Kamu aktif menggunakan media sosial? Kamu bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan smartphone? Berapa akun media sosial yang kamu punya? Saat membaca pertanyaan berikut jawaban yang mungkin kamu lontarkan adalah “Ya”. Beberapa diantara kamu mungkin menggunakan 1, 2, 3 atau bahkan lebih media sosial. Tidak dipungkiri, dengan adanya kemajuan teknologi dan semakin mudahnya akses informasi, keberadaan media sosial tidak dapat dihindari. Rasanya hampir tidak mungkin di era ini tidak memiliki smartphone atau bahkan tidak menggunakan media sosial, hal ini adalah tabu.
Beauty 4.0 merupakan salah satu perkembangan standar kecantikan layaknya perkembangan dalam hal teknologi. Apa yang menjadi perbedaan standar kecantikan Beauty 4.0 berbeda dari yang sebelum-sebelumnya? Pada konsep Beauty 1.0 perawatan dan kecantikan hanya fokus kepada satu dimensi yaitu dokter memberikan patokan standar kecantikan pada pasiennya (golden ratio). Berkembang pada era Beauty 2.0 masyarakat menginginkan tampilan wajah yang sempurna tanpa menghilangkan keontentikan wajah asli mereka. Berlanjut pada era ketiga, Beauty 3.0 masyarakat menginginkan hal lebih daripada penyempurnaan penampilan saja, yakni perawatan kecantikan yang mendukung.
Beauty 4.0 merupakan standar kecantikan yang berkembang dengan pengaruh dan dukungan kemajuan teknologi di dalamnya. Beauty 4.0 tidak hanya melibatkan pandangan dokter maupun pribadi masing-masing, namun pandangan umum sosial pun ikut mempengaruhi. Terlebih lagi dengan adanya media sosial membuat pandangan akan kecantikan lebih terkotak-kotakkan. Apa yang terlihat di media sosial menjadi patokan dan tolak ukur bagi Beauty 4.0.
Konten kecantikan pun merebak tak hanya di satu dua platform saja, media sosial seperti Instagram dan Tiktok pun sering kali dijumpai tren kecantikan apa yang terjadi di dunia. Kamu tentu tak asing dengan istilah skincare, influencer, dan beauty creator, trendsetter di dunia maya. Apa yang mereka lakukan, bagaimana gaya hidup mereka secara langsung maupun tidak langsung ikut mempengaruhi pengikutnya. Bisa dibilang seperti kiblat, meski apa yang ada di depan kamera belum tentu sama dengan yang ada di dunia nyata, namun kita terdorong dan secara tidak sadar menuntut diri kita juga untuk mengikutinya.
Kemudian bagaimanakah cara agar kita dapat menyikapi Beauty 4.0 saat ini secara bijak?
- Self Love
Self love atau mencintai diri tentu penting bagi setiap individu sebagai cara menghargai diri sendiri baik secara fisik maupun nonfisik. Self love merupakan kunci penting bagi setiap individu seperti layaknya payung dalam melindungi pandangan orang lain terhadap kita. Tidak semua orang bisa menerima perbedaan yang ada pada diri kita, terlebih lagi saat kita tidak bisa sama dengan standar sosial yang ada. Saat merasa tidak bisa memenuhi standar yang ada, ingatlah kamu akan tetap mencintai dirimu dan hanya kamu yang tau betapa berharganya dirimu.
- Pahami Kebutuhan Diri Sendiri
Tidak semua yang menjadi tren dan standar perlu diikuti, semua akan kembali kepada individu masing-masing, ketahui apa yang menjadi kebutuhanmu. Jangan melebih-lebihkan, atau menuntut untuk sama dengan yang lain demi validasi dari sterotip sosial. Tentu akan sulit bukan hidup mengikuti pandangan orang lain?
- Media Social Break
Semua yang berlebihan tentu tidak baik, ketika kamu merasa media sosial telah membawa hal-hal yang berlebihan, sebaiknya ambil jeda. Media sosial tentu memiliki efek yang buruk terhadap kesehatan mental seseorang dibuktikan dari banyaknya penelitian yang ada. Ketika media sosial mendorongmu menuntut diri lebih jauh dari batas wajar, kamu perlu istirahat sejenak, hal itu akan membuat dirimu menjadi lebih baik.
REFERENSI
https://marketeers.com/beauty-4-0/
https://www.psychologytoday.com/us/self-love/