Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Merasa Takut untuk Menikah? Jangan-Jangan Kamu Pengidap Gamophobia!

Merasa khawatir dalam suatu hubungan adalah hal yang sangat wajar. Namun, ketika rasa takut itu menjadi besar dan berlebihan sehingga tidak mau menikah atau menjalin komitmen, bisa jadi sebuah gangguan, lho. Gangguan tersebut Gamophobia. Masih terdengar asing, bukan? Yuk kita ulas bersama!

Gamophobia adalah kondisi mental yang membuat sesorang takut untuk berkomitmen dalam hubungan yaitu pernikahan. Istilah tersebut berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, Gamos yang berarti perkawinan dan Phobos yang berarti ketakutan.

Riset mandiri Tirto.id pada Agustus 2016 silam, menunjukkan ada 24,9% perempuan Indonesia memilih untuk tidak menikah. Sebagian besar alasan mereka tidak mau menikah karena “menikah tidak menarik, hanya menimbulkan masalah, dan menghambat karier.”

Apa sih yang menyebabkan seseorang mengidap Gamophobia?

Dilansir Healthline, ada beberapa penyabab yang dapat mengakibatkan seseorang mengidap gangguan Gamophobia. Salah satunya adalah ketakutan akan komitmen dapat muncul karena trauma tertentu, seperti menyaksikan hubungan orang tua yang tidak harmonis atau perceraian. Kemudian, Gamophobia bisa muncul dari pengalaman hubungan masa lalu yang tidak berhasil atau takut untuk merasa “kehilangan” jika kita berkomitmen pada satu orang.

Bagaimana ciri-ciri seseorang telah mengalami Gamophobia?

Gamphobia bukan sekadar rasa takut biasa, hal ini terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama dan mengakibatkan dampak negatif pada fisik seseorang.

Seorang yang mengidap gamophobia akan mengalami beberapa gejala psikis, antara lain:

  • Merasa cemas berlebihan dan sulit untuk dikontrol
  • Cenderung menghindari semua pembicaraan mengenai pernikahan
  • Selalu berpikir tentang kehancuran atau kegagalan suatu hubungan
  • Merasa tertekan dan tidak bahagia ketika menjalin hubungan
  • Cenderung menghindari hubungan serius dan lebih memilih untuk menjalani hubungan tanpa status

Tidak hanya gejala psikis, namun seorang pengidap gamophobia juga menunjukan beberapa gejala fisik, seperti:

  • Mual
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Nyeri dada

Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi Gamophobia?

Jangan berkecil hati! Walaupun penderita Gamophobia sangat takut untuk berkomitmen, bukan berarti mereka enggan menjalin hubungan romantis dengan seseorang.

Jika kamu sedang berada dalam suatu hubungan, jujurlah mengenai apa yang kamu rasakan kepada pasanganmu. Memberi tahu pasanganmu sejak awal mengenai keadaanmu dan pilihan hidup yang membuatmu bahagia merupakan salah satu langkah yang tepat.

Jelajahi alasan di balik ketakutan kamu. Apakah ketakutan tersebut berasal dari peristiwa masa lalu yang buruk? Mulai pikirkan tentang apa yang kamu inginkan dan butuhkan dalam suatu hubungan. Dengan memikirkan hal tersebut, diharapkan kesadaran itu muncul sendirinya dan membantu mengatasi rasa takutmu.

Kapan harus menemui tenaga medis profesional?

Jika kamu ataupun pasanganmu mengalami kondisi gamophobia dan merasa kesulitan menanganinya sendiri, jangan ragu berkonsultasi ke psikolog ataupun psikiater untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat, agar kamu dan pasanganmu bisa menjalani komitmen bersama tanpa halangan. Hal ini sangat penting jika kamu mengalami serangan panik, kecemasan, atau depresi.

 

References:

  1. Berger, N. M. (2019). How to Overcome the Fear of Marriage?. Diakses https://psychcentral.com/blog/how-to-overcome-the-fear-of-marriage#1. Diakses pada 06 September 2021.
  2. Crystal, R. (2021). Gamophobia, The Fear of Commitment and Marriage. Diakses https://www.healthline.com/health/gamophobia#Gamophobiameaning. Diakses pada 06 September 2021.
  3. Hartanto, D. A. (2016). Mereka yang Takut Menikah. Diakses https://tirto.id/mereka-yang-takut-menikah-bGz6. Diakses pada 06 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *