 145-152.
  5. Damayanti, A. M. (2014). Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada mahasiswi indekost mewah di Kecamatan Kartasura. Naskah Publikasi.
  6. Robert, A. B. (2005). Psikologi sosial edisi kesepuluh. Erlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *