Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Perilaku Agresi yang Menyakitkan

Kita tahu, paham, dan kadang merasakan marah. Ketika amarah sudah tidak bisa dipendam dna ingin diluapkan, ada beberapa individu yang melampiaskannya pada individu lain atau kepada benda. Mengapa sih bisa seperti itu? Usut puna usut, perilaku tersebut dikenal dengan agresi. Sering dengar bukan tentang agresi atau agresif atau agresititas? Mari kita kupas lebih lanjut.

Davidoff dan Dayakisni menjelaskan bahwa agresi sebagai tindakan atau serangan makhluk atau organisme lain. Agresi dapat diartikan sebagai suatu serangan yang dilakukan oleh organisme terhadap organisme lain, obyek lain bahkan pada dirinya sendiri (Dayakisni dan Hudaniah, 2009).

Baron dan Bryne (2000) mendefinisikan perilaku agresi sebagai suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya perilaku tersebut. Berdasarkan definisi tersebut terdapat empat pengertian mengenai agresi , 1) agresi merupakan suatu bentuk perilaku bukan emosi, kebutuhan atau motif, 2) pelaku agresi mempunyai maksud untuk mencelakakan korban yang dituju, 3) korban agresi yaitu makhluk hidup bukan benda mati, 4) korban dari perilaku agresi ini tidak menginginkan atau menghindarkan diri dari perilaku pelaku agresi.

Berbeda dengan Freud yang menjelaskan bahwa perilaku agresi adalah cara pertama yang dikenal individu untuk mengungkapkan kemarahannya melalui serangan fisik secara membabi-buta terhadap objek benda hidup maupun benda mati yang membangkitkan emosi (marah). Pendapat lain yang sejalan adalah bahwa agresif merupakan luapan emosi sebagai reaksi terhadap kegagalan individu yang ditampakkan dalam bentuk merusak orang atau benda dengan unsur kesengajaan yang di ekspresikan dengan kata-kata (verbal) dan perilaku non-verbal. Secara umum agresif merupakan perilaku fisik maupun verbal yang diniatkan untuk melukai objek yang menjadi sasaran agresif (Myers, 2002).

 

BENTUK AGRESI

Medinus dan Johnson (dalam Dayakisni dan Hudaniah, 2009; Sari, 2017) mengelompokkan beberapa bentuk perilaku agresi yaitu:

  • Menyerang fisik : memukul, mendorong, meludahi, menendang, menggigit, meninju, memarahi dan merampas.
  • Menyerang suatu objek : menyerang benda mati atau binatang.
  • Secara verbal atau simbolis : mengancam secara verbal, memburuk-burukkan orang lain, sikap mengancam dan sikap menuntut.
  • Pelanggaran terhadap hak milik atau menyerang daerah yang lain

 

TIPE AGRESI

Buzz dan Perry (dalam Abd-El-Fattah, 2007; Sari, 2017) membagi tipe agresivitas menjadi empat kelompok, yaitu:

  • Physical Aggression yaitu tindakan menyakiti, mengganggu atau menyakiti orang lain melalui respon motorik dalam bentuk fisik; mendorong, menampar, menendang, memukul (Orpinas dan Ralps, 2001)
  • Verbal Aggressiveness yaitu tindakan menyakiti, mengganggu atau membahayakan orang lain melalui respon motorik dalam bentuk verbal; menggoda dengan nama buruk, mendorong orang lain untuk melawan, mengancam atau memukul (Orpinas dan Ralps, 2001).
  • Anger merupakan suatu bentuk reaksi afektif berupa dorongan fisiologis sebagai tahapan persiapan agresi. Beberapa bentuk anger adalah perasaan marah, kesal, sebal dan bagaimana mengontrol hal tersebut. Termasuk didalamnya adalah irritability yaitu mengenai temperamental, kecenderungan cepat marah dan kesulitan mengendalikan amarah; mudah marah, marah yang dibesar-besarkan (Orpinas dan Ralps, 2001).
  • Hostility yaitu tergolong ke dalam agresi covert (tidak kelihatan), hostility mewakili komponen kognitif yang terdiri dari kebencian, seperti cemburu dan iri hati terhadap orang lain, serta kecurigaan seperti adanya ketidak percayaan atau kekhawatiran.

 

 

Referensi :

Sari, N. R. (2017). GAMBARAN PERILAKU AGRESI REMAJA AWAL YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) (Doctoral dissertation, University of Muhammadiyah Malang).

Ghodur, Abdul dan Siti Hafsah Budi Argiati. (2012). Hubungan Religiusitas Terhadap Agresivitas Remaja Di Madrasah Aliyah Assalam Temanggung. Jurnal SPIRITS, Vol.3, No.1.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *